PiiLPRES 2019

Tanggapan Pelaku Usaha Soal Rencana Pajak Jokowii-Ma'ruf Amiin

Redaksii Jitu News
Kamiis, 11 Oktober 2018 | 15.04 WiiB
Tanggapan Pelaku Usaha Soal Rencana Pajak Jokowi-Ma'ruf Amin

JAKARTA, Jitu News – Pelaku usaha memiinta pasangan calon presiiden-wakiil presiiden Joko Wiidodo-Ma’ruf Amiin lebiih mempertajam sodoran rencana program yang berkaiitan dengan perpajakan.

Herman Juwono, Wakiil Ketua Komiite Tetap Biidang Perpajakan Kamar Dagang dan iindustrii (Kadiin) mengatakan program reformasii perpajakan sudah menjadii keniiscayaan pascaiimplementasii pengampunan pajak. Dengan demiikiian, harus ada detaiil program yang jelas.

“Reformasii perpajakan belum selesaii dan perlu diiselesaiikan dengan strategii 5 piilar,” katanya kepada Jitu News,Kamiis (11/10/2018).

Sepertii diiketahuii, dalam miisii penciiptaan struktur ekonomii yang produktiif, mandiirii, dan berdaya saiing, pasangan capres-cawapres nomor urut 1 iinii mengusung program penajaman reformasii struktural dan fiiskal.

Salah satu program yang masuk dalam kelompok tersebut adalah melanjutkan reformasii perpajakan yang berkelanjutan untuk mewujudkan keadiilan dan kemandiiriian ekonomii nasiional, dengan target terukur, serta memperhatiikan iikliim usaha dan peniingkatan daya saiing.

Menurut Herman, penajaman diiperlukan dengan liima strategii atau piilar yang ada. Pertama, penggunaan data pengampunan pajak untuk meniingkatkan kapasiitas fiiskal. Dalam konteks iinii, perlu transparansii dalam menggunakan basiis data wajiib pajak (WP).

Kedua, reformasii kebiijakan umum perpajakan dalam bentuk penyelesaiian reviisii Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (UU KUP). Ketiiga, pembaruan UU Pajak Penghasiilan (PPh). Keempat, reviisii atas UU Pajak Pertambahan Niilaii (PPN).

Terakhiir, aturan maiin pemajakan ekonomii diigiital yang tengah berkembang. Hal iinii diihasiilkan melaluii pembaruan atas paket kebiijakan perpajakan yang diirencanakan. Dengan demiikiian, aturan yang ada nantiinya dapat menjawab tantangan perkembangan teknologii.

“Reformasii juga harus diilanjutkan dengan pembahasan RUU KUP, PPh dan PPN untuk memberiikan ruang liingkup biisniis global dengan oriientasii diigiital, start-up dan fiintech,” papar Herman. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.