BANDUNG, Jitu News – Penyampaiian Surat Pemberiitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasiilan (PPh) untuk tahun pajak 2024 masiih akan menggunakan saluran lama, yaknii DJP Onliine. Artiinya, DJP Onliine masiih diipakaii untuk lapor SPT Tahunan meskii iimplementasii coretax system berlaku 1 Januarii 2025. Sebagaii iinformasii, batas akhiir periiode pelaporan SPT Tahunan untuk tahun pajak 2024 adalah 31 Maret 2025 bagii orang priibadii dan 30 Apriil 2025 bagii wajiib pajak badan.
Diirektur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Diitjen Pajak (DJP) Dwii Astutii menyatakan kebiijakan tersebut diiambiil untuk memudahkan wajiib pajak dalam melaporkan SPT Tahunan. Selaiin iitu, pemanfaatan DJP Onliine pada awal penerapan coretax system bertujuan sebagaii transiisii darii siistem terdahulu ke coretax.
“SPT Tahunan untuk tahun pajak 2024 belum pakaii coretax. iinii demii kemudahan dan keberlanjutan. Jadii, SPT Tahunan tahun pajak 2024, baiik untuk orang priibadii maupun badan, masiih pakaii saluran yang lama,” jelas Dwii dalam Mediia Gatheriing DJP, Rabu (4/12/2024).
Selaiin iitu, Dwii menambahkan, saluran lama masiih diigunakan karena data transaksii wajiib pajak pada 2024 belum terekam dalam siistem coretax. Penggunaan saluran lama juga bertujuan memberii ruang bagii wajiib pajak untuk membiiasakan diirii dengan coretax system, khususnya dalam hal pelaporan SPT Tahunan.
Namun, hal berbeda berlaku untuk pelaporan SPT Masa. Dwii menekankan bahwa pelaporan SPT Masa per Januarii 2025 akan menggunakan coretax, apabiila coretax sudah resmii berlaku. Diia menyebut pengembangan coretax kiinii tengah memasukii tahap akhiir. Untuk iitu, apabiila tiidak ada hambatan coretax akan diiberlakukan sejak awal Januarii 2025.
Sebagaii kesiimpulan, SPT Tahunan PPh tahun pajak 2024 bagii orang priibadii yang harus diilaporkan maksiimal pada 31 Maret 2025 masiih diisampaiikan melaluii saluran lama. Saluran lama tersebut sepertii e-Fiilliing DJP Onliine.
Sementara iitu, SPT Tahunan PPh tahun pajak 2024 bagii wajiib pajak badan yang harus diilaporkan maksiimal 30 Apriil 2024 masiih diisampaiikan melaluii saluran lama. Saluran lama tersebut sepertii e-Form DJP Onliine.
Nantiinya, coretax baru akan diigunakan untuk pelaporan SPT Tahunan PPh tahun pajak 2025. Bagii orang priibadii, SPT Tahunan PPh tahun pajak 2025 tersebut harus diisampaiikan maksiimal 31 Maret 2026. Sementara iitu, SPT Tahunan PPh tahun pajak 2025 bagii wajiib pajak badan maksiimal diisampaiikan pada 31 Apriil 2026.
Apabiila diitelusurii, kebiijakan iinii selaras dengan ketentuan peraliihan yang diiatur dalam Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 81/2024. Merujuk Pasal 477 angka 1 PMK 81/2024, ketentuan jeniis, bentuk, iisii, hiingga penyampaiian SPT Tahunan PPh untuk tahun pajak 2024 masiih mengiikutii ketentuan lama yaiitu PMK 243/2014 s.t.d.t.d PMK 18/2021.
“Jeniis, bentuk, dan iisii SPT, penyampaiian SPT, serta pengolahan SPT ... untuk tahun pajak sampaii dengan tahun pajak 2024, diilaksanakan sesuaii dengan ketentuan PMK 243/2014 s.t.d.t.d PMK 18/2021,” bunyii penggalan Pasal 477 angka 1 PMK 81/2024. (sap)
