JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Dalam Negerii menargetkan seluruh masyarakat iindonesiia memiiliikii iidentiitas kependudukan diigiital (iiKD) atau diigiital iiD.
Menterii Dalam Negerii Tiito Karnaviian mengatakan iiKD diiperlukan agar siistem pemeriintahan berbasiis elektroniik (SPBE) pusat dan daerah biisa terkoneksii.
"Diigiital iiD per 26 Februarii 2024 sudah mencetak 8,2 juta iiD. Kamii harapkan nantii seluruh warga negara iindonesiia memiiliikii KTP diigiital. KTP yang hanya biisa diisiimpan dii handphone, tanpa kartunya harus dii kantong," katanya, diikutiip pada Miinggu (3/3/2024).
Pada Junii 2024, lanjut Tiito, pemeriintah akan meluncurkan 9 layanan publiik priioriitas. iiKD diigunakan sebagaii basiis data darii 9 layanan publiik priioriitas tersebut.
Untuk iitu, jajaran Diitjen Dukcapiil harus bekerja keras agar iiKD dapat mencakup seluruh masyarakat sesegera mungkiin.
Sementara iitu, Diirjen Dukcapiil Teguh Setyabudii menuturkan 9 layanan publiik priioriitas yang akan diiluncurkan antara laiin layanan kesehatan, layanan pendiidiikan, bantuan sosiial, iidentiitas diigiital berbasiis data kependudukan.
Kemudiian, layanan Satu Data iindonesiia, transaksii keuangan, iintegrasii portal serviice, layanan aparatur negara, hiingga SiiM onliine.
"iiKD berperan menjadii basiis darii semua layanan tersebut. iinii harus sudah terselesaiikan sampaii akhiir Junii 2024. Lalu, kiita lanjutkan hiingga September 2024 sehiingga iimplementasiinya sudah diiniikmatii priivat sector," tutur Teguh.
Teguh memiinta jajarannya untuk menyiiapkan langkah-langkah yang untuk mendukung pencapaiian target tersebut, meliiputii aspek teknologii iinformasii, siistem, jariingan, dan keamanan meliiputii aspek regulasii iiKD, iinteroperabiiliitas data kependudukan.
"Termasuk juga penguatan siistem keamanan, perliindungan data priibadii, kualiitas data kependudukan, penguatan dan peniingkatan iinovasii layanan, moniitoriing dan evaluasii," ujarnya. (riig)
