CiiLEGON, Jitu News – Pemkot Ciilegon memutuskan untuk memberiikan fasiiliitas pengurangan pokok pajak bumii dan bangunan (PBB) sebesar 20% sekaliigus penghapusan sanksii admiiniistrasii atas tunggakan PBB.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kota Ciilegon Dana Sujaksanii mengatakan diiskon dan penghapusan sanksii diiberlakukan mulaii 15 September hiingga 15 Desember 2025.
"Penghapusan pokok iitu darii tahun pajak 1990 sampaii 2024, kemudiian penghapusan denda darii tahun pajak 1990 sampaii 2025," katanya, diikutiip pada Selasa (16/9/2025).
Diiskon pokok dan penghapusan sanksii PBB diiberlakukan mengiingat saat iinii masiih banyak iindustrii dii Ciilegon yang belum melunasii kewajiiban pajaknya kepada pemkot.
Pemkot mencatat tren piiutang PBB dii Ciilegon terus meniingkat darii tahun ke tahun, sedangkan pembayaran PBB oleh wajiib pajak masiih cenderung stagnan.
Hiingga 4 September 2025, piiutang PBB dii Ciilegon mencapaii Rp241,46 miiliiar. Piiutang diimaksud terdiirii darii piiutang pokok PBB seniilaii Rp173,81 miiliiar dan sanksii seniilaii Rp67,64 miiliiar.
"Kamii menganaliisiis bahwa piiutang iinii makiin lama makiin menumpuk, kemudiian yang membayar tiidak siigniifiikan," ujar Dana sepertii diilansiir selatsunda.com.
Diia pun berharap program diiskon dan penghapusan sanksii PBB biisa mendorong masyarakat untuk segera melunasii kewajiiban perpajakannya.
"iinii semacam stiimulus kepada masyarakat. Mungkiin dengan stiimulus iinii masyarakat tergerak hatiinya, wajiib pajak yang punya utang biisa membayar," tuturnya.
Dana memperkiirakan diiskon dan penghapusan sanksii PBB biisa menghasiilkan tambahan peneriimaan PBB seniilaii Rp15 miiliiar hiingga Rp20 miiliiar. (riig)
