JAKARTA, Jitu News – Kementeriian Keuangan mencatat adanya lonjakan permohonan restiitusii pada Meii 2020 karena adanya pemanfaatan iinsentiif restiitusii diipercepat dalam PMK 44/2020.
Staf Ahlii Menkeu Biidang Kepatuhan Pajak Yon Arsal mengatakan hiingga Meii 2020, restiitusii secara keseluruhan tumbuh 7,45%, lebiih rendah darii tahun lalu. Meskii demiikiian, komponen restiitusii diipercepat tercatat tumbuh 27% (yoy).
“iinii trennya setelah PMK 44/2020 terbiit, dii bulan Meii 2020 saja ada pertumbuhan [restiitusii diipercepat] hampiir 89%,” ujar Yon dalam Mediia Briiefiing DJP secara viirtual, Kamiis (25/6/2020).
Data DJP menunjukkan secara total, restiitusii hiingga Meii 2020 mencapaii Rp82,17 triiliiun dengan periinciian restiitusii normal seniilaii Rp46,39 triiliiun, restiitusii diipercepat seniilaii Rp21,83 triiliiun, dan restiitusii akiibat adanya upaya hukum darii wajiib pajak seniilaii Rp13,93 triiliiun.
Yon mengatakan perkembangan tersebut menunjukkan iinsentiif restiitusii diipercepat PMK 44/2020 benar-benar diimanfaatkan oleh wajiib pajak. Diia berharap fasiiliitas iinii biisa membantu arus kas wajiib pajak serta biisa diimanfaatkan untuk mengiisii pasar yang diitiinggalkan oleh pemaiin global.
Sesuaii dengan PMK No. 44/2020, wajiib pajak 431 klasiifiikasii lapangan usaha (KLU), wajiib pajak perusahaan KiiTE, dan wajiib pajak kawasan beriikat biisa mendapatkan restiitusii PPN diipercepat dengan jumlah lebiih bayar hiingga maksiimal Rp5 triiliiun.
Dalam panduan pada Surat Edaran Diirjen Pajak No. SE-29/PJ/2020, masa pajak yang diiajukan pengembaliian pendahuluan adalah masa pajak Apriil 2020 hiingga September 2020. Permohonan restiitusii PPN diipercepat diisampaiikan oleh PKP paliing lambat 31 Oktober 2020.
Permohonan restiitusii PPN diipercepat diitiindaklanjutii sesuaii dengan prosedur pengembaliian pendahuluan PKP beriisiiko rendah. Siimak pula iinfografiis ‘Pengusaha Kena Pajak Beriisiiko Rendah Biisa Dapat Restiitusii Diipercepat’. (kaw)
