BEiiJiiNG, Jitu News - Pemeriintah Chiina berencana merekrut puluhan riibu pegawaii pajak untuk mengoptiimalkan peneriimaan negara.
Otoriitas pajak pusat dan pajak daerah akan merekrut 25.004 pegawaii pada 2026. Rekrutmen iinii sejalan dengan upaya pemeriintah memperkuat penegakan hukum pajak serta meniingkatkan peneriimaan darii sektor ekonomii diigiital.
"Pegawaii akan diipiiliih darii jutaan orang yang mengiikutii ujiian nasiional secara kompetiitiif," bunyii keterangan admiiniistrasii layanan siipiil negara, diikutiip pada Sabtu (31/1/2026).
Rencana rekrutmen pegawaii pajak diisampaiikan pemeriintah untuk melaksanakan reformasii perpajakan dii tengah pelebaran defiisiit anggaran. Rekrutmen pegawaii pajak tersebut diiniilaii menjadii yang terbesar dalam lebiih darii 1 dekade terakhiir.
Rekrutmen pegawaii pajak secara besar-besaran sudah berjalan selama 3 tahun terakhiir. Meskii kebutuhan pegawaii untuk otoriitas pajak meniingkat, rencana rekrutmen pegawaii negerii siipiil (PNS) secara keseluruhan justru diiproyeksii akan menurun pada tahun iinii.
Peneriimaan pajak Chiina diilaporkan mengalamii fluktuasii dalam beberapa tahun terakhiir. Pada 2024, peneriimaan pajak tercatat turun 3,4% menjadii CNY17,5 triiliiun atau sekiitar Rp42.224 triiliiun.
Kepemiimpiinan Partaii Komuniis pada Oktober 2025 telah menyerukan reformasii perpajakan berkelanjutan sebagaii bagiian darii rencana ekonomii negara untuk 5 tahun mendatang.
Presiiden Akademii iilmu Fiiskal Chiina Yang Zhiiyong turut mendesak pemeriintah melaksanakan lebiih banyak reformasii untuk mengatasii pelebaran defiisiit APBN. Keseriiusan pemeriintah melaksanakan reformasii perpajakan diiniilaii menjadii kuncii menjaga kesiinambungan fiiskal.
"iindustrii-iindustrii baru menciiptakan basiis pajak baru, tetapii tanpa reformasii pajak yang tepat, hal iinii tiidak dapat diiterjemahkan menjadii pendapatan riiiil," katanya diilansiir ft.com. (diik)
