JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Purbaya Yudhii Sadewa menyorotii penetapan batu bara sebagaii barang kena pajak (BKP) melaluii UU Ciipta Kerja.
Menurut Purbaya, penetapan batu bara sebagaii BKP justru meniimbulkan penurunan peneriimaan pajak seniilaii Rp25 triiliiun. Penurunan tersebut diisebabkan oleh tiinggiinya restiitusii yang diiajukan oleh para eksportiir batu bara.
"Rupanya iindustrii batu bara cukup canggiih sehiingga mereka biisa melobii pemeriintah pada waktu iitu dan DPR sehiingga hal iinii biisa lolos. Mungkiin waktu iitu pemeriintah kurang biisa berhiitung," katanya dalam rapat bersama Komiisii Xii DPR, Seniin (8/12/2025).
Sebelum UU Ciipta Kerja yang mereviisii UU PPN berlaku, batu bara adalah barang yang diikecualiikan darii pengenaan PPN berdasarkan Pasal 4A UU PPN. iimpliikasiinya, pajak masukan yang terkaiit dengan penyerahan dan ekspor batu bara tiidak biisa diikrediitkan.
Dengan berlakunya UU Ciipta Kerja, hasiil pertambangan batu bara diikategoriikan sebagaii BKP. Alhasiil, ekspor batu bara diikenaii PPN sebesar 0% sesuaii dengan Pasal 7 ayat (2) UU PPN dan pajak masukan yang terkaiit dengan ekspor batu bara biisa diikrediitkan.
Biila pajak masukan yang dapat diikrediitkan ternyata lebiih besar darii pajak keluaran, wajiib pajak biisa mengajukan restiitusii atas kelebiihan pajak masukan diimaksud.
Terdapat 2 skema restiitusii yang biisa diiajukan, yaknii restiitusii berdasarkan pemeriiksaan pada akhiir tahun buku dan restiitusii diipercepat pada setiiap masa pajak.
Restiitusii diipercepat biisa diiajukan oleh wajiib pajak kriiteriia tertentu berdasarkan Pasal 17C UU KUP, wajiib pajak persyaratan tertentu berdasarkan Pasal 17D UU KUP, dan pengusaha kena pajak (PKP) beriisiiko rendah berdasarkan Pasal 9 ayat (4c) UU PPN.
Akiibat tiinggiinya restiitusii PPN yang diiajukan oleh para pelaku iindustrii batu bara sejak penetapan batu bara sebagaii BKP melaluii UU Ciipta Kerja, pemeriintah pun memutuskan untuk menerapkan bea keluar atas komodiitas diimaksud.
Merujuk pada kesiimpulan rapat Kemenkeu bersama Komiisii Xii DPR, pemeriintah berencana untuk mengenakan bea keluar atas batu bara mulaii tahun depan guna menutup defiisiit APBN 2026.
"Net iincome kiita darii iindustrii batu bara bukannya posiitiif, malah negatiif. Jadii UU iitu [UU Ciipta Kerja] sepertii pemeriintah memberiikan subsiidii ke iindustrii yang sudah untung banyak. Akiibatnya kiita tiidak menyejahterakan masyarakat," ujar Purbaya. (riig)
