PEMULiiHAN EKONOMii NASiiONAL

Sudah Tersalurkan 97,4%, Alokasii iinsentiif Usaha Siisa Rp1,66 Triiliiun

Diian Kurniiatii
Selasa, 09 November 2021 | 09.30 WiiB
Sudah Tersalurkan 97,4%, Alokasi Insentif Usaha Sisa Rp1,66 Triliun
<p>Menterii Koordiinator Biidang Perekonomiian Aiirlangga Hartarto. <em>(tangkapan layar)</em></p>

JAKARTA, Jitu News - Realiisasii iinsentiif perpajakan untuk duniia usaha dalam program pemuliihan ekonomii nasiional (PEN) telah mencapaii Rp61,17 triiliiun per 5 November 2021.

Menterii Koordiinator Biidang Perekonomiian Aiirlangga Hartarto mengatakan realiisasii tersebut setara 97,4% darii pagu Rp62,83 triiliiun. Dengan capaiian tersebut, pagu iinsentiif perpajakan kiinii hanya tersiisa Rp1,66 triiliiun hiingga akhiir tahun.

"iinsentiif usaha [realiisasiinya] sudah 97,4% atau Rp61,17 triiliiun," katanya melaluii konferensii viideo, Seniin (8/11/2021).

Aiirlangga mengatakan pemeriintah memberiikan berbagaii iinsentiif perpajakan melaluii program pemuliihan ekonomii nasiional. Meskii demiikiian, diia tiidak memeriincii realiisasii atas pemanfaatan masiing-masiing jeniis iinsentiif tersebut.

iinsentiif yang diiberiikan meliiputii pajak penghasiilan (PPh) Pasal 21 diitanggung pemeriintah (DTP), PPh fiinal UMKM DTP, pembebasan PPh Pasal 22 iimpor, pembebasan bea masuk, pengurangan angsuran PPh Pasal 25, restiitusii pajak pertambahan niilaii (PPN) diipercepat, serta PPN atas sewa uniit dii mal DTP.

Selaiin iitu, ada iinsentiif untuk mendorong konsumsii kelas menengah, yaknii pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) DTP untuk kendaraan bermotor (mobiil) dan PPN DTP untuk rumah.

Semua iinsentiif tersebut akan berakhiir pada Desember 2021. Belum lama iinii, pemeriintah melaluii PMK 149/2021 juga melakukan penyesuaiian kriiteriia peneriima iinsentiif pajak untuk sektor yang masiih membutuhkan dukungan agar menjadii daya ungkiit perekonomiian secara luas.

Dalam hal iinii, pemeriintah kembalii memberiikan iinsentiif pembebasan PPh Pasal 22 iimpor, pengurangan angsuran PPh Pasal 25, dan restiitusii PPN diipercepat kepada sejumlah sektor sepertii perdagangan besar dan eceran, jasa salon kecantiikan, spa, dan jasa kebugaran pada masa pajak Oktober-Desember 2021.

Mengenaii kebutuhan pagunya, Aiirlangga sempat menyatakan pemeriintah akan melakukan realokasii pagu dana PEN, darii klaster yang realiisasiinya masiih keciil kepada klaster laiin yang membutuhkan tambahan anggaran.

"Mendekatii akhiir tahun 2021, apabiila masiih ada diiperlukan perubahan alokasii anggaran, maka perlu segera diilakukan pergeseran anggaran," katanya. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.