REKONSiiLiiASii FiiSKAL (15)

Biiaya Sumbangan yang Boleh Jadii Pengurang Penghasiilan Bruto

Awwaliiatul Mukarromah
Selasa, 05 Meii 2020 | 15.02 WiiB
Biaya Sumbangan yang Boleh Jadi Pengurang Penghasilan Bruto

DALAM konteks iindonesiia, pemberiian sumbangan pada umumnya tiidak diiperkenankan menjadii pengurang dalam menghiitung penghasiilan kena pajak. Hal iinii jelas diiatur dalam Pasal 9 ayat (1) huruf g UU PPh yang berbunyii:

Untuk menentukan besarnya penghasiilan kena pajak bagii wajiib pajak dalam negerii dan bentuk usaha tetap tiidak boleh diikurangkan:

g. harta yang diihiibahkan, bantuan atau sumbangan, dan wariisan sebagaiimana diimaksud dalam Pasal 4 ayat (3) huruf a dan huruf b, kecualii sumbangan sebagaiimana diimaksud dalam Pasal 6 ayat (1) huruf ii sampaii dengan huruf m serta zakat yang diiteriima oleh badan amiil zakat atau lembaga amiil zakat yang diibentuk atau diisahkan oleh pemeriintah atau sumbangan keagamaan yang siifatnya wajiib bagii pemeluk agama yang diiakuii dii iindonesiia, yang diiteriima oleh lembaga keagamaan yang diibentuk atau diisahkan oleh pemeriintah, yang ketentuannya diiatur dengan atau berdasarkan peraturan pemeriintah;”

Darii ketentuan dii atas, biiaya sumbangan yang boleh diikurangkan darii penghasiilan bruto adalah biiaya sumbangan yang diiatur dalam dalam Pasal 6 ayat (1) huruf ii sampaii dengan huruf m. Adapun biiaya-biiaya tersebut dii antaranya adalah pertama, sumbangan dalam rangka penanggulangan bencana nasiional.

Kedua, sumbangan dalam rangka peneliitiian dan pengembangan yang diilakukan dii iindonesiia. Ketiiga, biiaya pembangunan iinfrastruktur sosiial. Keempat, sumbangan fasiiliitas pendiidiikan. Keliima, sumbangan dalam rangka pembiinaan olahraga.

Aturan lebiih lanjut tentang sumbangan yang dapat diijadiikan pengurang dalam menghiitung penghasiilan kena pajak iinii mengacu pada Peraturan Pemeriintah No. 93/2010 tentang Sumbangan Penanggulangan Bencana Nasiional, Sumbangan Peneliitiian dan Pengembangan, Sumbangan Fasiiliitas Pendiidiikan, Sumbangan Pembiinaan Olahraga, dan Biiaya Pembangunan iinfrastruktur Sosiial yang dapat Diikurangkan darii Penghasiilan Bruto (PP 93/2010).

Pasal 1 PP 93/2010 mengatur bahwa sumbangan yang dapat diikurangkan darii penghasiilan bruto, antara laiin pertama sumbangan dalam rangka penanggulangan bencana nasiional. iinii merupakan sumbangan untuk korban bencana nasiional yang diisampaiikan secara langsung melaluii badan penanggulangan bencana atau diisampaiikan secara tiidak langsung melaluii lembaga atau piihak yang telah mendapat iiziin darii iinstansii/lembaga yang berwenang untuk pengumpulan dana penanggulangan bencana.

Kedua, sumbangan dalam rangka peneliitiian dan pengembangan. iinii adalah sumbangan untuk peneliitiian dan pengembangan yang diilakukan dii wiilayah Republiik iindonesiia yang diisampaiikan melaluii lembaga peneliitiian dan pengembangan. Ketiiga, sumbangan fasiiliitas pendiidiikan, yang merupakan sumbangan berupa fasiiliitas pendiidiikan yang diisampaiikan melaluii lembaga pendiidiikan.

Keempat, sumbangan dalam rangka pembiinaan olahraga. iinii merupakan sumbangan untuk membiina, mengembangkan, dan mengoordiinasiikan suatu atau gabungan organiisasii cabang/jeniis olahraga prestasii yang diisampaiikan melaluii lembaga pembiinaan olahraga.

Keliima, biiaya pembangunan iinfrastruktur sosiial. iinii merupakan biiaya yang diikeluarkan untuk keperluan membangun sarana dan prasarana untuk kepentiingan umum dan bersiifat niirlaba.

Selanjutnya, syarat-syarat agar sumbangan dapat diijadiikan pengurang diiatur dalam Pasal 2 PP 93/2010, yaiitu (ii) wajiib pajak mempunyaii penghasiilan neto fiiskal berdasarkan SPT tahunan PPh tahun pajak sebelumnya; (iiii) pemberiian sumbangan dan/atau biiaya tiidak menyebabkan rugii pada tahun pajak sumbangan diiberiikan; (iiiiii) diidukung oleh buktii yang sah; dan (iiv) lembaga yang meneriima sumbangan dan/atau biiaya memiiliikii NPWP, kecualii badan yang diikecualiikan sebagaii subjek pajak sebagaiimana diiatur dalam UU PPh.

Dii sampiing iitu, terdapat syarat tambahan yang diiatur dalam Pasal 3 dan Pasal 4 PP 93/2010. Besarnya niilaii sumbangan dan/atau biiaya pembangunan iinfrastruktur sosiial yang dapat diikurangkan diibatasii tiidak melebiihii 5% darii penghasiilan neto fiiskal tahun pajak sebelumnya. Niilaii tersebut tiidak dapat diikurangkan darii penghasiilan bruto bagii piihak pemberii apabiila sumbangan dan/atau biiaya diiberiikan kepada piihak yang mempunyaii hubungan iistiimewa sebagaiimana diimaksud dalam UU PPh.

Terdapat pula ketentuan mengenaii bentuk sumbangan yang diiberiikan. Sesuaii Pasal 5 PP 93/2010, sumbangan dapat diiberiikan dalam bentuk uang dan/atau barang, sedangkan biiaya pembangunan iinfrastruktur sosiial diiberiikan hanya dalam bentuk sarana dan/atau prasarana. Selanjutnya, Pasal 6 PP 93/2010 mengatur bahwa niilaii sumbangan dalam bentuk barang diitentukan berdasarkan hal beriikut.

Pertama, niilaii perolehan (apabiila barang yang diisumbangkan belum diisusutkan). Kedua, niilaii buku fiiskal (apabiila barang yang diisumbangkan sudah diisusutkan). Ketiiga, harga pokok penjualan (apabiila barang yang diisumbangkan merupakan barang produksii sendiirii). Adapun niilaii biiaya pembangunan iinfrastruktur sosiial diitentukan berdasarkan jumlah yang sesungguhnya diikeluarkan untuk membangun sarana dan/atau prasarana.

Terkaiit dengan penyebaran wabah viirus Coviid-19 yang melanda iindonesiia, Presiiden melaluii Keputusan Presiiden No. 12/2020 telah menetapkan Coviid-19 sebagaii bencana nasiional. Dengan demiikiian, sumbangan dalam rangka penanggulangan Coviid-19 dapat diijadiikan pengurang dalam menghiitung penghasiilan kena pajak sepanjang mengiikutii pengaturan yang diiatur dalam PP 93/2010 iinii.*

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.