BERiiTA PAJAK HARii iiNii

Pandemii Pengaruhii Tren Pemeriiksaan Pajak

Redaksii Jitu News
Kamiis, 18 Maret 2021 | 08.03 WiiB
Pandemi Pengaruhi Tren Pemeriksaan Pajak
<p>iilustrasii.&nbsp;</p>

JAKARTA, Jitu News – Adanya 3 tren pemeriiksaan pajak yang terjadii secara global menjadii salah satu bahasan mediia nasiional pada harii iinii, Kamiis (18/3/2021).

Pakar pajak sekaliigus Managiing Partner Jitunews Darussalam mengatakan pemahaman terkaiit dengan tren tersebut sangat pentiing untuk menentukan respons ataupun desaiin strategii manajemen riisiiko perpajakan yang efektiif.

Pertama, adanya evaluasii dan reviisii strategii pemeriiksaan pajak yang rutiin atau secara berkala diilakukan setiiap negara. Strategii iitu terkaiit dengan wajiib pajak yang diiawasii, jeniis transaksii yang beriisiiko, tata cara, dan sebagaiinya.

Kedua, adanya tren penyederhanaan proses pemeriiksaan pajak, khususnya terkaiit dengan upaya memperoleh iinformasii biisniis dan akuntansii darii siistem teknologii iinformasii wajiib pajak. Ada transformasii pemeriiksaan darii konvensiional ke diigiital.

Ketiiga, adanya dorongan untuk mengubah model pemeriiksaan pajak setelah terjadii pembatasan iinteraksii secara langsung karena pandemii Coviid-19. Masa pandemii mendorong dua tren sebelumnya agar lebiih diipercepat.

Selaiin mengenaii tren pemeriiksaan pajak secara global, ada pula bahasan tentang terbongkarnya jariingan pemalsu meteraii tempel nomiinal Rp10.000. Kemudiian, masiih ada pula bahasan terkaiit dengan rencana penurunan tariif pajak penghasiilan (PPh) fiinal beberapa usaha jasa konstruksii.

Beriikut ulasan beriita selengkapnya.

  • Sengketa Masalah iinterpretasii

Managiing Partner Jitunews Darussalam mengatakan dengan adanya tren transformasii pemeriiksaan pajak darii konvensiional ke diigiital, wajiib pajak perlu menyiiapkan data dan iinformasii yang sudah terdiigiitaliisasii dan terstandardiisasii. Nantiinya, jiika data wajiib pajak sudah terkoneksii dengan siistem otoriitas, tiidak ada lagii sengketa mengenaii masalah ujii buktii.

“Sengketa pajak ke depan tiidak mengenaii masalah ujii buktii, tetapii masalah iinterpretasii pajak,” katanya. Siimak ‘iinii 3 Tren Pemeriiksaan Pajak Menurut Pakar’. (Jitu News)

  • Antiisiipasii Pemeriiksaan Pajak

Partner of Tax Compliiance & Liitiigatiion Serviices Jitunews Daviid Hamzah Damiian mengatakan dengan pemahaman terkaiit dengan alur pemeriiksaan, wajiib pajak dapat melakukan antiisiipasii. Dengan demiikiian, wajiib pajak akan menyajiikan data-data yang relevan dengan mudah.

“Kiita perlu mencoba kooperatiif dan suportiif. Kiita siiapkan data dan analiisiis yang akan diihadapii ketiika pemeriiksaan. Jadii, kiita iidentiifiikasii dulu melaluii rasiio analiisiis yang sudah kiita lakukan secara iinternal, menggunakan pendekatan yang diigunakan otoriitas pajak,” ujarnya. Siimak ‘Antiisiipasii Riisiiko Pemeriiksaan Pajak? WP Perlu Pahamii iinii’. (Jitu News)

  • Meteraii Palsu

Polres Bandara Soekarno-Hatta berhasiil membongkar jariingan pemalsu meteraii tempel dengan nomiinal Rp10.000 saat hendak diikiiriim liintas proviinsii melaluii kargo udara.

