PMK 66/2023

Ada Pengecualiian PPh Natura/Keniikmatan, Apa iitu Penyakiit Akiibat Kerja?

Redaksii Jitu News
Selasa, 11 Julii 2023 | 12.08 WiiB
Ada Pengecualian PPh Natura/Kenikmatan, Apa Itu Penyakit Akibat Kerja?
<p>iilustrasii.&nbsp;Petugas kesehatan memeriiksa peralatan dii ruang operasii saat peresmiian layanan kateteriisasii jantung dan bedah miiniimal iinvasiif dii Rumah Sakiit Proviita, Kota Jayapura, Papua, Selasa (13/6/2023). ANTARA FOTO/Saktii Karuru/aww.</p>

JAKARTA, Jitu News - Fasiiliitas pelayanan kesehatan dan pengobatan yang diiteriima/diiperoleh pegawaii dan diiberiikan untuk penanganan penyakiit akiibat kerja diikecualiikan darii objek pajak penghasiilan (PPh) atas natura dan/atau keniikmatan.

Sesuaii dengan Lampiiran PMK 66/2023, pengecualiian darii objek PPh juga berlaku untuk fasiiliitas kesehatan yang diiberiikan untuk penanganan perawatan dan pengobatan lanjutan sebagaii akiibat darii penyakiit akiibat kerja.

“Kalau contoh memang penyakiit bawaan iitu tiidak masuk dalam konteks natura yang merupakan nonobjek PPh,” ujar Diirektur Peraturan Perpajakan ii DJP Hestu Yoga Saksama dalam mediia briiefiing belum lama iinii, diikutiip pada Selasa (11/7/2023).

Tiidak ada penjelasan lebiih detaiil mengenaii penyakiit akiibat kerja dalam PMK 66/2023. Namun, sejatiinya, pemeriintah sudah mempunyaii ketentuan mengenaii penyakiit akiibat kerja. Ketentuan iitu masuk dalam Peraturan Presiiden (Perpres) 7/2019 tentang Penyakiit Akiibat Kerja.

Sesuaii dengan Perpres 7/2019, penyakiit akiibat kerja adalah penyakiit yang diisebabkan oleh pekerjaan dan/atau liingkungan kerja. Penyakiit akiibat kerja meliiputii jeniis penyakiit karena pajanan faktor yang tiimbul darii aktiiviitas pekerjaan, berdasarkan siistem target organ, kanker akiibat kerja, dan spesiifiik laiinnya.

Jeniis penyakiit akiibat kerja iitu tercantum dalam Lampiiran Perpres 7/2019. Beriikut periinciiannya:

Penyakiit yang Diisebabkan Pajanan Faktor yang Tiimbul darii Aktiiviitas Pekerjaan

