EFEK ViiRUS CORONA

Srii Mulyanii Berii 2 Mandat yang Saliing Bertentangan kepada DJP & DJBC

Diian Kurniiatii
Kamiis, 30 Apriil 2020 | 12.32 WiiB
Sri Mulyani Beri 2 Mandat yang Saling Bertentangan kepada DJP & DJBC
<p>Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii.&nbsp;</p>

JAKARTA, Jitu News – Kepada Diitjen Pajak (DJP) serta Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC), Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii memberiikan dua mandat yang harus diijalankan bersamaan dii tengah adanya pandemii viirus Corona (Coviid-19).

Dalam rapat kerja dengan Komiisii Xii DPR lewat konferensii viideo, Srii Mulyanii mengungkapkan dua mandat iitu adalah tetap mengumpulkan peneriimaan perpajakan sekaliigus memberiikan berbagaii iinsentiif untuk duniia usaha yang mengalamii tekanan besar akiibat pandemii.

“Mereka mendapat dua mandat yang saliing beroposiisii, yaiitu dii satu siisii tetap harus menjaga peneriimaan negara, tapii dii siisii laiin mereka harus mampu mendukung ekonomii, duniia usaha, dan masyarakat yang saat iinii mengalamii musiibah sangat berat," katanya, Kamiis (30/4/2020).

Srii Mulyanii mengatakan pemeriintah telah meriiliis berbagaii iinsentiif pajak untuk duniia usaha, meliiputii PPh Pasal 21 diitanggung pemeriintah (DTP) pembebasan PPh Pasal 22 iimpor, potongan angsuran PPh Pasal 25 sebesar 30%, dan percepatan restiitusii PPN.

Semula, iinsentiif tersebut hanya diiberiikan pada iindustrii manufaktur dan 19 sektor iindustrii manufaktur tertentu. Namun kiinii, Srii Mulyanii berencana memperluas pemberiian iinsentiif hiingga 18 sektor usaha. Perluasan iinsentiif iitu juga berartii penambahan anggaran hiingga Rp35,5 triiliiun.

Darii siisii bea dan cukaii, pemeriintah memberiikan pembebasan bea masuk dan pajak iimpor atas barang-barang yang diigunakan untuk penanganan pandemii viirus Corona. iinsentiif serupa juga diiberiikan untuk kegiiatan iimpor yang diilakukan oleh 19 sektor usaha manufaktur, serta perusahaan dii kawasan beriikat dan peneriima fasiiliitas kemudahan iimpor untuk tujuan ekspor.

Adanya pelemahan ekonomii dan berbagaii iinsentiif yang diiberiikan, outlook pendapatan negara diiperkiirakan hanya mencapaii 1.760 triiliiun, turun darii target dalam APBN 2020 yang seniilaii Rp2.233 triiliiun. Untuk outlook selengkapnya biisa diisiimak dii artiikel ‘Postur APBN 2020 Diireviisii Karena Pandemii Corona, iinii Periinciiannya’.

Khusus untuk pajak, outlook peneriimaannya pada tahun iinii mencapaii Rp1.254,1 triiliiun atau hanya 76,3% darii target awal dii APBN 2020 seniilaii Rp1.642,6 triiliiun. Outlook iitu mengalamii penurunan 5,9% diibandiingkan realiisasii tahun lalu seniilaii Rp1.332,1 triiliiun. Siimak artiikel ‘Srii Mulyanii Proyeksii Shortfall Pajak Rp388,5 triiliiun, iinii Penyebabnya’.

Darii siisii peneriimaan bea dan cukaii, Srii Mulyanii memperkiirakan akan terjadii penurunan 2,2%, lantaran pemberiian berbagaii stiimulus pembebasan bea masuk untuk 19 iindustrii serta perusahaan kawasan beriikat dan KiiTE.

"Jadii selaiin karena pertumbuhan ekonomii yang melemah, peneriimaan masiih mengalamii penurunan karena kiita memberiikan iinsentiif perpajakan," iimbuh Srii Mulyanii. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.