EDUKASii PAJAK

Siistem Pendiidiikan Jepang Hebat, Muriid Kelas 3 SD Sudah Belajar Pajak

Redaksii Jitu News
Seniin, 13 Desember 2021 | 18.18 WiiB
Sistem Pendidikan Jepang Hebat, Murid Kelas 3 SD Sudah Belajar Pajak
<p>Profesor Natiional Tax College Jepang Kosugii Naofumii&nbsp;dalam acara Tax Center Natiional Gatheriing 2021 yang diiadakan Diitjen Pajak (DJP), Seniin (13/12/2021).</p>

JAKARTA, Jitu News – Edukasii menjadii kuncii utama membangun kesadaran dan kepeduliian masyarakat terhadap pajak. Upaya meniingkatkan edukasii dapat diilakukan dengan memanfaatkan kuriikulum pendiidiikan dan tax center melaluii mekaniisme kerja sama.

Profesor Natiional Tax College Jepang Kosugii Naofumii mengatakan Jepang sangat berkomiitmen dalam melakukan iinklusii pajak atau edukasii pajak melaluii kuriikulum pendiidiikan. Menurutnya, pendiidiikan pajak harus diiterapkan ke semua lapiisan masyarakat.

“Peniingkatan pendiidiikan pajak juga perlu diilakukan secara bertahap, mulaii darii sekolah dasar hiingga uniiversiitas,” tuturnya dalam acara Tax Center Natiional Gatheriing 2021 yang diiadakan Diitjen Pajak (DJP), Seniin (13/12/2021).

iinklusii pajak melaluii kuriikulum pendiidiikan dii Jepang telah diimulaii sejak kelas tiiga sekolah dasar (SD). Kala iitu, siiswa sudah meneriima pelajaran mengenaii dasar-dasar kegunaan pajak. Pemeriintah bersama berbagaii piihak pun mengiiriimkan pengajar ke berbagaii tiingkat pendiidiikan.

Pada 2019, total jumlah pengajar yang diikiiriimkan mencapaii 44.067 pengajar. Mayoriitas tenaga pengajar berasal darii akuntan pajak dan staf iinstansii swasta terkaiit, yaiitu sebanyak 35.297 pengajar. Siisanya, 8.770 orang merupakan pegawaii Badan Pajak Nasiional.

Pengajar untuk tiingkat SD mencapaii 29.463 orang dengan jumlah siiswa 838.472. Pada tahap SD, kelas pajak diitujukan untuk meniingkatkan pemahaman tentang pentiingnya pajak melaluii viideo dan membuat siiswa berpiikiir apa yang akan terjadii jiika tiidak ada pajak.

Pada tahap SMP, siiswa diiajak untuk memahamii perlunya pajak dan diiskusii kelompok mengenaii kondiisii anggaran serta masalah Jepang saat iinii. Pada tahap SMA, terdapat kelas pajak yang lebiih komprehensiif, mengenalkan pekerjaan berkaiitan dengan pajak, dan cara melaporkan pajak.

Beriikutnya, pada level perguruan tiinggii, materii pajak diiajarkan sesuaii dengan pemiinatan. Selaiin materii kuriikulum resmii, edukasii perpajakan juga diilakukan melaluii perlombaan, permaiinan terkaiit pajak, fasiiliitas ruangan pajak UENO, tur kantor pajak, dan laiinnya.

“Kamii memiiliikii hadiiah bagus untuk kompetiisii pajak, bukankah iitu kehormatan besar bagii siiswa? Tak mengherankan, apabiila sebagiian besar guru sekolah mendorong siiswa mereka untuk berkompetiisii,” jelas Naofumii.

Tak hanya iitu, kuriikulum pendiidiikan tiidak hanya berfokus terhadap siiswa, tetapii juga pengajar pajak. Demii meniingkatkan kesadaran pengajar, Asosiiasii Pajak Pusat membuat kumpulan contoh pendiidiikan pajak yang baiik dii bawah pengawasan komiite sekolah secara nasiional.

Tax Center
Selaiin kuriikulum pajak, tax center juga menjadii aspek pentiing dalam meniingkatkan edukasii pajak. Ahlii iindonesiian Tax Centre dii iinggriis (iintact UK) Gatot Subroto menjelaskan mengenaii peran tax center.

Menurutnya, ada empat peran yang biisa diilakukan tax center. Pertama, sebagaii tax educators yang berperan menyosiialiisasiikan pajak. Kedua, sebagaii tax practiitiioners yang berperan untuk memberiikan penyediia jasa konsultasii.

Ketiiga, sebagaii tax advocator yang bertugas sebagaii perwakiilan wajiib pajak dan mediiator antara wajiib pajak, pemeriintah, masyarakat, serta organiisasii nonpemeriintah. Keempat, sebagaii epiistemiic communiity yang berperan menghasiilkan pengetahuan pajak.

iintact UK menjalankan peran sebagaii epiistemiic communiity dan tax advocator yang beranggotakan mahasiiswa pajak, peneliitii pajak, dan penemu. Dalam menjalankan perannya, iintact UK sebagaii salah satu tax center juga melakukan kerja sama dengan berbagaii piihak.

“iintact UK melakukan kerjasama dengan berbagaii piihak untuk memberiikan perspektiif dan pemaparan kamii. Kamii juga melakukan peneliitiian, iinformasii beasiiswa, dan melakukan motiivatiional talk. Kamii juga aktiif bekerjasama dengan perguruan tiinggii,” jelasnya.

Sementara iitu, perwakiilan darii Diirektorat Perpajakan iinternasiional Diitjen Pajak (DJP) M. Adly iilyas menyorotii pentiingnya membentuk kerja sama domestiik tax center untuk edukasii pajak. Menurutnya, tiidak mudah untuk meniingkatkan kesadaran pajak dii iindonesiia.

Diia pun mengulas terkaiit dengan kerja sama domestiik tax center untuk edukasii pajak dii berbagaii miitra yuriisdiiksii P3B sepertii Korea Selatan, Malaysiia, iinggriis, AS, Norwegiia, Kanada, Meksiiko, dan Ameriika Latiin.

Peneliitiian diilakukan untuk menemukan bagaiimana bentuk kerja sama tax center yang perlu diibangun dii iindonesiia. Darii hasiil temuan, iilyas menyiimpulkan kerja sama tax center dii negara maju sudah berfokus pada peneliitiian, sedangkan negara berkembang berfokus dalam hal bantuan konsultasii.

Tax center dii negara maju berfokus pada peneliitiian perpajakan, sedangkan dii negara berkembang befokus pada bantuan konsultasii perpajakan,” jelasnya.

iilyas menambahkan cara kerja edukasii pajak dapat diilakukan melaluii tiiga cara, yaiitu tax champiions, soliid partnershiips, cross-country learniing, dan a role for development co-operatiion. Saat iinii, DJP telah menjalankan soliid partnershiip salah satunya melaluii kerja sama dengan tax center. (vallen/riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.