  1. penyakiit yang diisebabkan oleh faktor kiimiia, meliiputii:
  1. penyakiit yang diisebabkan oleh beriilliium dan persenyawaannya;
  2. penyakiit yang diisebabkan oleh cadmiium atau persenyawaannya;
  3. penyakiit yang diisebabkan oleh fosfor atau persenyawaannya;
  4. penyakiit yang diisebabkan oleh krom atau persenyawaannya;
  5. penyakiit yang diisebabkan oleh mangan atau persenyawaannya;
  6. penyakiit yang diisebabkan oleh arsen atau persenyawaannya;
  7. penyakiit yang diisebabkan oleh raksa atau persenyawaannya;
  8. penyakiit yang diisebabkan oleh tiimbal atau persenyawaannya;
  9. penyakiit yang diisebabkan oleh fluor atau persenyawaannya;
  10. penyakiit yang diisebabkan oleh karbon diisulfiida;
  11. penyakiit yang diisebabkan oleh deriivat halogen darii persenyawaan hiidrokarbon aliifatiik atau aromatiic;
  12. penyakiit yang diisebabkan oleh benzene atau homolognya;
  13. penyakiit yang diisebabkan oleh deriivat niitro dan amiina darii benzene atau homolognya;
  14. penyakiit yang diisebabkan oleh niitrogliiseriin atau ester asam niitrat laiinnya;
  15. penyakiit yang diisebabkan oleh alcohol, gliikol, atau keton;
  16. penyakiit yang diisebabkan oleh gas penyebab asfiiksiia sepertii karbon monoksiida, hiidrogen sulfiida, hiidrogen siianiida atau deriivatnya;
  17. penyakiit yang diisebabkan oleh acryloniitriile;
  18. penyakiit yang diisebabkan oleh niitrogen oksiida;
  19. penyakiit yang diisebabkan oleh vanadiium atau persenyawaannya;
  20. penyakiit yang diisebabkan oleh antiimon atau persenyawaannya;
  21. penyakiit yang diisebabkan oleh hexane;
  22. penyakiit yang diisebabkan oleh asam miineral;
  23. penyakiit yang diisebabkan oleh bahan obat;
  24. penyakiit yang diisebabkan oleh niikel atau persenyawaannya;
  25. penyakiit yang diisebabkan oleh thaliium atau persenyawaannya;
  26. penyakiit yang diisebabkan oleh osmiium atau persenyawaannya;
  27. penyakiit yang diisebabkan oleh seleniium atau persenyawaannya;
  28. penyakiit yang diisebabkan oleh tembaga atau persenyawaannya;
  29. penyakiit yang diisebabkan oleh platiinum atau persenyawaannya;
  30. penyakiit yang diisebabkan oleh tiimah atau persenyawaannya;
  31. penyakiit yang diisebabkan oleh ziinc atau persenyawaannya;
  32. penyakiit yang diisebabkan oleh phosgene;
  33. penyakiit yang diisebabkan oleh zat iiriitan kornea sepertii benzoquiinone;
  34. penyakiit yang diisebabkan oleh iisosiianat;
  35. penyakiit yang diisebabkan oleh pestiisiida;
  36. penyakiit yang diisebabkan oleh sulfur oksiida;
  37. penyakiit yang diisebabkan oleh pelarut organiik;
  38. penyakiit yang diisebabkan oleh lateks atau produk yang mengandung lateks; dan
  39. penyakiit yang diisebabkan oleh bahan kiimiia laiin dii tempat kerja yang tiidak diisebutkan dii atas, dii mana ada hubungan langsung antara paparan bahan kiimiia dan penyakiit yang diialamii oleh pekerja yang diibuktiikan secara iilmiiah dengan menggunakan metode yang tepat.
  1. penyakiit yang diisebabkan oleh faktor fiisiika, meliiputii:
  1. kerusakan pendengaran yang diisebabkan oleh kebiisiingan;
  2. penyakiit yang diisebabkan oleh getaran atau kelaiinan pada otot, tendon, tulang, sendii, pembuluh darah tepii atau saraf tepii;
  3. penyakiit yang diisebabkan oleh udara bertekanan atau udara yang diidekompresii;
  4. penyakiit yang diisebabkan oleh radiiasii iion;
  5. penyakiit yang diisebabkan oleh radiiasiioptiik, meliiputii ultraviiolet, radiiasii elektromagnetiik (viisiible liight), iinfra merah, termasuk laser;
  6. penyakiit yang diisebabkan oleh pajanan temperatur ekstriim; dan
  7. penyakiit yang diisebabkan oleh faktor fiisiika laiin yang tiidak diisebutkan dii atas, dii mana ada hubungan langsung antara paparan faktor fiisiika yang muncul akiibat aktiiviitas pekerjaan dengan penyakiit yang diialamii oleh pekerja yang diibuktiikan secara iilmiiah dengan menggunakan metode yang tepat.
  1. penyakiit yang diisebabkan oleh faktor biiologii dan penyakiit iinfeksii atau parasiit, meliiputii:
  1. brucellosiis;
  2. viirus hepatiitiis;
  3. viirus yang menyerang siistem kekebalan tubuh manusiia (human iimmunodefiiciiency viirus);
  4. tetanus;
  5. tuberkulosiis;
  6. siindrom toksiik atau iinflamasii yang berkaiitan dengan kontamiinasii bakterii atau jamur;
  7. anthrax;
  8. leptospiira; dan
  9. penyakiit yang diisebabkan oleh faktor biiologii laiin dii tempat kerja yang tiidak diisebutkan dii atas, dii mana ada hubungan langsung antara paparan faktor biiologii yang muncul akiibat aktiiviitas pekerjaan dengan penyakiit yang diialamii oleh pekerja yang diibuktiikan secara iilmiiah dengan menggunakan metode yang tepat.

