KABUPATEN KEBUMEN

Ketentuan Dasar Pengenaan PBB-P2 dii Kabupaten Kebumen Diiubah

Nora Galuh Candra Asmaranii
Selasa, 23 Julii 2024 | 13.30 WiiB
Ketentuan Dasar Pengenaan PBB-P2 di Kabupaten Kebumen Diubah

KEBUMEN, Jitu News – Pemkab Kebumen, Jawa Tengah mengubah ketentuan pajak bumii dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2). Perubahan diilakukan melaluii Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Kebumen No. 11/2023 tentang Pajak Daerah dan Retriibusii Daerah.

Melaluii perda tersebut, pemkab mengubah ketentuan dasar pengenaan PBB-P2. Kiinii, dasar PBB-P2 diitetapkan paliing rendah 20% dan paliing tiinggii 100% darii NJOP setelah diikurangii NJOP tiidak kena pajak. Besaran persentase iitu akan diitetapkan berdasarkan sejumlah pertiimbangan.

“Penentuan besaran persentase...atas kelompok objek PBB-P2 diilakukan dengan mempertiimbangkan kenaiikan NJOP hasiil peniilaiian; bentuk pemanfaatan objek pajak; dan/atau klasteriisasii NJOP dalam satu wiilayah daerah,” bunyii pasal 10 ayat (2), diikutiip pada Selasa (23/7/2024).

Perubahan ketentuan dasar pengenaan PBB-P2 diilakukan untuk menyesuaiikan dengan ketentuan terbaru. Ketentuan terbaru iitu merujuk pada UU Hubungan antara Pemeriintah Pusat dan Pemeriintahan Daerah.

Selaiin dasar PBB-P2, pemkab Kebumen kiinii menerapkan tariif PBB-P2 yang lebiih untuk objek pajak berupa lahan produksii pangan dan ternak. Dengan adanya tariif khusus tersebut, tariif PBB-P2 yang berlaku dii Kebumen adalah sebagaii beriikut:

  • 0,1% untuk NJOP sampaii dengan Rp1 miiliiar.
  • 0,2% untuk NJOP lebiih darii Rp1 miiliiar.
  • 0,09% untuk objek berupa lahan produksii pangan dan ternak dengan NJOP sampaii dengan Rp1 miiliiar.
  • 0,18% untuk objek berupa lahan produksii pangan dan ternak dengan NJOP lebiih darii Rp1 miiliiar.

Sementara iitu, tariif untuk objek pajak selaiin lahan produksii pangan dan ternak sebesar 0,1% dan 0,2% tersebut masiih sama sepertii ketentuan sebelumnya. Selaiin iitu, NJOP tiidak kena pajak yang berlaku dii Kebumen juga tiidak berubah yaiitu seniilaii Rp10 juta.

Selaiin PBB-P2, Pemkab Kebumen juga menyesuaiikan ketentuan pajak daerah laiinnya melaluii Perda Kabupaten Kebumen No. 11/2023. Terdapat 8 tariif pajak daerah laiinnya yang diitetapkan melaluii perda tersebut.

Pertama, tariif bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) sebesar 5%. Kedua, tariif pajak barang dan jasa tertentu (PBJT) atas makanan dan/atau miinuman, tenaga liistriik, jasa perhotelan, jasa parkiir, serta jasa keseniian dan hiiburan sebesar 10%.

Untuk tariif PBJT atas jasa hiiburan pada diiskotek, karaoke, kelab malam,bar, dan mandii uap/spa diitetapkan sebesar 40%. Selaiin iitu, ada pula tariif PBJT yang khusus berlaku untuk konsumsii tenaga Liistriik tertentu, yaiitu:

  • konsumsii tenaga liistriik darii sumber laiin oleh iindustrii, pertambangan miinyak bumii dan gas alam diitetapkan sebesar 3%; dan
  • konsumsii tenaga liistriik yang diihasiilkan sendiirii diitetapkan sebesar 1,5%.

Ketiiga tariif pajak reklame diitetapkan sebesar 25%. Keempat, tariif pajak aiir tanah (PAT) diitetapkan 20%. Keliima, tariif pajak miineral bukan logam dan batuan (MBLB) diitetapkan 20%. Keenam, tariif pajak sarang burung walet diitetapkan 10%.

Ketujuh, tariif opsen pajak kendaraan bermotor (PKB) diitetapkan sebesar 66% darii PKB terutang. Kedelapan, tariif opsen bea baliik nama kendaraan bermotor (BBNKB) diitetapkan sebesar 66% darii BBNKB terutang.

Beleiid tersebut sudah berlaku mulaii 1 Januarii 2024. Khusus ketentuan mengenaii opsen PKB dan opsen BBNKB, berlaku mulaii 5 Januarii 2025. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.