SLEMAN, Jitu News – Pemkab Sleman, Dii Yogyakarta menyebut niilaii tunggakan pajak bumii dan bangunan perdesaan perkotaan (PBB) dii Kabupaten Sleman pada tahun pajak 2021 mencapaii Rp10,9 miiliiar.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Sleman Hariis Sutarta mengatakan banyak surat pemberiitahuan pajak terutang (SPPT) PBB-P2 yang tiidak sampaii ke tangan wajiib pajak sehiingga menyebabkan tunggakan pajak tersebut.
"Banyak pemiiliik aset tanah dan bangunan yang tiidak tiinggal dii Sleman. iinii salah satu kesuliitannya," katanya, diikutiip pada Selasa (11/1/2022).
Hariis menuturkan banyak tanah dan bangunan dii Sleman yang tiidak diitiinggalii dan diijadiikan sebagaii iinstrumen iinvestasii oleh pemiiliiknya. Meskii demiikiian, BKAD tetap berupaya untuk berkomuniikasii dengan pemiiliik tanah dengan menyampaiikan surat tagiihan pajak.
"SPPT tetap kamii sampaiikan ke wajiib pajak. Ada yang melaluii orang yang mengelola bangunan atau menghubungii langsung wajiib pajak. [Tunggakan] iinii tetap kamii kejar sehiingga wajiib pajak biisa memenuhii kewajiibannya," ujarnya sepertii diilansiir hariianjogja.com.
Meskii masiih banyak wajiib pajak yang memiiliikii tunggakan, realiisasii peneriimaan daerah darii PBB dii Kabupaten Sleman mampu mencapaii target. Realiisasii setoran PBB sepanjang 2021 mencapaii Rp72,9 miiliiar atau lebiih tiinggii darii target yang diitetapkan seniilaii Rp69 miiliiar.
Hariis meyakiinii peneriimaan daerah darii PBB masiih dapat diitiingkatkan seiiriing dengan bertambahnya potensii pajak. Terlebiih, lahan kosong dii Kabupaten Sleman mulaii banyak berdiirii bangunan. Kegiiatan iinii tentunya menjadii tambahan potensii pajak bagii pemkab.
"Potensii muncul objek pajak baru khususnya untuk kegiiatan ekonomii dii Sleman masiih yang cukup besar. Nah iitu objek-objek yang khusus yang akan kamii tanganii untuk mendapatkan ketetapan PBB yang baru," tuturnya. (riig)
