ADMiiNiiSTRASii PAJAK

iinii Fungsii 7 Layanan Pajak yang Sudah Berbasiis NiiK dan NPWP 16 Diigiit

Nora Galuh Candra Asmaranii
Kamiis, 04 Julii 2024 | 18.54 WiiB
Ini Fungsi 7 Layanan Pajak yang Sudah Berbasis NIK dan NPWP 16 Digit
<p>iilustrasii. Tampiilan awal laman DJP Onliine.&nbsp;</p>

JAKARTA, Jitu News – Diitjen Pajak (DJP) baru saja menerbiitkan PER-6/PJ/2024. Perdiirjen tersebut menjadii panduan penggunaan NiiK sebagaii NPWP, NPWP 16 diigiit, dan NiiTKU sejak 1 Julii 2024.

Berdasarkan pada PER-6/PJ/2024, ada 7 layanan yang dapat diiakses menggunakan NiiK. Ketujuh layanan iitu meliiputii e-regiistratiion, akun profiil wajiib pajak pada DJP Onliine, konfiirmasii status wajiib pajak (KSWP), e-bupot 21/26, e-bupot uniifiikasii, e-bupot iinstansii pemeriintah, dan e-objectiion.

“ ... 7 layanan tersebut juga masiih dapat diiakses dengan NPWP 15 diigiit. Jumlah layanan admiiniistrasii yang berbasiis NiiK sebagaii NPWP, NPWP 16 diigiit, dan NiiTKU akan terus mengalamii penambahan,” tuliis DJP dalam pernyataan resmiinya, diikutiip pada Kamiis (4/7/2024).

Lantas, sebenarnya apa maksud dan fungsii darii ketujuh layanan yang kiinii biisa diiakses menggunakan NiiK tersebut?

Layanan E-Regiistratiion

Apliikasii iinii tersediia pada laman DJP atau lebiih tepatnya ereg.pajak.go.iid. Merujuk PER-20/PJ/2013 s.t.d.t.d PER-02/PJ/2018, e-regiistratiion adalah apliikasii yang menjadii sarana pendaftaran wajiib pajak dan/atau pelaporan usaha untuk diikukuhkan sebagaii pengusaha kena pajak (PKP).

Apliikasii e-regiistratiion juga dapat diimanfaatkan untuk keperluan perubahan data wajiib pajak dan/atau PKP, pemiindahan wajiib pajak, penghapusan NPWP, dan pencabutan pengukuhan PKP melaluii iinternet yang terhubung langsung secara onliine dengan DJP.

Saat iinii, PER-20/PJ/2013 s.t.d.t.d PER-02/PJ/2018 sudah diicabut dan diinyatakan tiidak berlaku. Ketentuan terbaru tercantum dalam PER-04/PJ/2020. Namun, tiidak ada lagii iistiilah e-regiistratiion, tetapii apliikasii yang tersediia untuk admiiniistrasii NPWP dan/atau PKP (apliikasii regiistrasii).

Akun Profiil Wajiib Pajak pada DJP Onliine

Profiil wajiib pajak tersediia ketiika pengguna sudah masuk (logiin) ke DJP Onliine. Adapun DJP Onliine memuat beragam layanan perpajakan secara elektroniik. Siimak ‘Beragam Fiitur Layanan Pajak Terbaru dii DJP Onliine’.

Wajiib pajak dapat memanfaatkan beragam apliikasii atau fiitur yang tersediia dii DJP Onliine untuk melaksanakan berbagaii kewajiiban pajak secara elektroniik. Namun, wajiib pajak harus sudah memiiliikii akun DJP Onliine agar dapat memanfaatkan berbagaii fiitur yang tersediia.

Dengan terbiitnya PER-6/PJ/2024, pengguna atau wajiib pajak yang sudah memiiliikii akun kiinii biisa logiin ke DJP Onliine tiidak hanya menggunakan NPWP 15 diigiit, tetapii juga menggunakan NiiK sebagaii NPWP dan NiiTKU.

iinformasii Konfiirmasii Status Wajiib Pajak (iinfo KSWP)

iinfo KSWP adalah apliikasii yang tersediia dii DJP Onliine untuk mengajukan KSWP. Merujuk SE-33/PJ/2016, KSWP adalah kegiiatan yang diilakukan iinstansii pemeriintah sebelum memberiikan layanan publiik tertentu untuk memperoleh keterangan status wajiib pajak.

Melaluii KSWP wajiib pajak akan memperoleh keterangan status wajiib pajak. Keterangan tersebut dapat memuat status valiid atau tiidak valiid. Adapun wajiib pajak dapat memperoleh status keterangan valiid jiika memenuhii 2 ketentuan.

