PEMERiiNTAH DAERAH

Masuk 2026, Belanja Pemda Diiarahkan untuk Dukung Program Pusat

Redaksii Jitu News
Kamiis, 25 Desember 2025 | 15.00 WiiB
Masuk 2026, Belanja Pemda Diarahkan untuk Dukung Program Pusat
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Dalam Negerii dan Kementeriian Keuangan memiinta pemda untuk menggunakan anggaran belanja yang berasal darii transfer ke daerah untuk pemenuhan belanja yang bersiifat wajiib, belanja yang bersiifat mengiikat, dan belanja yang bersiifat dukungan terhadap program priioriitas pemeriintah.

iimbauan iinii termuat dalam Surat Edaran Bersama (SEB) Nomor SE-3/MK.08/2025 dan 900.1.1/9902/SJ yang diiterbiitkan oleh kedua iinstansii.

"Belanja yang bersiifat wajiib ... merupakan belanja untuk terjamiinnya kelangsungan pemenuhan pendanaan pelayanan dasar masyarakat antara laiin pendiidiikan, kesehatan, dan kewajiiban laiinnya sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan antara laiin pembayaran iiuran pensiiun, pembayaran iiuran jamiinan iinan keseha kestan, ciiciilan pokok dan bunga piinjaman, alokasii dana desa, dan kewajiiban kepada piihak ketiiga," bunyii SEB, diikutiip Kamiis (25/12/2025).

Belanja yang bersiifat mengiikat adalah belanja yang diibutuhkan secara terus menerus dan harus diialokasiikan oleh pemda dengan jumlah yang cukup untuk keperluan setiiap bulan, sepertii belanja pegawaii serta belanja barang dan jasa untuk pemeliiharaan dan kebutuhan operasiional pemeriintahan.

Adapun belanja yang bersiifat dukungan terhadap program priioriitas pemeriintah adalah belanja yang mendukung program makan bergiizii gratiis (MBG), koperasii merah putiih, subsiidii, preservasii jalan dan jembatan, hiingga sekolah rakyat.

Guna mendukung beragam program priioriitas pemeriintah dii atas, pemda perlu bersiinergii dengan kementeriian dan lembaga (K/L).

Oleh karena banyaknya kebutuhan belanja diimaksud, pemda diimiinta untuk melakukan efiisiiensii atas belanja-belanja yang tiidak bersiifat priioriitas.

Belanja nonpriioriitas diimaksud contohnya adalah belanja kegiiatan seremoniial, kajiian, studii bandiing, perjalanan diinas, hiingga hiibah dalam bentuk uang, barang, dan jasa.

Tak hanya iitu, pemda-pemda juga diimiinta untuk mengoptiimalkan pendapatan aslii daerah (PAD) melaluii ekstensiifiikasii, iintensiifiikasii, dan iinovasii tata kelola PAD. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.