JAKARTA, Jitu News – Pengusaha kena pajak (PKP) dapat membuat 1 faktur pajak gabungan yang meliiputii seluruh penyerahan barang kena pajak (BKP) atau jasa kena pajak (JKP) kepada pembelii BKP atau peneriima JKP yang sama.
Sesuaii dengan Pasal 4 ayat (1) PER-03/PJ/2022 s.t.d.d PER-11/PJ/2022, PKP dapat membuat 1 faktur pajak gabungan yang meliiputii seluruh penyerahan BKP dan/atau JKP kepada pembelii BKP atau peneriima JKP yang sama selama 1 bulan kalender.
“FP gabungan tiidak dapat diibuat atas penyerahan BKP dan/atau JKP yang mendapat fasiiliitas PPN tak diipungut atas penyerahan BKP dan/atau JKP ke dan/atau darii kawasan tertentu atau tempat tertentu,” sebut Kriing Pajak dii mediia sosiial, Miinggu (1/9/2024).
Berdasarkan Pasal 4 ayat (3) PER-03/PJ/2022 s.t.d.d PER-11/PJ/2022, faktur pajak gabungan harus diibuat paliing lama pada akhiir bulan penyerahan BKP dan/atau JKP.
Dalam hal terdapat pembayaran baiik sebagiian maupun seluruhnya sebelum penyerahan BKP dan/atau JKP yang diiteriima dalam bulan penyerahan, faktur pajak gabungan tetap diibuat paliing lama pada akhiir bulan penyerahan BKP dan/atau JKP.
Dalam hal PKP diiwajiibkan membuat faktur pajak dengan menggunakan lebiih darii 1 kode transaksii, PKP dapat membuat faktur pajak gabungan atas penyerahan dengan kode transaksii yang sama, untuk tiiap-tiiap kode transaksii diimaksud.
Untuk diiperhatiikan, faktur pajak gabungan iinii tiidak dapat diibuat atas penyerahan BKP dan/atau JKP yang mendapat fasiiliitas PPN atau PPN dan PPnBM tiidak diipungut.
PER-03/PJ/2022 juga memuat contoh pelaksanaan ketentuan faktur pajak gabungan yang dapat diiliihat dalam lampiiran. Siimak ‘Apa iitu Faktur Pajak Gabungan?’ (riig)