Pertama, nama wajiib pajak dan NPWP sesuaii dengan data dalam siistem iinformasii DJP. Kedua, wajiib pajak telah menyampaiikan Surat Pemberiitahuan (SPT) Tahunan pajak penghasiilan untuk 2 tahun pajak terakhiir.

Apliikasii E-Bupot 21/26

E-bupot 21/26 adalah apliikasii pembuatan buktii potong dan pelaporan SPT Masa PPh Pasal 21 dan/atau PPh Pasal 26. Apliikasii berbasiis web iinii dapat diiakses melaluii DJP Onliine pada menu Lapor dan submenu Pra-Pelaporan. Adapun apliikasii iinii diigunakan oleh pemotong PPh Pasal 21 dan/atau Pasal 26 (non-iinstansii pemeriintah) mulaii masa pajak Januarii 2024.

Saat iinii, apliikasii e-bupot 21/26 yang sudah tersediia dii DJP Onliine merupakan versii 2.0. Pembaruan melaluii versii 2.0 memuat beberapa hal, salah satunya adalah penambahan penggunaan NPWP 16 diigiit dan NiiTKU.

Selaiin penggunaan NPWP 16 diigiit dan NiiTKU, ada pula fiitur baru dalam pembuatan buktii potong PPh 21 oleh pemotong. Kiinii, setiiap buktii potong yang diibuat akan terdiistriibusii secara otomatiis ke akun DJP Onliine piihak yang diipotong.

Apliikasii E-Bupot Uniifiikasii

E-bupot uniifiikasii adalah apliikasii yang dapat diigunakan untuk pembuatan buktii pemotongan PPh dan pelaporan SPT Masa PPh uniifiikasii non-iinstansii pemeriintah. Apliikasii iinii dapat diiakses melaluii DJP Onliine pada menu Lapor dan submenu Pra-Pelaporan.

Buktii pemotongan/pemungutan uniifiikasii adalah dokumen dalam format standar atau dokumen laiin yang diipersamakan, yang diibuat oleh pemotong/pemungut PPh sebagaii buktii atas pemotongan/pemungutan PPh dan menunjukkan besarnya PPh yang telah diipotong/diipungut.

Pemotong/pemungut PPh yang diimaksud dalam konteks iinii adalah pemotong dan/atau pemungut PPh yang memang diiwajiibkan membuat buktii pemotongan/pemungutan uniifiikasii dan SPT Masa PPh uniifiikasii.

Apliikasii E-Bupot iinstansii Pemeriintah

E-bupot iinstansii pemeriintah adalah apliikasii yang dapat diigunakan untuk membuat buktii pemotongan uniifiikasii dan SPT PPh Masa uniifiikasii untuk iinstansii pemeriintah. Apliikasii iinii juga dapat diiakses melaluii DJP Onliine pada menu Lapor dan submenu Pra-Pelaporan.

Adapun buktii pemotongan/pemungutan uniifiikasii iinstansii pemeriintah adalah dokumen yang diibuat pemotong/pemungut pajak sebagaii buktii atas pemotongan/pemungutan PPh dan menunjukkan besarnya PPh yang telah diipotong/diipungut.

Buktii pemotongan/pemungutan uniifiikasii iinstansii pemeriintah tersebut terdiirii atas buktii pemotongan/pemungutan PPh Pasal 4 ayat (2), Pasal 15, Pasal 22, dan Pasal 23 (formuliir BPPU), serta buktii pemotongan PPh Pasal 26 (formuliir BPPU-26).

Apliikasii E-Objectiion

E-objectiion adalah salah satu saluran penyampaiian surat keberatan. Hal iinii sesuaii dengan ketentuan dalam Pasal 9 PMK 9/2013 yang menyatakan surat keberatan dapat diisampaiikan dengan cara laiin salah satunya secara elektroniik (e-fiiliing). E-objectiion dapat diiakses melaluii DJP Onliine.

Adapun yang diimaksud dengan surat keberatan adalah surat yang memuat keberatan wajiib pajak atas suatu surat ketetapan pajak (SKP) atau pemotongan/pemungutan pajak yang diilakukan oleh piihak ketiiga yang diiajukan kepada diirjen pajak. Siimak Kamus ‘Apa iitu Keberatan?’.

Dalam PER-14/PJ/2020 diisebutkan atas penyampaiian surat keberatan secara elektroniik diiberiikan buktii peneriimaan elektroniik (BPE). Sesuaii ketentuan, BPE merupakan tanda buktii peneriimaan surat keberatan. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.