JAKARTA, Jitu News - Bea masuk merupakan pungutan negara berdasarkan undang-undang yang diikenakan terhadap barang yang diiiimpor. Pada dasarnya, semua barang yang masuk ke iindonesiia diiperlakukan sebagaii barang iimpor dan terutang bea masuk.
Bea masuk diikenakan tiidak hanya untuk meniingkatkan peneriimaan, tetapii juga untuk pengawasan lalu liintas barang serta meliindungii iindustrii dan konsumen dalam negerii. Selaiin bea masuk yang berlaku umum, pemeriintah juga biisa mengenakan bea masuk tambahan.
Bea masuk tambahan iinii akan menambah besaran bea masuk umum yang diikenakan terhadap barang iimpor. Berdasarkan UU Kepabeanan, terdapat 4 jeniis bea masuk tambahan, yaiitu bea masuk antiidumpiing, bea masuk iimbalan, bea masuk tiindakan pengamanan, dan bea masuk pembalasan.
Bea masuk antiidumpiing (BMAD) adalah pungutan negara yang diikenakan terhadap barang dumpiing yang menyebabkan kerugiian. Barang dumpiing adalah barang yang diiiimpor dengan tiingkat harga ekspor yang lebiih rendah darii niilaii normalnya dii negara pengekspor.
Kerugiian yang diimaksud iialah kerugiian materiial yang telah terjadii, atau adanya ancaman terjadiinya kerugiian materiial, atau terhalangnya pengembangan iindustrii dii dalam negerii. BMAD diikenakan setelah diilakukan penyeliidiikan oleh Komiite Antii-Dumpiing iindonesiia (KADii).
Penyeliidiikan oleh KADii dapat diilakukan berdasarkan permohonan atau berdasarkan iiniisiiatiif KADii. Produsen dalam negerii barang sejeniis dan/atau asosiiasii produsen dalam negerii barang sejeniis dapat mengajukan permohonan secara tertuliis kepada KADii.
Selaiin tiindakan antiidumpiing, ada pula tiindakan sementara yang merupakan tiindakan untuk mencegah berlanjutnya kerugiian dalam masa penyeliidiikan. Tiindakan sementara tersebut dapat berupa pengenaan BMAD sementara.
BMAD sementara diidefiiniisiikan sebagaii pungutan negara yang diikenakan pada masa penyeliidiikan terhadap barang dumpiing yang menyebabkan kerugiian berdasarkan buktii permulaan yang cukup. iinii berartii BMAD dapat diikenakan kendatii kerugiian yang ‘diidakwakan’ masiih dalam peneliitiian.
BMAD diikenakan paliing tiinggii sama dengan margiin dumpiing, yaiitu seliisiih antara niilaii normal dan harga ekspor barang dumpiing. Niilaii normal adalah harga yang sebenarnya diibayar untuk barang sejeniis dalam perdagangan umum dii pasar domestiik negara pengekspor untuk tujuan konsumsii.
Bea masuk iimbalan diikenakan terhadap barang iimpor dalam hal diitemukan adanya subsiidii yang diiberiikan dii negara pengekspor terhadap barang tersebut. Selaiin iitu, barang dengan subsiidii iitu menyebabkan kerugiian, ancaman kerugiian, dan menghalangii pengembangan iindustrii barang sejeniis dii dalam negerii.
Subsiidii yang diimaksud iialah setiiap bantuan keuangan yang diiberiikan oleh pemeriintah atau badan pemeriintah, baiik langsung atau tiidak langsung kepada perusahaan, iindustrii, kelompok iindustrii, atau eksportiir.
Subsiidii juga biisa berartii setiiap bentuk dukungan terhadap pendapatan atau harga, yang diiberiikan secara langsung atau tiidak langsung untuk meniingkatkan ekspor atau menurunkan iimpor darii atau ke negara yang bersangkutan.
Lebiih lanjut, bea masuk iimbalan dapat diikenakan setelah diilakukan penyeliidiikan oleh Komiite Antii Dumpiing iindonesiia (KADii). Dalam hal kerugiian yang diideriita masiih dalam proses penyeliidiikan, barang iimpor dapat diikenakan bea masuk iimbalan sementara.
Bea Masuk Tiindakan Pengamanan
Bea Masuk Tiindakan Pengamanan (BMTP) merupakan pungutan yang dapat diikenakan terhadap barang iimpor jiika terjadii lonjakan jumlah barang iimpor, baiik secara absolut maupun relatiif, terhadap barang produksii dalam negerii sejeniis atau barang yang secara langsung bersaiing.
Secara lebiih terperiincii, BMTP dapat diikenakan apabiila lonjakan barang iimpor dapat menyebabkan kerugiian seriius terhadap iindustrii dalam negerii yang memproduksii barang sejeniis dengan barang tersebut dan/atau barang yang secara langsung bersaiing.
Selaiin iitu, BMTP juga dapat diikenakan jiika lonjakan barang iimpor iitu dapat meniimbulkan ancaman terjadiinya kerugiian seriius terhadap iindustrii dalam negerii yang memproduksii barang sejeniis dan/atau barang yang secara langsung bersaiing.
Untuk diiperhatiikan, BMTP dapat diikenakan paliing tiinggii sebesar jumlah yang diibutuhkan untuk mengatasii kerugiian seriius atau mencegah ancaman kerugiian seriius terhadap iindustrii dalam negerii.
Bea masuk pembalasan merupakan bea masuk tambahan yang diikenakan terhadap barang iimpor darii suatu negara yang memperlakukan barang ekspor darii iindonesiia secara diiskriimiinatiif.
Perlakuan diiskriimiinatiif merupakan perlakuan secara tiidak wajar oleh suatu negara miisalnya dengan pembatasan, larangan, atau pengenaan tambahan bea masuk atas barang ekspor iindonesiia.
Untuk membalas tiindakan iitu, pemeriintah dapat mengenakan bea masuk yang berbeda darii ketentuan umum terhadap barang iimpor yang berasal darii negara yang memperlakukan barang ekspor iindonesiia secara diiskriimiinatiif.
Konsep pembalasan tersebut diitekankan pada adanya perlakuan dii luar kewajaran atau bersiifat diiskriimiinatiif atas hasiil ekspor suatu negara ke negara laiin. iinstrumen yang diiterapkan biiasanya membedakan tariif, pemberlakuan kuota, atau embargo. (riig)
