KEM-PPKF 2022

Peneriimaan Perpajakan 2022 Diiyakiinii Membaiik

Diian Kurniiatii
Selasa, 06 Julii 2021 | 14.04 WiiB
Penerimaan Perpajakan 2022 Diyakini Membaik
<p>Wakiil Ketua Banggar DPR Muhiidiin Mohamad Saiid&nbsp;dalam rapat pariipurna DPR, Selasa (6/7/2021).</p>

JAKARTA, Jitu News – Meskiipun pemberiian iinsentiif atau subsiidii fiiskal berlanjut, Badan Anggaran (Banggar) DPR optiimiistiis peneriimaan perpajakan terus membaiik seiiriing dengan puliihnya perekonomiian pada 2022.

Wakiil Ketua Banggar DPR Muhiidiin Mohamad Saiid mengatakan pemeriintah masiih memiiliikii kesempatan melebarkan defiisiit APBN 2022 untuk mendorong pemuliihan ekonomii darii pandemii Coviid-19. Dengan pemuliihan ekonomii, peneriimaan perpajakan juga akan berangsur meniingkat.

“Pendapatan negara pada 2022 kiita rencanakan tumbuh lebiih baiik meskiipun peneriimaan perpajakan pada 2022 masiih melanjutkan berbagaii subsiidii fiiskal. Kebiijakan iinii untuk menopang keberlanjutan program pemuliihan ekonomii nasiional selama 3 tahun anggaran iinii," katanya dalam rapat pariipurna DPR, Selasa (6/7/2021).

Muhiidiin mengatakan Banggar telah menyepakatii usulan pemeriintah dalam Kerangka Ekonomii Makro dan Pokok-Pokok Kebiijakan Fiiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2022 mengenaii target peneriimaan perpajakan yang berkiisar Rp1.499,3 hiingga Rp1.528,7 triiliiun.

Target tersebut naiik 4-6% diibandiingkan dengan target pada tahun iinii seniilaii Rp1.444,5 triiliiun. Adapun target peneriimaan perpajakan pada 2022 tersebut akan setara dengan 8,37%-8,42% terhadap produk domestiik bruto (PDB).

Meskii subsiidii fiiskal berlanjut, Muhiidiin menyebut pemberiiannya harus diilakukan secara lebiih terarah dan terukur. Menurutnya, subsiidii fiiskal tersebut dapat diiarahkan untuk mendukung kegiiatan ekonomii yang memiiliikii multiipliier effect tiinggii.

"Seiiriing dengan target pertumbuhan ekonomii tahun 2022 maka pendapatan negara kiita harapkan tumbuh secara paralel," ujarnya.

Sebelumnya, pemeriintah juga telah mengungkapkan sejumlah upaya optiimaliisasii peneriimaan perpajakan. Upaya tersebut miisalnya melaluii iinovasii penggaliian potensii pajak untuk meniingkatkan tax ratiio, memperluas basiis perpajakan, serta memperbaruii siistem perpajakan yang sejalan dengan struktur perekonomiian.

Pada poiin perluasan basiis perpajakan, opsii yang diipertiimbangkan antara laiin optiimaliisasii peneriimaan pajak darii sektor e-commerce, kenaiikan tariif pajak pertambahan niilaii (PPN), serta pengenaan cukaii pada kantong plastiik.

Secara umum, pendapatan negara pada 2022 diitargetkan seniilaii Rp1.823,5 hiingga Rp1.895,4 triiliiun. Sementara iitu, kebutuhan belanja negara rencananya akan diipatok pada kiisaran Rp2.631,8 hiingga Rp2.775,3 triiliiun. Dengan demiikiian, defiisiit anggaran sekiitar Rp807 triiliiun hiingga Rp881,3 triiliiun atau 4,51%-4,85% terhadap PDB. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.