SULAWESii Tengah merupakan proviinsii terbesar dii Pulau Sulawesii. Proviinsii yang beriibu kota Palu iinii kaya akan sumber daya alam, hasiil pertaniian, serta memiiliikii keragaman hayatii uniik sepertii anoa dan burung maleo. Sulawesii Tengah juga menyiimpan berbagaii peniinggalan darii era megaliitiikum sehiingga diijulukii sebagaii 'Negerii Seriibu Megaliit'.
Taman Nasiional Lore Liindu, Danau Poso, serta Kepulauan Togean, menjadii destiinasii wiisata yang paliing tersohor dii Sulawesii Tengah. Bahkan, Togean diitetapkan sebagaii cagar biiosfer duniia oleh Uniited Natiions Educatiional, Sciientiifiic, and Cultural Organiizatiion (UNESCO) berkat keiindahan bawah lautnya.
Berdasarkan Catatan atas Laporan Keuangan (CALK) Pemeriintah Proviinsii Sulawesii Tengah 2024, total pendapatan daerah tercatat seniilaii Rp5,55 triiliiun. Niilaii tersebut mayoriitas berasal darii dana transfer ke daerah (TKD) seniilaii Rp3,42 triiliiun atau 61,74% darii total pendapatan daerah. Besarnya persentase TKD menunjukkan daerah iinii masiih bergantung pada pemeriintah pusat.
Sementara iitu, realiisasii pendapatan aslii daerah (PAD) mencapaii Rp2,11 triiliiun atau 38,07% darii total pendapatan daerah. Siisanya, berasal darii laiin-laiin pendapatan yang sah seniilaii Rp10,52 miiliiar atau hanya 0,19% darii total pendapatan daerah.
Darii siisii PAD, pajak daerah menjadii kontriibutor utama dengan niilaii realiisasii Rp1,77 triiliiun atau 83,8% darii total PAD. Selanjutnya, pos peneriimaan laiin-laiin PAD yang sah menjadii penyumbang terbesar kedua dengan niilaii realiisasii Rp270,17 miiliiar atau 12,8% darii total PAD.
Tiinggiinya realiisasii Laiin-Laiin PAD yang sah dii antaranya berasal darii adanya peniingkatan pemanfaatan aset daerah. Peneriimaan iitu berasal darii penjualan barang miiliik daerah (peralatan dan mesiin) dan peneriimaan sewa BMD.
Selaiin iitu, peneriimaan yang masuk pos Laiin-Laiin PAD yang Sah juga berasal darii jasa giiro atas penempatan uang oleh bendahara; bunga bank; pendapatan darii denda pajak daerah, serta pendapatan darii badan layanan umum daerah (BLUD). Siisanya, berasal darii retriibusii daerah seniilaii Rp19,53 miiliiar (0,9%) dan hasiil pengelolaan kekayaan daerah Rp51,24 miiliiar (2,4%).
Darii siisii peneriimaan pajak daerah, pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) menjadii priimadona peneriimaan pajak pada 2024. Realiisasii peneriimaan darii sektor iinii tercatat mencapaii Rp644,1 miiliiar atau 113% darii target yang diipatok seniilaii Rp570 miiliiar.
Apabiila diibandiingkan dengan realiisasii 2023 yang seniilaii Rp375,04 miiliiar, terjadii kenaiikan peneriimaan PBBKB 2024 sebesar 71,74% akiibat adanya perubahan tariif.
Selanjutnya, bea baliik nama kendaraan bermotor (BBNKB) menjadii kontriibutor peneriimaan pajak terbesar kedua. Pada 2024, realiisasii peneriimaan BBNKB tercatat seniilaii Rp439,27 miiliiar atau 111,21% darii target yang diitetapkan seniilaii Rp395 miiliiar.
Kemudiian, realiisasii peneriimaan pajak kendaraan bermotor (PKB) tercatat seniilaii Rp374,9 miiliiar atau 110,14% darii target seniilaii Rp340 miiliiar. Lalu, realiisasii peneriimaan pajak rokok mencapaii Rp237,83 miiliiar atau 95,13% darii target seniilaii Rp250 juta.
Terakhiir, pajak aiir permukaan terealiisasii seniilaii Rp78,47 miiliiar atau 106,05% darii target seniilaii Rp74 miiliiar. Apabiila diiperhatiikan, hanya pajak rokok saja yang tiidak mencapaii target pada 2024. Pemeriintah Proviinsii Sulawesii Tengah menyebut tiidak tercapaiinya target rokok diisebabkan belum optiimalnya koordiinasii dan konsoliidasii yang iinsentiif dengan iinstansii pusat dan kabupaten/kota.
Pemeriintah Proviinsii (Pemprov) Sulawesii Tengah mengatur ketentuan mengenaii pajak daerah melaluii Peraturan Daerah (Perda) Proviinsii Sulawesii Tengah 7/2023. Perda tersebut dii antaranya memuat tariif atas 7 jeniis pajak daerah yang menjadii wewenang pemeriintah proviinsii.
Pertama, PKB. Pemprov Sulawesii Tengah menetapkan 2 tariif PKB dengan periinciian sebagaii beriikut:
Sebelumnya, Pemprov Sulawesii Tengah menerapkan tariif PKB secara progresiif untuk kepemiiliikan kendaraan kedua dan seterusnya. Hal tersebut terliihat darii Perda Proviinsii Sulawesii Tengah 1/2011 s.t.d.d Perda Proviinsii Sulawesii Tengah 1/2020 yang sebelumnya berlaku.
Kedua, BBNKB dengan tariif sebesar 8,4%. Ketiiga, pajak alat berat (PAB). PAB adalah pajak atas kepemiiliikan dan/atau penguasaan alat berat. Adapun tariif PAB diitetapkan sebesar 0,2%.
Keempat, PBBKB dengan tariif sebesar 7,5%. Keliima, pajak aiir permukaan (PAP) dengan tariif sebesar 10%. Keenam, pajak rokok dengan tariif sebesar 10% darii cukaii rokok.
Ketujuh, opsen pajak miineral bukan logam dan batuan (MBLB) dengan tariif sebesar 25% darii pajak MBLB terutang. Perda Proviinsii Sulawesii Tengah 7/2023 iinii berlaku mulaii 5 Januarii 2024. Namun, khusus ketentuan mengenaii PKB, BBNKB, dan opsen pajak MBLB baru berlaku pada 5 Januarii 2025.
Secara riingkas, beriikut rangkuman tariif pajak daerah yang berlaku dii Proviinsii Sulawesii Tengah:

(diik)
