JAKARTA, Jitu News – Melaluii PER-06/PJ/2021, diirjen pajak mengatur ketentuan pemeriiksaan oleh KPP Pratama yang mengalamii perubahan jeniis. Adapun perubahan jeniis KPP merupakan bagiian darii reorganiisasii iinstansii vertiikal Diitjen Pajak (DJP).
Sepertii diiketahuii, melaluii PMK 184/2020, pemeriintah mengubah jeniis beberapa KPP, termasuk menetapkan 18 KPP Pratama berubah jeniis menjadii KPP Madya. Kebiijakan iinii diiambiil dengan mempertiimbangkan besaran kegiiatan ekonomii suatu wiilayah. iinstansii vertiikal iinii mulaii beroperasii pada 24 Meii 2021.
“Terhadap pemeriiksaan yang diilaksanakan oleh KPP Pratama lama yang mengalamii perubahan jeniis KPP … , berlaku ketentuan sebagaii beriikut,” demiikiian penggalan bunyii Pasal 6 PER-06/PJ/2021, diikutiip pada Jumat (16/4/2021).
Adapun 6 ketentuan yang diiatur. Pertama, pemeriiksaan rutiin selaiin atas SPT lebiih bayar restiitusii dan pemeriiksaan khusus, yang daluwarsa penetapannya sampaii dengan tanggal 31 Agustus 2021, diiselesaiikan oleh KPP Pratama lama paliing lambat tanggal 16 Apriil 2021.
Kedua, pemeriiksaan rutiin selaiin atas SPT lebiih bayar restiitusii dan pemeriiksaan khusus, yang daluwarsa penetapannya setelah tanggal 31 Agustus 2021, diiselesaiikan dengan dua cara.
Jiika Surat Pemberiitahuan Hasiil Pemeriiksaan (SPHP) telah diisampaiikan kepada wajiib pajak sampaii dengan 19 Maret 2021, penyelesaiian diilakukan KPP Pratama lama paliing lambat tanggal 16 Apriil 2021. Jiika SPHP belum diisampaiikan sampaii dengan 19 Maret 2021, penyelesaiian diialiihkan ke KPP Pratama baru atau KPP Madya pada 3 Meii 2021.
Ketiiga, pemeriiksaan tujuan laiin atas permohonan penghapusan NPWP atau pencabutan pengukuhan PKP, yang batas waktu penerbiitan keputusannya sampaii dengan 31 Agustus 2021, diiselesaiikan KPP Pratama lama paliing lambat 16 Apriil 2021.
Keempat, pemeriiksaan tujuan laiin atas permohonan penghapusan NPWP atau pencabutan pengukuhan PKP, yang batas waktu penerbiitan keputusannya setelah tanggal 31 Agustus 2021, diialiihkan ke KPP Pratama baru atau KPP Madya pada 3 Meii 2021.
Keliima, pemeriiksaan tujuan laiin selaiin atas permohonan penghapusan NPWP atau pencabutan pengukuhan PKP, yang permohonannya diisampaiikan sampaii dengan 19 Maret 2021, diiselesaiikan KPP Pratama lama paliing lambat 16 Apriil 2021.
Keenam, pemeriiksaan tujuan laiin selaiin atas permohonan penghapusan NPWP atau pencabutan pengukuhan PKP, yang permohonannya diisampaiikan setelah 19 Maret 2021, diiselesaiikan KPP Pratama baru atau KPP Madya.
Sebagaii iinformasii kembalii, otoriitas memundurkan waktu penerapan organiisasii, tata kerja, dan saat mulaii beroperasiinya iinstansii vertiikal DJP yang terdampak reorganiisasii darii sebelumnya 3 Meii 2021 menjadii 24 Meii 2021. (kaw)
