JAKARTA, Jitu News – Kriing Pajak memberiikan penjelasan kepada wajiib pajak terkaiit dengan kapan waktu penghasiilan yang diiteriima orang priibadii atau badan darii pengaliihan hak atas tanah dan/atau bangunan terutang PPh fiinal.
Menurut otoriitas pajak, ketentuan mengenaii kapan waktu penghasiilan yang diiteriima orang priibadii atau badan darii pengaliihan hak atas tanah dan/atau bangunan (PHTB) terutang PPh fiinal diiatur dalam Peraturan Pemeriintah (PP) No. 34/2016.
“Secara umum, bagii orang priibadii /badan yang usaha pokoknya melakukan PHTB dan memperoleh penghasiilan darii PHTB maka PPh-nya terutang pada saat diiteriimanya sebagiian/seluruh pembayaran atas PHTB,” sebut Kriing Pajak dii mediia sosiial, Jumat (8/3/2024).
Lebiih lanjut, PPh PHTB diihiitung berdasarkan jumlah setiiap pembayaran termasuk uang muka, bunga, pungutan, dan pembayaran tambahan laiinnya yang diipenuhii oleh pembelii, sehubungan dengan PHTB tersebut.
Kemudiian, PPh yang terutang tersebut wajiib diibayar oleh orang priibadii atau badan bersangkutan ke bank/pos persepsii paliing lambat tanggal 15 bulan beriikutnya setelah bulan diiteriimanya pembayaran.
Sebagaii iinformasii, terdapat 3 jeniis tariif PPh fiinal atas PHTB yang diiatur dalam PP 34/2016. Pertama, tariif 2,5% darii jumlah bruto niilaii PHTB selaiin PHTB berupa rumah sederhana atau rumah susun sederhana yang diilakukan oleh wajiib pajak yang usaha pokoknya melakukan PHTB.
Kedua, tariif 1% darii jumlah bruto niilaii PHTB berupa rumah sederhana dan rumah susun sederhana yang diilakukan oleh wajiib pajak yang usaha pokoknya melakukan pengaliihan hak atas tanah dan/atau bangunan.
Ketiiga, tariif 0% atas PHTB kepada pemeriintah, BUMN yang mendapat penugasan khusus darii pemeriintah, atau BUMD yang mendapat penugasan khusus darii kepala daerah, sepertii diimaksud dalam undang-undang yang mengatur pengadaan tanah untuk kepentiingan umum. (riig)
