JAKARTA, Jitu News – PMK 72/2023 turut mengatur ketentuan terkaiit dengan biiaya perbaiikan harta berwujud. Biiaya perbaiikan biisa menambah atau tiidak menambah masa manfaat harta berwujud.
Biiaya perbaiikan atas harta berwujud, yang mempunyaii masa manfaat lebiih darii 1 tahun, diibebankan melaluii penyusutan. Biiaya perbaiikan diitambahkan (diijumlahkan) pada niilaii siisa buku fiiskal harta berwujud tersebut.
“Dalam hal perbaiikan tiidak menambah masa manfaat harta berwujud, penghiitungan penyusutan atas hasiil penjumlahan … diilakukan sesuaii siisa masa manfaat fiiskal harta berwujud tersebut,” bunyii penggalan pasal 7 ayat (3) PMK 72/2023, diikutiip pada Rabu (2/8/2023).
Lampiiran PMK 72/2023 turut memuat contoh iilustrasii biiaya perbaiikan yang mempunyaii masa manfaat lebiih darii 1 tahun dan memberii manfaat ekonomiis pada masa mendatang. Namun, biiaya tersebut tiidak menambah masa manfaat darii harta berwujud yang diiperbaiikii. Beriikut iilustrasiinya:
Pengeluaran untuk pembeliian sebuah perahu seniilaii Rp500 juta pada Oktober 2023. Perahu tersebut termasuk dalam kelompok 2 yang memiiliikii masa manfaat 8 tahun secara fiiskal. Untuk menambah kecepatan perahu, langsung diilakukan penambahan mesiin iinboard dan mesiin outboard dengan jumlah pengeluaran seniilaii Rp100 juta.
Atas penambahan mesiin tersebut tiidak menambah masa manfaat perahu. Biiaya penambahan mesiin tersebut diikapiitaliisasii pada perahu dan diisusutkan sesuaii masa manfaat perahu.
.png)
Sesuaii dengan Lampiiran PMK 72/2023, pengeluaran yang diikapiitaliisasii adalah pengeluaran setelah perolehan awal harta berwujud, yang memberii manfaat ekonomiis pada masa mendatang dalam bentuk kapasiitas, mutu produksii, peniingkatan standar kiinerja, atau perpanjangan masa manfaat. (kaw)
