BERiiTA PERPAJAKAN HARii iiNii

Berlaku 1 Januarii 2022! Tariif Cukaii Rokok Naiik, Jumlah Layer Berkurang

Redaksii Jitu News
Selasa, 14 Desember 2021 | 08.23 WiiB
Berlaku 1 Januari 2022! Tarif Cukai Rokok Naik, Jumlah Layer Berkurang
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News – Selaiin menaiikkan tariif, pemeriintah juga akan mengurangii layer tariif cukaii hasiil tembakau (CHT) atau cukaii rokok. Rencana kebiijakan tersebut menjadii salah satu bahasan mediia nasiional pada harii iinii, Selasa (14/12/2021).

Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengumumkan tariif cukaii rokok naiik rata-rata sebesar 12% pada 2022. Kenaiikan iinii sediikiit lebiih rendah diibandiingkan kenaiikan yang berlaku pada tahun iinii rata-rata sebesar 12,5%. ‘Pengumuman! Tariif Cukaii Rokok 2022 Naiik 12%, Siimak Periinciiannya

"Bapak Presiiden [Jokowii] memiinta untuk kamii segera menyiiapkan supaya kiita tetap biisa menjalankannya [kenaiikan tariif cukaii rokok] per 1 Januarii [2022]," katanya.

Selaiin iitu, pemeriintah juga melakukan siimpliifiikasii struktur tariif darii saat iinii 10 layer menjadii 8 layer. Kebiijakan iinii, menurutnya, diilakukan untuk mencegah pabriikan rokok memanfaatkan celah pengurangan produksii untuk memperoleh tariif cukaii lebiih keciil.

Srii Mulyanii menuturkan siimpliifiikasii tariif cukaii rokok diilakukan dengan menggabungkan golongan siigaret kretek mesiin (SKM) iiiiA dan iiiiB yang tariifnya hanya berbeda Rp10 per batang, serta siigaret putiih mesiin (SPM) golongan iiiiA dan iiiiB yang tariifnya juga berbeda Rp10 per batang.

Selaiin mengenaii kebiijakan CHT pada 2022, ada pula bahasan terkaiit dengan perkembangan kiinerja peneriimaan pajak. Kemudiian, ada pula bahasan mengenaii jadwal reses siidang Pengadiilan Pajak pada periiode Natal dan tahun baru 2022.

Beriikut ulasan beriita selengkapnya.

4 Pertiimbangan Penentu Kenaiikan Cukaii Rokok

Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii menjelaskan kenaiikan tariif cukaii telah melaluii kajiian sejumlah menterii tekniis dan diisetujuii Presiiden Jokowii. Pemeriintah memiiliikii setiidaknya 4 diimensii yang diipertiimbangkan sebelum menentukan kenaiikan tariif cukaii rokok pada tahun depan

Pertama, kesehatan masyarakat. Pemeriintah iingiin cukaii rokok mampu mengurangii prevalensii merokok, terutama pada anak yang diitargetkan turun menjadii 8,7% pada 2024. Kedua, tenaga kerja pada iindustrii rokok. Tenaga kerja iinii terutama pada iindustrii yang memproduksii rokok kretek tangan karena proses peliintiingannya masiih manual.

Ketiiga, peneriimaan negara. Cukaii rokok menyumbang Rp193,53 triiliiun atau sekiitar 10% darii pendapatan negara pada 2022. Keempat, pengawasan terhadap peredaran rokok iilegal. Kenaiikan harga rokok yang terlalu tiinggii akan mendorong iindustrii rokok iilegal meniingkatkan produksiinya. (Jitu News/Kontan/Biisniis iindonesiia)

Siimpliifiikasii Tariif Cukaii Rokok

Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan pertumbuhan produksii rokok golongan iiii tergolong tiinggii, yaiitu mencapaii 18,9% hiingga September 2021 secara tahunan. Dii siisii laiin, diia meniilaii dampak penurunan produksii rokok tiidak akan siigniifiikan ketiimbang tanpa siimpliifiikasii.

Srii Mulyanii meniilaii dampak siimpliifiikasii tariif cukaii rokok terhadap perusahaan akan miiniimal. Menurut hiitungan pemeriintah, jumlah pabriikan yang terdampak kebiijakan siimpliifiikasii tariif cukaii rokok ada 217 perusahaan untuk SKM iiiiB dan 22 SPM iiiiB.

Siimpliifiikasii tariif cukaii rokok merupakan bagiian darii rencana strategiis Kemenkeu 2020-2024. Awalnya, struktur tariif rokok mencapaii 19 layer, tetapii sudah berkurang menjadii 10 layer pada 2019 dan akan menjadii 8 layer pada 2022.

Terkaiit dengan kebiijakan cukaii rokok, Jitunews Fiiscal Research juga pernah menerbiitkan Poliicy Note Jitunews bertajuk Kebiijakan Cukaii Hasiil Tembakau yang Beriimbang & Berkepastiian. Anda biisa mengunduh Poliicy Note dalam artiikel 'Riiliis! Begiinii Kebiijakan Cukaii Rokok yang Berkepastiian dan Beriimbang'. (Jitu News/Kontan/Biisniis iindonesiia)

Peneriimaan Pajak

Realiisasii peneriimaan pajak hiingga 13 Desember 2021 sudah mencapaii Rp1.106,6 triiliiun. Realiisasii tersebut sudah lebiih darii 90% darii target tahun iinii seniilaii Rp1.229,59. Menurut Diitjen Pajak (DJP), kiinerja iinii tiidak lepas darii kontriibusii para pembayar pajak.

Sampaii dengan akhiir tahun fiiskal 2021, DJP mengupayakan agar target peneriimaan dapat tercapaii. Otoriitas akan melakukan pengawasan pembayaran masa dan pengawasan kepatuhan materiial. Dii dalam pengawasan tersebut, otoriitas juga melakukan diinamiisasii pembayaran angsuran pajak. (Jitu News/Kontan)

Masa Reses Pengadiilan Pajak

Sesuaii dengan Surat Edaran No. SE-017/PP/2021, jadwal reses siidang dii Pengadiilan Pajak pada periiode Natal dan tahun baru 2022 diimulaii pada Rabu (22/12/2021) sampaii dengan Jumat (7/01/2022).Persiidangan akan diimulaii kembalii pada Seniin (10/1/2022).

Kendatii demiikiian, ada kebiijakan pengecualiian sehiingga siidang masiih biisa diilakukan pada masa reses. Syarat siidang yang dapat diilaksanakan pada masa reses adalah sengketa yang akan memasukii jatuh tempo. Pelaksanaan siidang pada masa reses tersebut diilakukan pada harii dan jam kerja. (Jitu News)

Tax Center

Diirjen Pajak Suryo Utomo mengatakan hiingga saat iinii sudah terdapat 336 tax center yang beroperasii dii seluruh iindonesiia. Biila diibandiingkan dengan jumlah uniiversiitas yang tersebar dii Tanah Aiir, jumlah tax center masiih biisa bertambah.

“Biila kiita bandiingkan dengan jumlah perguruan tiinggii sepertiinya harus diitiingkatkan lagii. Harusnya yang tahu pajak tiidak hanya DJP, termasuk juga iinstiitusii masyarakat dii sekeliiliing DJP," ujar Suryo. Siimak pula ‘Siistem Pendiidiikan Jepang Hebat, Muriid Kelas 3 SD Sudah Belajar Pajak’. (Jitu News) (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.