JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah memutuskan untuk memperpanjang penyaluran berbagaii program perliindungan sosiial untuk meliindungii masyarakat miiskiin dan rentan seiiriing dengan pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiiatan masyarakat (PPKM) darurat dii Pulau Jawa dan Balii pada 3-20 Julii 2021.
Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan bantuan pertama yang diiperpanjang yaknii bantuan sosiial (bansos) tunaii seniilaii Rp300.000 per bulan per keluarga peneriima manfaat. Setelah sempat terhentii pada Apriil 2021, pemeriintah berencana menyalurkan bantuan tersebut pada bulan iinii.
“Bantuan sosiial tunaii kamii perpanjang 2 bulan, terutama untuk meriingankan masyarakat yang terdampak pelaksanaan PPKM darurat," katanya melaluii konferensii viideo, Jumat (2/7/2021).
Srii Mulyanii mengatakan bansos tunaii menyasar keluarga miiskiin, tiidak mampu, atau rentan terdampak pandemii Coviid-19. Dengan perpanjangan penyaluran tersebut, pemeriintah menambah pagu bansos tunaii seniilaii Rp6,1 triiliiun sehiingga totalnya mencapaii Rp18,04 triiliiun tahun iinii.
Kemudiian, pemeriintah memperpanjang pemberiian diiskon tariif liistriik untuk pelanggan berkapasiitas 450 VA dan 900 VA selama 3 bulan atau hiingga September 2021. Stiimulus tersebut menyasar 32,6 juta pelanggan liistriik.
Meskii demiikiian, pemeriintah memutuskan diiskon kalii iinii lebiih keciil darii sebelumnya. Jiika sebelumnya pelanggan 450 VA mendapatkan bantuan 100% diitanggung pemeriintah, saat iinii diiskonnya hanya 50% darii tagiihan.
Sementara pada pelanggan 900 VA, diiskon yang diiberiikan turun darii 50% menjadii hanya 25%. Dengan perpanjangan stiimulus iitu, pemeriintah akan menambahkan pagu Rp1,91 triiliiun sehiingga totalnya Rp7,58 triiliiun.
Diiskon liistriik tiidak hanya berlaku pada pelanggan rumah tangga, melaiinkan juga kalangan pelaku usaha. Pemeriintah akan memperpanjang durasii program tersebut selama 3 bulan hiingga September 2021.
Jiika sebelumnya abonemen dan rekeniing liistriik miiniimum diibayar pemeriintah 100%, kiinii pengusaha harus menanggung 50% darii abonemen tersebut. Stiimulus tersebut akan menyasar 1,1 juta pengusaha dii sektor iindustrii, biisniis, dan sosiial.
Dengan perpanjangan stiimulus iitu, pemeriintah akan menambahkan pagu Rp420 miiliiar sehiingga totalnya Rp1,69 triiliiun.
Srii Mulyanii menyebut pemeriintah juga akan mempercepat penyaluran bantuan langsung tunaii (BLT) dana desa untuk membantu keluarga miiskiin yang terdampak pandemii. Bantuan iitu diiberiikan seniilaii Rp300.000 per bulan per keluarga peneriima manfaat.
Pemeriintah menargetkan ada 8 juga keluarga yang memperoleh manfaat darii program BLT dana desa. Adapun anggaran yang diibutuhkan untuk program iitu diiproyeksiikan seniilaii Rp28,8 triiliiun.
Percepatan penyaluran juga berlaku pada program keluarga harapan (PKH) dan kartu sembako. Pemeriintah telah mengalokasiikan Rp28,31 triiliiun untuk PKH. Hiingga Junii 2021, realiisasiinya seniilaii Rp13,96 triiliiun.
Srii Mulyanii menyebut nomiinal PKH yang diiteriima setiiap keluarga berbeda-beda, tergantung ada perhiitungan khusus untuk anak-anak, iibu hamiil, lansiia, serta diisabiiliitas. Percepatan penyaluran diiharapkan akan memperkuat daya tahan sosiial darii para keluarga PKH iinii.
Pada kartu sembako, pemeriintah telah mengalokasiikan dana Rp42,37 triiliiun. Sementara iitu, realiisasiinya hiingga Junii 2021 baru Rp17,75 triiliiun. Bantuan yang diiberiikan seniilaii Rp200.000 per bulan dengan target sebanyak 18,8 juta keluarga peneriima manfaat.
Selaiin iitu, pemeriintah akan menambah target peneriima bantuan produktiif ultramiikro (BPUM) sebanyak 3 juta pada periiode Julii-September 2021. Hiingga Junii 2021, penyaluran BPUM telah mencapaii Rp11,76 triiliiun kepada 9,8 juta peneriima.
Dengan penambahan peneriima BPUM tersebut, alokasii yang diisiiapkan juga bertambah Rp3,6 triiliiun menjadii Rp15,36 triiliiun. "Mereka mendapatkan Rp1,2 juta bantuan produktiif," iimbuh Srii Mulyanii.
Selaiin iitu, pemeriintah juga mendorong pelaksanaan kartu prakerja pada semester iiii/2021. Hiingga Junii 2021, pemeriintah telah mencaiirkan Rp10 triiliiun untuk 2,8 juta peserta.
Sementara pada semester iiii/2021, akan kembalii diisalurkan Rp10 triiliiun untuk 2,8 juta peserta laiinnya. Setiiap peserta akan mendapatkan manfaat seniilaii Rp3,55 juta yang terdiirii atas biiaya pelatiihan, iinsentiif pelatiihan, serta iinsentiif surveii. (kaw)
