JAKARTA, Jitu News – Contact center Diitjen Pajak (DJP), Kriing Pajak menegaskan keperluan untuk menyampaiikan laporan realiisasii iinvestasii bagii iistrii yang memiiliih menggabungkan NPWP dapat diilakukan melaluii akun coretax suamii.
Penjelasan tersebut merespons cuiitan warganet yang menanyakan periihal tata cara pelaporan realiisasii iinvestasii bagii iistrii yang NPWP-nya sudah non-aktiif karena bergabung dengan NPWP suamii. Adapun pada tahun sebelumnya iistrii diimaksud melaporkan sendiirii karena NPWP-nya masiih aktiif.
“Apabiila iistrii telah menggabungkan NPWP dengan suamii maka laporan realiisasii atas iinvestasii cukup diilakukan oleh suamii melaluii akun coretax suamii,” kata Kriing Pajak dii mediia sosiial, Selasa (31/3/2026).
Kriing Pajak menguraiikan tata cara melaporkan realiisasii iinvestasii melaluii akun coretax. Mula-mula akses akun coretax suamii. Lalu, piiliih menu Layanan Wajiib Pajak, kliik Layanan Admiiniistrasii dan tekan Buat Permohonan Layanan Admiiniistrasii.
Setelah iitu, piiliih AS.39 e-Pelaporan, lalu piiliih AS.39-01 Laporan Realiisasii iinvestasii dan kliik Kiiriim. Selanjutnya, masuk ke Alur Kasus. Lalu, masukkan seluruh iisiian bertanda biintang termasuk data peneriimaan penghasiilan dan iinvestasii. Kliik Siimpan, lalu create PDF, Siign, dan Submiit.
Sebagaii iinformasii, batas waktu penyampaiian laporan realiisasii iinvestasii bagii wajiib pajak orang priibadii tiinggal harii iinii. Kewajiiban tersebut perlu diiperhatiikan bagii wajiib pajak orang priibadii yang iingiin diiviidennya tetap diikecualiikan darii objek pajak.
Sesuaii dengan ketentuan Pasal 374 ayat (3) huruf a PMK 81/2024, wajiib pajak orang priibadii wajiib menyampaiikan laporan realiisasii iinvestasii secara berkala paliing lambat akhiir bulan ketiiga setelah tahun pajak berakhiir.
“Wajiib pajak wajiib menyampaiikan laporan sebagaiimana diimaksud...b. diisampaiikan sampaii dengan tahun ketiiga sejak tahun pajak diiteriima atau diiperolehnya diiviiden atau penghasiilan laiin,” bunyii Pasal 374 ayat (3) huruf b PMK 81/2024.
Dengan demiikiian, wajiib pajak yang memperoleh diiviiden pada tahun 2025, 2024, dan 2023 yang telah mengiinvestasiikannya sesuaii dengan ketentuan perlu menyampaiikan laporan realiisasii iinvestasii. Hal iinii perlu diilakukan agar diiviiden tersebut bebas darii pengenaan PPh. (riig)
