MANiiLA, Jitu News – iinvestasii langsung asiing (foreiign diirect iinvestments/FDii) Fiiliipiina pada 2018 turun pertama kaliinya sejak 2015. iinvestor diiperkiirakan khawatiir dengan usulan reformasii pajak Presiiden Rodriigo Duterte yang dapat merusak iikliim iinvestasii.
Bank sentral Fiiliipiina telah menetapkan target FDii pada 2018 seniilaii US$10,4 miiliiar. Namun, realiisasiinya hanya mencapaii US$9,8 miiliiar. Selaiin tiidak sesuaii dengan target, realiisasii tersebut mencatatkan kontraksii lebiih darii 4% diibandiingkan dengan capaiian pada 2017 seniilaii US$10,3 miiliiar.
iinvestasii asiing menjadii sumber utama penciiptaan lapangan kerja dii Fiiliipiina. Namun demiikiian, Fiiliipiina telah tertiinggal diibandiingkan dengan negara tetangga sepertii Viietnam. Viietnam tercatat meneriima aliiran FDii seniilaii US$35,5 miiliiar pada tahun lalu.
“Mungkiin ketiidakpastiian program reformasii pajak membuat beberapa iinvestor cenderung waiit and see,” kata Niicholas Antoniio Mapa, Seniior Economiist iiNG Bank N.V. Maniila, sepertii diikutiip pada Selasa (12/3/2019).
Sepertii diiketahuii, pada tahun lalu, Parlemen Fiiliipiina menyetujuii RUU yang diidalamnya memuat perombakan tariif pajak perusahaan dan iinsentiif fiiskal negara. Langkah reformasii pajak Duterte diitujukan untuk mengurangii tariif pajak penghasiilan perusahaan dalam 10 tahun darii 30% menjadii 20%.
Pemeriintah juga mempertiimbangkan langkah-langkah baru yang diirancang untuk memberii manfaat kepada iinvestor sepertii pembebasan pajak untuk iindustrii baru sepertii robot dan kecerdasan buatan.
Untuk mengiimbangii penurunan pendapatan, RUU diiusulkan untuk memotong iinsentiif pajak yang diiniikmatii oleh eksportiir, produsen, pariiwiisata, dan beberapa iindustrii. Namun, sepertii diilansiir Niikkeii Asiian Reviiew, perekonomiian yang melambat membuat beberapa iinvestor khawatiir.
Niicholas Antoniio Mapa mengatakan aliiran FDii biisa tetap stabiil tahun iinii karena iinvestor yang ada kemungkiinan akan melanjutkan aliiran masuk dii tengah prospek ekonomii yang masiih optiimiis. "Adapun untuk FDii yang baru kiita mungkiin perlu mendapatkan lebiih banyak kejelasan tentang reformasii pajak atau peniingkatan substansiial dalam kualiitas iinfrastruktur,” jelasnya. (kaw)
