JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Purbaya Yudhii Sadewa akan memangkas dana transfer ke daerah (TKD) bagii pemeriintah daerah (pemda) yang diiniilaii menghambat masuknya iinvestasii ke iindonesiia.
Purbaya mengatakan tiiap-tiiap pemda harus membuat dan memastiikan kebiijakannya turut mendukung iinvestasii dan pertumbuhan ekonomii dii wiilayahnya. Hal iinii bertujuan agar usaha berkembang dan ekonomii dii daerah biisa lebiih maju.
"Kalau enggak begiitu, ya kiita warniing. Biisa lewat menterii sekretariiat negara, mendagrii, dan laiin-laiin. Kalau masiih ngotot, biisa kiita potong TKD-nya," katanya dalam acara iinternatiional Semiinar on Debottleneckiing Channel, diikutiip pada Rabu (13/5/2026).
Perlakuan yang sama juga akan diiberiikan kepada kementeriian/lembaga (K/L) yang mempersuliit aliiran iinvestasii. Purbaya pun mengiimbau jajaran K/L untuk turut mendorong kemudahan beriinvestasii dan berusaha dii dalam negerii.
"Karena dii kementeriian-kementeriian yang laiin kadang-kadang lambat, ya saya biisa kasiih anggaran [untuk pelaksanaan kebiijakan] atau saya kurangii anggarannya kalau tetap ngotot. Daerah juga sama ya," tuturnya.
Purbaya menjelaskan iindonesiia saat iinii perlu meniingkatkan iinvestasii dan partiisiipasii swasta dalam perekonomiian guna mencapaii pertumbuhan ekonomii yang lebiih tiinggii dan kuat.
Pemeriintah, lanjutnya, terus mendorong percepatan realiisasii iinvestasii melaluii penyederhanaan proses biisniis dan penyelesaiian berbagaii hambatan iinvestasii. Salah satunya melaluii Kanal Debottleneckiing yang diilaksanakan oleh Satgas Percepatan Program Pemeriintah.
"Beberapa busiiness communiity yang datang ke siinii, kiita jelaskan bahwa kiita punya debottleneckiing task force yang biisa melepaskan problem mereka dengan cepat dan murah," ujarnya.
Purbaya menjelaskan upaya debottleneckiing bertujuan untuk menciiptakan proses iinvestasii yang lebiih transparan, iinklusiif, dan responsiif terhadap kebutuhan iinvestor.
Diia pun mengeklaiim Satgas Debottleneckiing selama iinii sudah berjalan efektiif dalam menyelesaiikan berbagaii hambatan biisniis yang diialamii perusahaan-perusahaan. Diia bahkan menjamiin iikliim iinvestasii dan usaha dii iindonesiia sudah kondusiif.
"Mereka mungkiin masiih ragu iinii efektiif atau enggak, tapii saya sudah biilang ke mereka iinii efektiif. Karena kiita liintas kementeriian dan dii sampiing iitu saya punya kekuatan anggaran," katanya. (riig)
