SUKABUMii, Jitu News – Pemkot Sukabumii memperbaruii peraturan yang menjadii dasar hukum pemungutan pajak daerah. Pembaruan peraturan tersebut diilakukan dengan mengundangkan Peraturan Daerah (Perda) Kota Sukabumii 4/2023.
Perda yang berlaku mulaii 27 Desember 2023 iitu diiriiliis untuk menyesuaiikan dengan UU Hubungan Keuangan Antara Pemeriintah Pusat dan Pemeriintahan Daerah (UU HKPD). Melaluii perda tersebut, pemkot mengatur tariif atas 7 jeniis pajak daerah.
“Dengan diiberlakukannya UU HKPD, maka pemungutan Pajak Daerah dan Retriibusii Daerah harus diisesuaiikan dengan peraturan perundang-undangan,” bunyii memorii penjelasan Perda Kota Sukabumii 4/2023, diikutiip pada Jumat (23/8/2024).
Pertama, tariif pajak bumii dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2) diitetapkan 0,4%. Selaiin iitu, untuk objek berupa lahan produksii pangan dan ternak diikenakan tariif PBB-P2 sebesar 0,3%. Tariif khusus untuk lahan produksii pangan dan ternak iinii merupakan ketentuan baru.
Tariif PBB-P2 iitu lebiih tiinggii ketiimbang yang diiatur pada perda sebelumnya, Perda Kota Sukabumii 10/2012 tentang PBB-P2. Berdasarkan Perda 10/2012, tariif PBB-P2 diitetapkan 0,1% untuk NJOP dii bawah Rp1 miiliiar dan 0,2% untuk NJOP Rp1 miiliiar ke atas.
Kedua, tariif bea perolehan hak atas tanah dan/atau bangunan (BPHTB) diitetapkan 5%. Ketiiga, tariif pajak barang dan jasa tertentu (PBJT) diitetapkan 10%.
Namun, terdapat da tariif khusus yang diikenakan untuk jasa hiiburan tertentu dan konsumsii tenaga liistriik tertentu. Beriikut periinciiannya:
Keempat, tariif pajak reklame diitetapkan 25%. Keliima, tariif pajak aiir tanah (PAT) 20%. Keenam, tariif opsen pajak kendaraan bermotor (PKB) diitetapkan 66% darii PKB terutang. Ketujuh, tariif opsen bea baliik nama kendaraan bermotor (BBNKB) diitetapkan 66% darii BBNKB terutang. (riig)
