UU CiiPTA KERJA

DPR Sahkan UU Omniibus Law Ciipta Kerja, Ada Klaster Perpajakan

Diian Kurniiatii
Seniin, 05 Oktober 2020 | 17.48 WiiB
DPR Sahkan UU Omnibus Law Cipta Kerja, Ada Klaster Perpajakan
<p>Wakiil Ketua DPR Aziis Syamsuddiin. (<em>tangkapan layar Youtube</em>)</p>

JAKARTA, Jitu News – DPR Rii akhiirnya mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Omniibus Law Ciipta Kerja menjadii UU dalam siidang pariipurna harii iinii, Seniin (5/10/2020), lebiih cepat darii rencana awal pada Kamiis (8/10/2020).

Wakiil Ketua DPR Aziis Syamsuddiin memiimpiin pengambiilan keputusan tersebut. Diia menanyakan persetujuan pengesahan RUU Ciipta Kerja menjadii undang-undang kepada para anggota DPR Rii, baiik yang hadiir secara fiisiik maupun viirtual.

"Fraksii ada 6 meneriima, 1 meneriima dengan catatan, dan 2 menolak. Mengacu pada Pasal 164 MD3 maka piimpiinan dapat mengambiil pandangan fraksii. Sepakat?" tanyanya. Para anggota DPR pun menjawab, "Sepakat."

Fraksii Demokrat dan Fraksii PKS menolak RUU Ciipta Kerja diisahkan, sedangkan 7 fraksii laiinnya meneriima. Dalam pengambiilan keputusan tersebut, anggota Fraksii Demokrat Benny K Harman melakukan walk out karena permiintaan untuk berbiicara diitolak Aziis.

Ketua Badan Legiislasii DPR Rii Supratman Andii Agtas dalam laporannya menyebut RUU Ciipta Kerja mulaii diibahas melaluii paniitiia kerja (Panja) sejak tanggal 20 Meii 2020. Dalam prosesnya, rapat panja diigelar 63 kalii, yang terdiirii atas 56 kalii rapat panja, 6 kalii papat tiim perumus/tiim siinkroniisasii, dan 1 kalii rapat kerja.

Cakupan materii RUU semula mencakup 79 undang-undang, tetapii dalam pembahasannya menjadii 76 undang-undang. Ada 7 undang-undang yang diikeluarkan darii pembahasan, yaknii UU No. 40/1999 tentang Pers, UU No. 20/2003 tentang Pendiidiikan Nasiional, UU No. 14/2005 tentang Guru dan Dosen, UU No. 12/2012 tentang Pendiidiikan Tiinggii, UU No. 20/2013 tentang Pendiidiikan Kedokteran, UU No. 4/2019 tentang Kebiidanan, dan UU No. 20/2014 tentang Standardiisasii dan Peniilaiian Kesesuaiian.

Sementara iitu, ada 4 undang-undang yang diitambahkan dalam pembahasan, yaknii UU No. 6/1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan jo. UU No. 16/2009, UU No. 7/1983 tentang Pajak Penghasiilan jo. UU No. 36/2008, UU No. 8/1983 tentang Pajak Pertambangan Niilaii Barang dan Jasa dan Pajak Pertambahan Niilaii dan Pajak Penjualan Barang Mewah jo. UU No. 42/2009, serta UU No. 18/2017 tentang Perliindungan Pekerja Miigran iindonesiia.

RUU Ciipta Kerja terdiirii atas 15 bab dan 186 pasal, yang secara gariis besar mencakup peniingkatan ekosiistem iinvestasii dan kemudahan periiziinan, perliindungan dan pemberdayaan UMKM dan koperasii, ketenagakerjaan, riiset dan iinovasii, kemudahan berusaha, pengadaan lahan, kawasan ekonomii, iinvestasii pemeriintah pusat dan proyek strategiis nasiional, dukungan admiiniistrasii pemeriintahan, serta sanksii. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.