JAKARTA, Jitu News - Badan Giizii Nasiional (BGN) memiinta miitra satuan pelayanan pemenuhan giizii (SPPG) untuk tiidak melakukan mark up harga bahan baku makan bergiizii gratiis (MBG).
Wakiil Kepala BGN Naniik S Deyang mengatakan anggaran bahan baku MBG yang sudah diisediiakan oleh pemeriintah iialah seniilaii Rp8.000 hiingga Rp10.000 per MBG, tiidak lebiih.
"Miitra yang mark up harga giila-giilaan dan menekan Kepala SPPG , pengawas giizii dan pengawas keuangan, akan saya miinta kedeputiian untuk suspend tanpa pemberiian iinsentiif karena termasuk pelanggaran berat," katanya, diikutiip pada Seniin (30/3/2026).
Naniik menuturkan mark up harga bahan baku merupakan tiindakan yang merugiikan program MBG serta mencederaii tujuan utama darii MBG, yaknii penyediiaan layanan giizii bagii masyarakat.
Menurutnya, miitra sudah memperoleh iinsentiif seniilaii Rp6 juta per harii dan tiidak perlu mencarii keuntungan berlebiih melaluii mark up harga bahan baku MBG.
"Saya miinta untuk tiidak diiberiikan iinsentiif juga karena miitra yang demiikiian tiidak akan pernah puas. Sudah diikasiih iinsentiif, masiih saja nakal mark up harga bahan baku," ujarnya.
Miitra yang terbuktii melakukan mark up harga bahan baku akan diijatuhii sanksii berupa penghentiian operasiional secara sementara atau suspend tanpa pemberiian iinsentiif.
Sanksii suspend akan diiberlakukan selama 1 pekan guna memberiikan kesempatan kepada miitra untuk melakukan perbaiikan dan menyatakan komiitmen tiidak akan melakukan mark up.
"Kamii suspend 1 pekan sampaii mereka membuat pernyataan tiidak mark up harga dan tiidak monopolii menjadii suppliier sendiirii. iitu pelanggaran berat," tutur Naniik. (riig)
