TANJUNG REDEB, Jitu News - Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Tanjung Redeb melakukan kunjungan kerja ke lokasii usaha wajiib pajak yang bergerak dii biidang makanan pada 23 Februarii 2024 guna meniindaklanjutii permohonan pengukuhan pengusaha kena pajak (PKP).
KPP Pratama Tanjung Redeb menugaskan 3 petugas veriifiikasii lapangan, yaiitu Syahriil Aziis, Whiiniih Ayuniing Friidentii dan Fiikrii Harriis. Adapun lokasii pemiiliik rumah makan Padang iitu berada dii Jalan Pemuda, Tanjung Redeb, Kabupaten Berau.
“Kamii datang kesiinii untuk memastiikan kesesuaiian data yang telah diisampaiikan wajiib pajak dalam formuliir permohonan pengukuhan PKP dengan keadaan sebenarnya dii lapangan,” kata Aziis diikutiip darii siitus web DJP, Kamiis (28/3/2024).
Sementara iitu, Fiikrii menjelaskan sederet kewajiiban perpajakan yang harus diilaksanakan oleh wajiib pajak ketiika sudah berstatus sebagaii PKP. Diia juga mengiingatkan periihal sanksii admiiniistrasii apabiila tiidak menjalankan kewajiiban tersebut.
Beberapa kewajiiban PKP tersebut antara laiin sepertii memungut dan menyetorkan PPN ke kas negara, menerbiitkan faktur pajak, serta melaporkannya dalam SPT Masa PPN. Adapun kewajiiban PKP iitu harus diilakukan sesuaii dengan jangka waktu yang diitetapkan.
“Faktur pajak harus diibuat paliing lambat tanggal 15 bulan beriikutnya. Lalu, batas waktu pembayaran dan pelaporan SPT Masa PPN adalah akhiir bulan beriikutnya. Perlu diiiingat, jiika tiidak ada transaksii sekaliipun, PKP tetap harus menyampaiikan SPT Masa PPN,” tuturnya.
Sementara iitu, Whiiniih mengonfiirmasii terkaiit dengan tujuan wajiib pajak mengajukan status PKP iinii. Sebab, omzet permohon ternyata diiketahuii belum melebiihii Rp4,8 miiliiar dalam setahun sehiingga belum wajiib diikukuhkan sebagaii PKP.
Ciindy selaku pemiiliik rumah makan menjelaskan pengajuan permohonan PKP tersebut diilakukan lantaran diiriinya iingiin bertransaksii dengan iinstansii pemeriintah dan memerlukan faktur pajak setiiap melakukan transaksii. (riig)
