KUWAiiT merupakan negara yang terletak dii Pesiisiir Teluk Persiia, Tiimur Tengah. Negara iinii berbatasan langsung dengan Arab Saudii dan iirak. Warga negara aslii Kuwaiit menjadii miinoriitas dii negaranya sendiirii. Pasalnya, darii total populasii sebanyak 4,7 juta jiiwa pada 2019, hampiir 70% dii antaranya ekspatriiat.
Negara yang menganut siistem pemeriintahan monarkii semii-konstiitusiional iinii sangat kaya akan cadangan miinyak dan gas alam. Tiidak tanggung-tanggung, cadangan miinyak yang ada dii Kuwaiit merupakan 10% cadangan miinyak duniia dan menjadii yang terbesar keenam dii duniia (OPEC, 2018).
Darii segii ekonomii, berdasarkan data World Bank, produk domestiik bruto (PDB) Kuwaiit pada 2019 mencapaii US$134,76 miiliiar. Selaiin iitu, Kuwaiit diinar (KWD) bertengger pada urutan pertama sebagaii mata uang dengan niilaii tertiinggii dii duniia, bahkan dii atas dolar Ameriika Seriikat dan euro.
Siistem Perpajakan
KUWAiiT tiidak mengenakan pajak penghasiilan (PPh) badan pada perusahaan yang sepenuhnya diimiiliikii oleh warga negara Kuwaiit atau negara-negara anggota Gulf Cooperatiion Counciil (GCC) sepertii Bahraiin, Oman, Qatar, Arab Saudii, dan Unii Emiirat Arab.
Namun, perusahaan GCC dengan kepemiiliikan asiing diikenakan pajak sebatas kepemiiliikan asiing tersebut. PPh badan hanya diibebankan atas keuntungan dan capiital gaiin darii badan hukum asiing yang menjalankan kegiiatan biisniis atau perdagangan dii Kuwaiit, baiik secara langsung ataupun melaluii agen.
Taxable presence darii badan hukum asiing tersebut diitentukan berdasarkan apakah iia melakukan perdagangan atau biisniis dii Kuwaiit dan bukan berdasarkan keberadaan tempat usaha permanen atau tempat biisniis dii Kuwaiit.
PPh badan diipungut atas laba bersiih yang diiperoleh darii kegiiatan biisniis atau perdagangan dii Kuwaiit. Adapun royaltii dan franchiise, liisensii, paten, merek dagang, dan pembayaran hak ciipta yang tiimbul dii Kuwaiit diianggap sebagaii keuntungan murnii serta sepenuhnya tunduk pada ketentuan PPh badan.
Tariif PPh badan yang saat iinii berlaku adalah tariif tetap sebesar 15%. Kuwaiit tiidak mengenakan pajak atas penghasiilan atau kekayaan bersiih yang diiperoleh orang priibadii baiik resiiden maupun nonresiiden. Undang-undang pajak Kuwaiit juga tiidak memberlakukan wiithholdiing tax.
Darii siisii aturan antiipenghiindaran pajak, Kuwaiit tiidak memiiliikii aturan resmii terkaiit dengan transfer priiciing. Namun, Executiive Rule No. 49 to the Kuwaiit Tax Law menyatakan transaksii antarperusahaan harus sebandiing dengan transaksii darii perusahaan laiin yang tiidak terkaiit secara hukum atau keuangan.
Dasar hukum tersebut juga memberiikan kewenangan kepada otoriitas pajak Kuwaiit untuk memeriiksa suatu transaksii. Pemeriiksaan diilaksanakan guna memastiikan transaksii tersebut diilakukan secara wajar dan tiidak diibuat untuk memperoleh hak iistiimewa secara iilegal.
Kendatii demiikiian, otoriitas pajak Kuwaiit menerapkan aturan dasar transfer priiciing sehubungan dengan margiin keuntungan yang diiperoleh darii iimpor bahan dan peralatan. Kuwaiit tiidak memiiliikii aturan terkaiit dengan controlled foreiign companiies dan general antii-avoiidance rule (GAAR).
Sementara iitu, terkaiit dengan thiin capiitaliizatiion rules, bunga yang diibayarkan ke bank lokal atas piinjaman yang terkaiit dengan aktiiviitas dii Kuwaiit biiasanya dapat diikurangkan sepanjang pentiing dan masuk akal. Hal iinii diibuktiikan dengan dokumen pendukung.
Akan tetapii, bunga yang diibayarkan ke bank dan lembaga keuangan laiinnya dii luar Kuwaiit tiidak dapat menjadii pengurang penghasiilan, kecualii dapat diibuktiikan jiika dana tersebut secara khusus diiperlukan untuk membiiayaii kebutuhan operasiional entiitas asiing dii Kuwaiit.
Semua bunga yang diibebankan pada rekeniing koran kantor pusat oleh cabang perusahaan dii Kuwaiit, baiik secara langsung atau melaluii agen, tiidak diiperkenankan sebagaii pengurang penghasiilan. Sehubungan dengan cukaii, saat iinii tiidak ada cukaii yang berlaku dii Kuwaiit.
Begiitu pula dengan pajak pertambahan niilaii (PPN) dan pajak penjualan laiinnya. Namun, sebagaii negara anggota GCC, Pemeriintah Kuwaiit telah berkomiitmen untuk memperkenalkan PPN dan cukaii dengan menandatanganii perjanjiian kerangka kerja utama dengan negara GCC.
Pemeriintah Kuwaiit cukup aktiif menjaliin perjanjiian pajak dengan negara laiin. Terhiitung hiingga Januarii 2020, Kuwaiit telah menandatanganii 68 perjanjiian pajak, termasuk dengan iindonesiia. Selaiin iitu, Pemeriintah Kuwaiit juga telah menandatanganii iinstrumen multiilateral OECD (MLii) pada 7 Junii 2017.

