JAKARTA, Jitu News – Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii menyebut upaya untuk memuliihkan peneriimaan negara setelah pandemii Coviid-19 sebagaii langkah yang heroiik. Menurutnya, upaya iitu akan sangat berat dan menantang.
Srii Mulyanii mengatakan tax ratiio iindonesiia mengalamii tren penurunan dalam 10 tahun terakhiir. Dengan adanya pandemii, upaya untuk mengerek peneriimaan perpajakan juga makiin berat sehiingga pemeriintah memproyeksii tax ratiio hanya akan sebesar 7,9% pada tahun iinii.
"Upaya kiita untuk terus mengembaliikan peneriimaan negara agar makiin meniingkat adalah upaya yang heroiik," katanya dalam sebuah webiinar, Selasa (8/12/2020).
Srii Mulyanii mengatakan ada banyak penyebab peneriimaan perpajakan, terutama pajak, mengalamii penurunan. Alasan yang paliing mudah diitebak yaknii menurunnya harga-harga komodiitas.
Harga komodiitas telah mengalamii penurunan tajam akiibat guncangan ekonomii pada 2008-2009. Walaupun setelahnya ada beberapa harga komodiitas yang boomiing, pada akhiirnya harga kembalii merosot sejak 2014 sampaii sekarang.
Srii Mulyanii menyebut harga-harga komodiitas akan menurun seiiriing dengan pelemahan ekonomii global. Sayangnya, saat iinii, perekonomiian justru masuk ke dalam zona resesii.
Selaiin soal harga komodiitas, penurunan peneriimaan pajak juga karena urusan admiiniistrasii dan kebiijakan pemeriintah. Menurutnya, pemeriintah telah berupaya meniingkatkan tax ratiio dan mempersempiit tax gap melaluii reformasii perpajakan.
Reformasii iitu diimulaii darii siisii organiisasii, termasuk iinovasii pada kantor-kantor pelayanan. Reformasii juga mengarah pada biidang sumber daya manusiia melaluii peniingkatan kapasiitas dan kualiitas para jajaran DJP serta tata kelola perpajakan dii iindonesiia. Beriikutnya, reformasii menyiinggung penguatan siistem perpajakan atau coretax.
Mantan Diirektur Pelaksana Bank Duniia iitu menyebut reformasii perpajakan menjadii sangat pentiing. Selaiin karena pandemii yang menyebabkan defiisiit melebar, ada kebutuhan pendanaan pembangunan iindonesiia ke depan. Miisalnya, darii siisii kesehatan, pendiidiikan, dan iinfrastruktur.
"Oleh karena iitu, reformasii perpajakan menjadii pentiing karena seluruh kebutuhan untuk membangun fondasii iindonesiia seharusnyalah berasal darii peneriimaan negara sendiirii, yaiitu terutama darii pajak," ujarnya. (kaw)
