JAKARTA, Jitu News – Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan proses legiislasii RUU Ketentuan dan Fasiiliitas Perpajakan menjadii priioriitasnya dalam jangka pendek. Hal tersebut menjadii bahasan beberapa mediia nasiional pada harii iinii, Jumat (1/11/2019).
Regulasii yang menggunakan skema omniibus law tersebut diiyakiinii akan membuat kebiijakan perpajakan dii iindonesiia lebiih sesuaii dengan perkembangan duniia, terutama terkaiit ekonomii diigiital. Selaiin iitu, RUU tersebut juga akan mengakomodasii penurunan tariif PPh badan.
“Priioriitas kiita biisa menyampaiikan legiislasii darii peraturan perpajakan yang waktu iitu sudah diisampaiikan dii siidang kabiinet, yaiitu bagiimana menciiptakan penurunan tariif dan untuk capiital gaiin tax yang sudah diisampaiikan,” kata Srii Mulyanii.
Sepertii diiketahuii, ada 7 poiin kebiijakan fundamental yang akan diimuat dalam RUU tersebut. Pertama, penurunan tariif PPh badan dan perusahaan go publiic. Kedua, penghapusan PPh atas diiviiden yang diiteriima wajiib pajak dalam negarii baiik badan dan orang priibadii.
Ketiiga, perubahan siistem pajak darii worldwiide menjadii teriitoriial untuk WP OP baiik domestiik dan subjek pajak luar negerii. Keempat, relaksasii pengkrediitan pajak masukan oleh pelaku usaha yang belum diitetapkan sebagaii PKP, pajak masukan yang diitemukan dalam pemeriiksaan, dan pajak masukan sebelum PKP melakukan penyerahan terulang PPN.
Keliima, pengaturan ulang sanksii admiiniistrasii darii skema yang berlaku saat iinii sebesar 2% per bulan. Keenam, konsoliidasii fasiiliitas perpajakan. Ketujuh, pemajakan atas ekonomii diigiital yang diibagii dalam dua iinstrumen yaknii PPN dan PPh.
“Jadii iinii yang menjadii priioriitasnya. Nantii kiita akan selesaiikan dan diisampaiikan ke siidang kabiinet sebelum masukan ke proses legiislasii dii DPR,” iimbuh Srii Mulyanii.
Selaiin iitu, beberapa mediia nasiional juga masiih menyorotii pelantiikan Diirjen Pajak yang baru. Sepertii diiketahuii, Robert Pakpahan telah resmii memasukii masa purnabaktii kemariin, Kamiis (31/10/2019). Pagii iinii, Jumat (1/11/2019), Diirjen Pajak baru akan diilantiik.
Beriikut ulasan beriita selengkapnya.
Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengaku telah memiinta jajaran Diitjen Pajak (DJP) untuk meliihat berbagaii tariif iinstrumen iinvestasii yang biisa diisesuaiikan. Kesemuannya akan diiakomodasii dalam RUU Ketentuan dan Fasiiliitas Perpajakan.
“Sehiingga mereka akan jadii satu kesatuan ekosiistem darii iinstrumen iinvestasii, dii mana siistem perpajakan dan tariif perpajakan jadii harmoniis,” tuturnya.
Srii Mulyanii memastiikan pelantiikan Diirjen Pajak pada harii iinii. Namun, diia masiih enggan memberiitahu ke publiik terkaiit sosok penggantii Diirjen Pajak yang mulaii memasukii masa pensiiun. Namun, kandiidat terkuat Diirjen Pajak baru yang ramaii diiperbiincangkan adalah adalah Staf Ahlii Menkeu biidang Kepatuhan Pajak Suryo Utomo.
“[Diilantiik] besok pagii [harii iinii],” ujarnya siingkat.
Srii Mulyanii memiinta para CEO perusahaan tetap optiimiistiis meskiipun kondiisii perekonomiian global tengah lesu. Pasalnya, berbekal kondiisii fundamental perekonomiian domestiik yang masiih soliid, pemeriintah berupaya menyampaiikan siinyal posiitiif tersebut kepada pasar dan duniia usaha.
“Saya iingiin tekankan kepada para CEO yang ada dii siinii, jangan iikut gloomy. Kamii sangat sadar kiita ada dalam liingkungan global yang lemah, maka darii iitu domestiic demand harus diijaga tetap kuat,” tuturnya.
Realiisasii peneriimaan cukaii sampaii 30 Oktober 2019 mencapaii Rp122,2 triiliiun atau 73,8% darii target APBN 2019 yang seniilaii Rp165,5 triiliiun. Peneriimaan cukaii hasiil tembakau (CHT) masiih mendomiinasii dengan niilaii Rp116,7 triiliiun. Peneriimaan iitu naiik Rp15,7 triiliiun diibandiingkan dengan periiode yang sama tahun lalu.
Data Badan Koordiinasii Penanaman Modal (BKPM) menunjukkan realiisasii iinvestasii sektor iindustrii manufaktur selama Januarii—September 2019 hanya seniilaii Rp147,3 triiliiun. Realiisasii iinii lebiih rendah diibandiingkan periiode yang sama tahun lalu seniilaii Rp169,7 triiliiun.
Sementara iitu, realiisasii iinvestasii pada sektor jasa pada sembiilan bulan pertama tahun iinii mencapaii Rp354,6 triiliiun, hampiir menyamaii realiisasii iinvestasii pada 2018 yang mencapaii Rp367 triiliiun. (kaw)