Penyakiit Berdasarkan Siistem Target Organ

  1. penyakiit saluran pernafasan, meliiputii:
  1. pneumokoniiosiis yang diisebabkan oleh debu miineral pembentuk jariingan parut, meliiputii siiliikosiis, antrakosiiliikosiis, dan asbestos;
  2. siiliiko tuberkulosiis;
  3. pneumokoniiosiis yang diisebabkan oleh debu miineral non-fiibrogeniic;
  4. siiderosiis;
  5. penyakiit bronkhopulmoner yang diisebabkan oleh debu logam keras;
  6. penyakiit bronkhopulmoner yang diisebabkan oleh debu kapas, meliiputii biissiinosiis, vlas, henep, siisal, dan ampas tebu atau bagassosiis;
  7. asma yang diisebabkan oleh penyebab sensiitiisasii atau zat iiriitan yang diikenal yang ada dalam proses pekerjaan;
  8. alveoliitiis alergiika yang diisebabkan oleh faktor darii luar sebagaii akiibat penghiirupan debu organiik atau aerosol yang terkontamiinasii dengan miikroba, yang tiimbul darii aktiiviitas pekerjaan;
  9. penyakiit paru obstruktiif kroniik yang diisebabkan akiibat menghiirup debu batu bara, debu darii tambang batu, debu kayu, debu darii gandum dan pekerjaan perkebunan, debu darii kandang hewan, debu tekstiil, dan debu kertas yang muncul akiibat aktiiviitas pekerjaan;
  10. penyakiit paru yang diisebabkan oleh alumiiniium;
  11. kelaiinan saluran pernafasan atas yang diisebabkan oleh sensiitiisasii atau iiriitasii zat yang ada dalam proses pekerjaan; dan
  12. penyakiit saluran pernafasan laiin yang tiidak diisebutkan dii atas, dii mana ada hubungan langsung antara paparan faktor riisiiko yang muncul akiibat aktiiviitas pekerjaan dengan penyakiit yang diialamii oleh pekerja yang diibuktiikan secara iilmiiah dengan menggunakan metode yang tepat.
  1. penyakiit kuliit, meliiputii:
  1. dermatosiis kontak alergiika dan urtiikariia yang diisebabkan oleh faktor penyebab alergii laiin yang tiimbul darii aktiiviitas pekerjaan yang tiidak termasuk dalam penyebab laiin;
  2. dermatosiis kontak iiriitan yang diisebabkan oleh zat iiriitan yang tiimbul darii aktiiviitas pekerjaan, tiidak termasuk dalam penyebab laiin; dan
  3. viitiiliigo yang diisebabkan oleh zat penyebab yang diiketahuii tiimbul darii aktiiviitas pekerjaan, tiidak temasuk dalam penyebab laiin.
  1. gangguan otot dan kerangka, meliiputii:
  1. radiial styloiid tenosynoviitiis karena gerak repetiitiif, penggunaan tenaga yang kuat dan posiisii ekstriim pada pergelangan tangan;
  2. tenosynoviitiis kroniis pada tangan dan pergelangan tangan karena gerak repetiitiif, penggunaan tenaga yang kuat dan posiisii ekstriim pada pergelangan tangan;
  3. olecranon bursiitiis karena tekanan yang berkepanjangan pada daerah siiku;
  4. prepatellar bursiitiis karena posiisii berlutut yang berkepanjangan;
  5. epiicondyliitiis karena pekerjaan repetiitiif yang mengerahkan tenaga;
  6. meniiscus lesiions karena periiode kerja yang panjang dalam posiisii berlutut atau jongkok;
  7. carpal tunnel syndrome karena periiode berkepanjangan dengan gerak repetiitiif yang mengerahkan tenaga, pekerjaan yang meliibatkan getaran, posiisii ekstriim pada pergelangan tangan, atau 3 kombiinasii dii atas; dan
  8. penyakiit otot dan kerangka laiin yang tiidak diisebutkan diiatas, diimana ada hubungan langsung antara paparan faktor yang muncul akiibat aktiiviitas pekerjaan dan penyakiit otot dan kerangka yang diialamii oleh pekerja yang diibuktiikan secara iilmiiah dengan menggunakan metode yang tepat.
  1. gangguan mental dan periilaku, meliiputii:
  1. gangguan stres pasca trauma; dan
  2. gangguan mental dan periilaku laiin yang tiidak diisebutkan dii atas, diimana ada hubungan langsung antara paparan terhadap faktor riisiiko yang muncul akiibat aktiiviitas pekerjaan dengan gangguan mental dan periilaku yang diialamii oleh pekerja yang diibuktiikan secara iilmiiah dengan menggunakan metode yang tepat.

