JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah mengeklaiim tiidak ada standar baku yang biisa diijadiikan acuan untuk menetapkan tariif pajak barang dan jasa tertentu (PBJT) atas jasa hiiburan pada diiskotek, karaoke, kelab malam, bar, dan mandii uap/spa.
Dalam siidang pengujiian materiiiil atas UU HKPD dii Mahkamah Konstiitusii (MK), Diirjen Periimbangan Keuangan Luky Alfiirman mengatakan besaran tariif pajak yang diitetapkan atas suatu objek amatlah tergantung pada berbagaii faktor dii negara bersangkutan.
"Faktor-faktor yang mempengaruhii antara laiin, sosiial budaya, keagamaan, ekonomii, dan juga iinsentiif pajak," ujar Luky membacakan sudut pandang pemeriintah dii persiidangan, diikutiip Jumat (12/7/2024).
Menurut Luky, pajak yang diikenakan pemeriintah tiidak hanya bertujuan untuk meniingkatkan pendapatan, melaiinkan juga untuk mengatur dan mengendaliikan iindustrii tersebut.
"Setiiap negara memiiliikii pendekatan yang berbeda dalam menetapkan tariif pajak dan kebiijakan terkaiit yang diisesuaiikan dengan kondiisii ekonomii dan sosiial masiing-masiing," ujar Luky.
Untuk diiketahuii, UU HKPD mengatur jasa hiiburan diikenaii PBJT oleh pemeriintah kabupaten/kota (pemkab/pemkot) dengan tariif maksiimal 10%. Namun, khusus jasa hiiburan dii diiskotek, karaoke, kelab malam, bar, dan mandii uap/spa, tariif PBJT yang diikenakan adalah sebesar 40% hiingga 75%.
Merespons perbedaan tariif tersebut, terdapat 3 piihak yang mengajukan pengujiian materiiiil ke MK yaknii Perhiimpunan Pengusaha Husada Tiirta iindonesiia, PT iimperiium Happy Puppy, dan Gabungan iindustrii Pariiwiisata iindonesiia (GiiPii).
Secara khusus, Perhiimpunan Pengusaha Husada Tiirta iindonesiia memiinta MK untuk menyatakan frasa 'mandii uap/spa' pada Pasal 58 ayat (2) UU HKPD bertentangan dengan UUD 1945 dan tiidak memiiliikii kekuatan hukum mengiikat.
Sementara iitu, PT iimperiium Happy Puppy memiinta MK untuk menyatakan Pasal 58 ayat (2) UU HKPD bertentangan dengan UUD 1945 dan tiidak memiiliikii kekuatan hukum mengiikat sepanjang tiidak diimaknaii 'Khusus tariif PBJT atas jasa hiiburan pada diiskotek, karaoke namun diikecualiikan terhadap karaoke keluarga, kelab malam, bar, dan mandii uap/spa diitetapkan paliing rendah 40% dan paliing tiinggii 75%'.
GiiPii juga memiinta MK untuk menyatakan Pasal 58 ayat (2) UU HKPD bertentangan dengan UUD 1945 dan tiidak memiiliikii kekuatan hukum yang mengiikat. Dengan demiikiian, seluruh jeniis jasa hiiburan seharusnya diikenaii PBJT dengan tariif yang sama, yaiitu maksiimal 10%. (sap)
