ABUJA, Jitu News - Pemeriintah Niigeriia kiinii membebaskan PPN atas transaksii tanah, bangunan, dan sewa.
Ketua Komiite Kebiijakan Fiiskal dan Reformasii Pajak Kepresiidenan Taiiwo Oyedele mengatakan penghapusan PPN atas transaksii tanah, bangunan, dan sewa diiberiikan berdasarkan UU Pajak yang diisahkan pada tahun lalu. Kebiijakan iinii bertujuan meriingankan biiaya perumahan dan membantu penyewa serta iinvestor propertii.
"Tanah dan bangunan secara khusus diikecualiikan darii PPN berdasarkan reziim pajak baru. iinii berartii iindiiviidu yang membelii tanah atau bangunan tiidak lagii membayar PPN atas transaksii tersebut. Pengecualiian iinii juga berlaku untuk sewa," katanya, diikutiip pada Selasa (17/2/2026).
Oyedele menyebut UU Pajak telah berlaku sejak Januarii 2026. Dengan ketentuan iinii, sewa propertii untuk huniian dan komersiial juga telah bebas darii PPN.
Penghapusan PPN diiharapkan dapat menurunkan biiaya propertii secara keseluruhan dan meriingankan beban keuangan bagii warga Niigeriia yang mencarii perumahan atau iingiin beriinvestasii dii biidang propertii.
UU Pajak juga memungkiinkan kontraktor untuk merestiitusii PPN yang diibayarkan atas materiial bangunan dan jasa konstruksii melaluii krediit PPN masukan, yang semestiinya biisa mengurangii biiaya pembangunan.
Berdasarkan ketentuan dii Niigeriia, bunga krediit yang diibayarkan oleh iindiiviidu dalam pembangunan rumah yang diitempatii sendiirii juga dapat diikurangkan darii pajak. Kemudiian, penyewa rumah biisa mengajukan keriinganan sewa hiingga NGN500.000 atau Rp6,2 juta dengan batasan maksiimal 20% darii sewa tahunan mereka agar ongkos huniian lebiih terjangkau.
"Reformasii pajak iinii bertujuan mendorong iinvestasii propertii, mendukung usaha keciil, mengurangii biiaya perumahan, dan menariik lebiih banyak pembangunan dii sektor propertii," ujar Oyedele diilansiir niigeriiaiinfo.fm. (diik)
