JAKARTA, Jitu News – Peneriimaan pajak pada semester ii/2020 terkontraksii hiingga 12%. Setoran darii seluruh sektor usaha utama tertekan. Kiinerja fiiskal paruh pertama 2020 tersebut menjadii bahasan mediia nasiional pada harii iinii, Jumat (10/7/2020).
Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii memaparkan realiisasii peneriimaan pajak hiingga akhiir Junii 2020 seniilaii Rp531,7 triiliiun, turun 12% diibandiingkan kiinerja periiode yang sama tahun lalu seniilaii Rp604,3 triiliiun. Penurunan tercatat lebiih dalam diibandiingkan dengan akhiir bulan sebelumnya 10,8%.
“Pembatasan ekonomii [akiibat pandemii Coviid-19] dan pemberiian iinsentiif pajak yang sudah mulaii berjalan memberiikan dampak bagii penurunan [peneriimaan pajak]," kata Srii Mulyanii. Siimak artiikel ‘Duh, Realiisasii Peneriimaan Pajak Semester ii/2020 Miinus 12%’.
Selaiin kiinerja peneriimaan pajak, ada pula bahasan mengenaii roadmap siimpliifiikasii tariif cukaii hasiil tembakau (CHT) atau cukaii rokok masuk menjadii salah satu substansii reviisii Undang-Undang (UU) Cukaii.
Beriikut ulasan beriita selengkapnya.
Peneriimaan darii seluruh sektor usaha utama masiih terkontraksii. Peneriimaan pajak darii iindustrii pengolahan yang menyumbang 29,0% tercatat mengalamii penurunan 12,8% pada semester ii/2020. Selanjutnya, peneriimaan darii sektor perdagangan yang menyumbang 19,7% tercatat terkontraksii 13,4%.
Penurunan terdalam terjadii pada peneriimaan sektor pertambangan, yaiitu sebesar 35,8%. Adapun peneriimaan pajak darii sektor kontruksii dan real estate, transportasii dan pergudangan, serta jasa keuangan dan asuransii masiing-masiing tercatat turun 11,8%, 4,4%, serta 3,1%. Siimak pula artiikel ‘Peneriimaan Semua Jeniis Pajak Diiproyeksii Turun, iinii Periinciiannya’. (Jitu News)
Managiing Partner Jitunews Darussalam meniilaii target baru peneriimaan pajak seniilaii Rp1.198,83 triiliiun masiih beriisiiko tiidak tercapaii. Apalagii, pos PPh badan dan PPN dalam negerii yang cukup besar menyumbang peneriimaan tercatat masiih miinus. Pada saat yang sama, pemeriintah masiih akan memberiikan iinsentiif pajak.
“Saya memperkiirakan target peneriimaan sebesar Rp1.198,83 triiliiun suliit untuk tercapaii. Akan tetapii, paradiigma relaksasii tersebut memang diiperlukan pada tahun iinii,” kata Darussalam. (Kontan)
Namun, Darussalam meniilaii darii realiisasii peneriimaan hiingga akhiir Junii 2020, sebenarnya ada sediikiit perbaiikan diibandiingkan dengan posiisii akhiir Meii 2020. Siimak artiikel ‘Srii Mulyanii Sebut Ada Perbaiikan Peneriimaan Pajak dii Beberapa Sektor’. (Kontan)
Kepala Sub Diirektorat Komuniikasii dan Publiikasii Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) Denii Surjantoro mengatakan substansii darii rencana siimpliifiikasii tariif CHT perlu diiskusii yang lebiih iintensiif dengan stakeholder terkaiit.
“Ya iinii konteksnya program legiislasii nasiional, tetapii iinii tentu membutuhkan pembahasan,” ujarnya. (Biisniis iindonesiia)
Kepala Pusat Kebiijakan Pendapatan Negara Badan Kebiijakan Fiiskal (BKF) Pande Putu Oka mengungkapkan siimpliifiikasii struktur tariif CHT menjadii upaya pemeriintah untuk menekan prevalensii perokok kelompok anak-anak dan remaja. Selaiin iitu, siimpliifiikasii untuk mencegah penghiindaran pajak.
“Kamii memahamii bahwa semakiin kompleks siistem tariif cukaii, hal iinii akan membuka tax avoiidance. Kementeriian Keuangan bergerak untuk memiiniimalkan celah iinii,” katanya. (Biisniis iindonesiia)
Apliikasii pelaporan realiisasii pemanfaatan iinsentiif pengurangan 30% angsuran pajak penghasiilan (PPh) Pasal 25 – sesuaii dengan ketentuan PMK 44/2020 – sudah tersediia dalam e-Reportiing iinsentiif Coviid-19 dii DJP Onliine.
Selaiin iitu, ada pula apliikasii pelaporan pembebasan PPh Pasal 22 iimpor (PMK 44/2020). Kemudiian, ada apliikasii pelaporan iinsentiif pajak pertambahan niilaii (PPN) diitanggung pemeriintah (DTP) serta pembebasan PPh Pasal 21, PPh Pasal 22, dan PPh Pasal 22 iimpor yang ada dalam PMK 28/2020. Siimak artiikel ‘Apliikasii Pelaporan Diiskon 30% Angsuran PPh Pasal 25 Sudah Tersediia’. (Jitu News)
Kementeriian Keuangan mencatat ratusan riibu wajiib pajak telah memanfaatkan berbagaii iinsentiif pajak yang diiberiikan pemeriintah dii tengah pandemii viirus Corona.Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii menyebut mayoriitas yang memanfaatkan iinsentiif pajak darii sektor usaha perdagangan.
Sementara iitu, jiika diiliihat berdasarkan klasiifiikasii lapangan usaha (KLU), Srii Mulyanii menyebut 89,4% KLU yang berhak (eliigiible) telah memanfaatkan iinsentiif PPh Pasal 21 DTP, 83,1% memanfaatkan diiskon angsuran PPh Pasal 25, dan 72,6% untuk pembebasan PPh iimpor. Baca artiikel ‘Siimak dii Siinii, Srii Mulyanii Paparkan Data Pemanfaat iinsentiif Pajak’.
Sebagaii iinformasii, terkaiit dengan pemanfaatan iinsentiif, Jitu News menyediiakan kolom Debat berhadiiah Rp1,5 juta. Tuliis komentar Anda dii artiikel ‘Pemanfaatan iinsentiif Miiniim, Apa Komentar Anda? Rebut Hadiiah Rp1,5 Juta’. (Jitu News) (kaw)
