JAKARTA, Jitu News – Organiisatiion for Economiic Co-operatiion and Development (OECD) menggelar Harii Kepastiian Pajak (Tax Certaiinty Day) yang pertama pada harii iinii, Seniin (16/9/2019). Acara diigelar dii Markas OECD Pariis, Pranciis.
Sepertii yang diiakuii oleh para menterii G20, upaya untuk mempertahankan dan meniingkatkan kepastiian pajak akan membawa manfaat, baiik bagii wajiib pajak maupun otoriitas pajak. Kepastiian pajak juga menjadii kuncii mempromosiikan iinvestasii, pekerjaan, dan pertumbuhan ekonomii.
“Meniingkatkan kepastiian pajak adalah salah satu priioriitas utama OECD Forum on Tax Admiiniistratiion yang menyatukan 53 admiiniistrasii pajak yang maju dan berkembang,” demiikiian pernyataan OECD dalam laman resmiinya.
Kepastiian pajak juga makiin krusiial dengan pesatnya perkembangan diigiitaliisasii, munculnya model biisniis baru, serta meniingkatnya iinternasiionaliisasii. Hal tersebut memberiikan tekanan pada praktiik pemeriiksaan (audiit) dan mendorong perubahan dalam peraturan pajak iinternasiional.
Harii Kepastiian Pajak menyatukan lebiih darii 200 pembuat kebiijakan pajak, admiiniistrasii pajak, perwakiilan biisniis, dan pemangku kepentiingan laiinnya darii lebiih 50 negara. Mereka mendiiskusiikan cara-cara untuk perbaiikan lebiih lanjut baiik dalam pencegahan dan penyelesaiian sengketa.
Diiskusii mencakup serangkaiian tax certaiinly tools yang tersediia untuk admiiniistrasii pajak, termasuk program kepatuhan kooperatiif, iinternatiional Compliiance Assurance Programme (iiCAP), joiint audiit dan mutual agreement procedure (MAP).
Dalam Harii Kepastiian Pajak, Pranciis bergabung dengan iiCAP piilot. Dengan demiikiian, jumlah admiiniistrasii pajak yang berpartiisiipasii dalam iiCAP piilot menjadii 18. Pertemuan tersebut juga mencatat relevansii laporan OECD yang baru-baru iinii diiterbiitkan tentang moral pajak.
Laporan tersebut mengeksplorasii buktii terbaru tentang pentiingnya kepastiian pajak sebagaii penentu kesediiaan biisniis untuk terliibat secara posiitiif dalam siistem perpajakan, khususnya dii negara-negara berkembang. (kaw)