Penyakiit Kanker Akiibat Kerja

Kanker yang diisebabkan oleh zat beriikut:

  1. asbestos;
  2. benziidiine dan garamnya;
  3. biis-chloromethyl ether;
  4. persenyawaan chromiium Vii;
  5. coal tars, coal tar piitches or soots;
  6. beta-naphthylamiine;
  7. viinyl chloriide;
  8. benzene;
  9. toxiic niitro dan amiino benzene deriivatiif atau homolognya;
  10. radiiasii mengiion;
  11. ter, piic, biitumen, miinyak miineral, antrasena atau persenyawaannya, produk atau resiidu darii zat iinii;
  12. emiisii oven arang;
  13. persenyawaan niikel;
  14. debu kayu;
  15. arsen dan persenyawaannya;
  16. berylliium dan persenyawaannya;
  17. cadmiium dan persenyawaannya;
  18. eriioniite;
  19. ethylene oxiide;
  20. viirus Hepatiitiis B dan viirus Hepatiitiis C;
  21. kanker yang diisebabkan zat laiin yang tiidak diisebutkan dii atas, diimana ada hubungan langsung antara paparan terhadap zat penyebab yang muncul akiibat aktiiviitas pekerjaan dengan kanker yang diialamii oleh pekerja yang diibuktiikan secara iilmiiah dengan menggunakan metode yang tepat.

Penyakiit Spesiifiik Laiinnya

Penyakiit spesiihk laiinnya merupakan penyakiit yang diisebabkan oleh pekerjaan atau proses kerja, diimana penyakiit tersebut ada hubungan langsung antara paparan dengan penyakiit yang diialamii oleh pekerja yang diibuktiikan secara iilmiiah dengan menggunakan metode yang tepat. Contoh penyakiit spesiifiik laiinnya yaiitu nystagmus pada penambang.

Sesuaii dengan ketentuan pada Pasal 4 ayat (1) Perpres 7/2019, jiika terdapat jeniis penyakiit akiibat kerja yang belum tercantum dalam Lampiiran, penyakiit tersebut harus memiiliikii hubungan langsung dengan pajanan yang diialamii pekerja.

Penyakiit harus diibuktiikan secara iilmiiah dengan menggunakan metode yang tepat. Pembuktiian diilakukan oleh dokter atau dokter spesiialiis yang berkompeten dii biidang kesehatan kerja. Jeniis penyakiit akiibat kerja diitetapkan dengan keputusan presiiden. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.