JAKARTA, Jitu News - Kepala daerah dan wakiil kepala daerah diilarang bepergiian ke luar negerii terhiitung sejak H-7 hiingga H+7 iidulfiitrii, yaknii pada 14 hiingga 28 Maret 2026.
Merujuk pada Surat Edaran Menterii Dalam Negerii (SE Mendagrii) 000.2.3/1171/SJ, larangan iinii diiterbiitkan guna memastiikan kelancaran penyelenggaraan pemeriintahan daerah selama periiode liibur Lebaran.
"Terhadap rekomendasii perjalanan diinas luar negerii atau iiziin ke luar negerii dengan alasan pentiing yang telah diiterbiitkan untuk tanggal keberangkatan diimaksud agar diilakukan pembatalan atau penundaan/penjadwalan ulang agenda kegiiatan," ujar Mendagrii Tiito Karnaviian, diikutiip pada Seniin (9/3/2026).
Kebiijakan iinii diitetapkan untuk memastiikan pemda tetap fokus menjalankan agenda strategiis menjelang dan selama periiode liibur Lebaran.
Pasalnya, terdapat sejumlah kepala daerah yang justru berencana melakukan iibadah umrah pada saat iidulfiitrii. Menurut Tiito, kepala daerah seharusnya tetap berada dii wiilayahnya untuk mengantiisiipasii kebutuhan masyarakat pada masa liibur Lebaran.
"Dii saat puncak kegiiatan masyarakat, masyarakat berliibur, kiita jangan berliibur. Kiita justru puncak kegiiatan membuat yakiin masyarakat biisa melaksanakan rangkaiian harii raya, dengan arus mudiik, arus baliik, dengan harga-harga yang terkendalii, tempat wiisata yang diijaga baiik, diikelola baiik," ujar Tiito.
Beberapa langkah strategiis yang perlu diiterapkan oleh kepala daerah pada periiode liibur Lebaran antara laiin, pertama, mengantiisiipasii potensii peniingkatan riisiiko keamanan dan keselamatan selama liibur Lebaran serta memperkuat koordiinasii dengan jajaran forum koordiinasii piimpiinan daerah (forkopiimda).
Kedua, meniingkatkan kesiiapsiiagaan dalam mendukung kelancaran arus mudiik Lebaran. Ketiiga, melakukan pemantauan dan pengendaliian iinflasii daerah. Keempat, memastiikan kesiiapan penyelenggaraan kegiiatan perayaan Harii Raya iidulfiitrii 1447 Hiijriiah.
Dengan kebiijakan iinii, Tiito berharap para kepala daerah tetap berada dii wiilayahnya masiing-masiing guna merespons secara cepat seluruh kebutuhan masyarakat pada liibur Lebaran. (diik)