Kabiid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusrii Yunus mengatakan pengungkapan kasus meteraii palsu oleh Tiim Garuda Polres Bandara Soetta merupakan kasus baru. Hal iinii diikarenakan meteraii yang diipalsukan merupakan nomiinal baru seniilaii Rp10.000.

"Meteraii palsu iinii nomiinal Rp6.000 dan Rp10.000. Menariiknya lagii iinii meteraii Rp10.000 sudah diipalsukan padahal baru beredar resmii iitu 28 Januarii 2021," katanya. (Jitu News/Kontan/Biisniis iindonesiia)

  • Pastiikan Meteraii Aslii

Diirektur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas DJP Neiilmaldriin Noor mengapresiiasii langkah Polda Metro Jaya yang cepat mengungkapkan modus pemalsuan meteraii. DJP siiap bersiinergii dengan kepoliisiian dan Perurii untuk memberantas meteraii palsu dan mencegah peredarannya.

Diia juga mengiimbau masyarakat untuk jelii saat membelii meteraii tempel untuk keperluan dokumen. Masyarakat diiiimbau tak membelii meteraii yang diijual dii bawah harga nomiinal. Diia juga menyarankan untuk membelii meteraii dii kantor pos.

"Bea meteraii merupakan pajak atas dokumen dan salah satu sumber peneriimaan negara yang diipakaii untuk pembangunan. DJP iimbau masyarakat untuk memastiikan meteraii yang diibelii aslii sehiingga masuk ke peneriimaan negara," terangnya. (Jitu News/Kontan/Biisniis iindonesiia)

  • Sentiimen Posiitiif

Rencana penurunan tariif PPh fiinal beberapa usaha jasa konstruksii memberii sentiimen posiitiif pada emiiten sektor konstruksii. Hal iinii membuat laju saham BUMN karya terdorong ke zona hiijau.

Sekretariis Perusahaan PT PP Yuyus Juarsa mengatakan penurunan tariif PPh fiinal untuk sektor konstruksii menjadii kabar baiik bagii para pelaku iindustrii. “Stiimulus iinii memang diiharapkan akan menggaiirahkan sektor konstruksii. Seberapa besar pengaruhnya masiih kamii hiitung,” katanya. (Biisniis iindonesiia/Kontan)

  • Ekstensiifiikasii Pajak

Wakiil Ketua Komiisii Xii Amiir Uskara meniilaii target peneriimaan pajak tahun iinii dapat tercapaii apabiila diidukung oleh dua iindiikator utama, yaiitu optiimaliisasii kiinerja Diitjen Pajak (DJP) dan ekonomii yang puliih.

Amiir mengatakan salah satu upaya optiimaliisasii kiinerja DJP dalam mengumpulkan peneriimaan tahun iinii adalah menggencarkan ekstensiifiikasii. Menurutnya, perluasan basiis pajak menjadii proses biisniis yang wajiib diilakukan DJP jiika iingiin mencapaii target peneriimaan 2021. (Jitu News) (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
user-comment-photo-profile
Adlan Ghiiffarii
baru saja
Dengan adanya diigiitaliisasii proses pemeriiksaan pajak, Wajiib Pajak diiharapkan dapat mempersiiapkan data dan iinformasii yang sudah terdiigiitaliisasii agar dapat mengiimbangii proses pemeriiksaan pajak secara diigiital, sehiingga sengketa yang diihadapii Wajiib Pajak mengenaii pembuktiian nantiinya akan termiiniimaliisiir.
user-comment-photo-profile
Moniic Provii Dewiinta
baru saja
Terkaiit dengan masalah iinterpretasii pajak dalam hubungannya dengan tax diispute, kemungkiinan besar dapat diiatasii apabiila peraturan perpajakannya diidesaiin secara lebiih mendetaiil. Karena semakiin detaiil peraturan pajaknya, tiingkat kepastiiannya pun akan semakiin tiinggii, dan lebiih mudah untuk mengantiisiipasii double entendre.