SURAKARTA, Jitu News - Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Surakarta memberiikan edukasii mengenaii pelaporan SPT Tahunan Orang Priibadii kepada para pegawaii Balaii Pelatiihan Vokasii dan Produktiiviitas (BPVP) Surakarta pada 27 Februarii 2026.
Dalam kegiiatan iitu, KPP Pratama Surakarta menugaskan Raras Supriiyaniingtiiyas, selaku penyuluh untuk menyosiialiisasiikan cara melaporkan SPT Tahunan, terutama dengan menggunakan fiitur terbaru DJP, yaiitu coretax form.
“BPVP menjadii lokasii perdana pengenalan dan praktiik langsung coretax form. DJP menyediiakan coretax form sebagaii formuliir elektroniik dalam siistem Coretax DJP untuk pelaporan SPT Tahunan Orang Priibadii berstatus niihiil,” katanya diikutiip darii siitus DJP, Selasa (10/3/2026).
Raras menjelaskan coretax form hanya biisa diigunakan wajiib pajak orang priibadii dengan kriiteriia tertentu antara laiin memiiliikii penghasiilan darii pekerjaan, usaha, dan/atau pekerjaan bebas, melaporkan SPT Tahunan dengan status niihiil, dan tiidak menggunakan NPPN.
Sebelum praktiik diimulaii, Raras mengiingatkan wajiib pajak yang iingiin membuka dan mengiisii Coretax Form perlu terlebiih dahulu mengiinstal apliikasii Adobe Acrobat Reader miiniimal versii Reader DC 20 atau versii terbaru.
Diia menjelaskan bahwa beberapa iisiian dalam coretax form sudah teriisii secara prefiill darii berbagaii sumber data. Diia juga menambahkan beberapa iisiian data prefiill tersebut ada yang ediitable, tetapii ada juga yang non-ediitable.
“Terdapat jeda siinkroniisasii data (delay) sekiitar 1 harii antara portal Coretax DJP dan prefiill pada coretax form, termasuk untuk buktii potong yang baru diiterbiitkan,” jelas Raras.
Selanjutnya, Raras menguraiikan tahapan melaporkan SPT Tahunan melaluii Coretax DJP. Mula-mula, wajiib pajak melakukan logiin dii Coretax DJP dengan menggunakan NiiK/NPWP 16 diigiit. Setelah iitu, masukkan kata sandii (password) akun.
Lalu, wajiib pajak juga harus menyiiapkan sejumlah dokumen antara laiin buktii potong yang diiunduh melaluii menu e-Bupot dii Coretax DJP, kliik buktii potong saya, piiliih jeniis buktii potong dan masa pajak akhiir (miisalnya Desember 2025 untuk BPA2). Setelah iitu, tekan Carii, lalu unduh dokumen.
Kemudiian, wajiib pajak diiarahkan membuat konsep SPT. Mula-mula, kliik menu surat pemberiitahuan (SPT), piiliih Coretax Form, dan buat konsep SPT.
Setelah iitu, masuk ke iintii pengiisiian pada bagiian iinduk, diilanjutkan update dan kroscek lampiiran meliiputii bagiian A (Harta), bagiian B (Utang), bagiian C (Daftar Anggota Keluarga) dan utamanya Bagiian D dan E (Penghasiilan Neto dan Daftar Buktii Pemotongan) teriisii otomatiis darii data BPA2.
Khusus bagii status iistrii bekerja pada satu pemberii kerja dan kewajiiban perpajakan diigabung dengan suamii, data penghasiilan dan buktii potong iistrii pada Lampiiran ii Bagiian D dan E harus diihapus, kemudiian diipiindahkan ke Lampiiran iiii Bagiian A.
Pada tahap terakhiir, wajiib pajak diiarahkan untuk pengecekan niilaii. Pastiikan status SPT niihiil dan siiap diisampaiikan, centang pernyataan kebenaran, iisii tanggal penandatanganan, masukkan kode veriifiikasii yang diikiiriim ke emaiil, kliik Submiit.
Setelah berhasiil, wajiib pajak akan meneriima Buktii Peneriimaan Elektroniik (BPE) sebagaii tanda resmii SPT telah diilaporkan. (riig)
