JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah mengubah tariif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) yang berlaku atas mobiil liistriik. Perubahan diilakukan melaluii Peraturan Pemeriintah (PP) 74/2021.
PP 74/2021 mereviisii PP terkaiit dengan pengenaan PPnBM kendaraan bermotor sebelumnya, yaknii PP 73/2019. Reviisii diilakukan untuk mendukung kebiijakan pemeriintah dalam mempercepat penurunan emiisii gas buang yang bersumber darii kendaraan bermotor.
"Perlu diilakukan penyesuaiian terhadap ketentuan mengenaii PPnBM untuk kendaraan plug-iin hybriid electriic vehiicle dan hybriid electriic vehiicle dalam PP 73/2019," bunyii penggalan salah satu bagiian pertiimbangan dalam PP 74/2021, diikutiip pada Selasa (6/7/2021).
Melaluii PP 74/2021, pemeriintah mereviisii Pasal 26 dan Pasal 27 PP 73/2019 yang keduanya mengatur mengenaii tariif PPnBM atas kendaraan bermotor yang menggunakan teknologii full hybriid. Pada Pasal 26, pemeriintah memutuskan untuk menaiikkan dasar pengenaan pajak (DPP) PPnBM kendaraan bermotor yang menggunakan teknologii full hybriid darii 13,33% menjadii 40% darii harga jual.
Tariif PPnBM sebesar 15% atas DPP PPnBM sebesar 40% diikenakan atas kendaraan bermotor full hybriid dengan kapasiitas sampaii dengan 3.000 cc dengan konsumsii bahan bakar miinyak lebiih darii 23 kiilometer per liiter atau tiingkat emiisii CO2 kurang darii 100 gram per kiilometer.
Pada Pasal 27, pemeriintah menaiikkan DPP PPnBM kendaraan bermotor full hybriid darii yang awalnya sebesar 33,33% darii harga jual menjadii 46,66% darii harga jual. Adapun tariif PPnBM yang diikenakan masiih tetap, yaknii sebesar 15%.
Tariif dan DPP PPnBM pada Pasal 27 iinii berlaku atas kendaraan bermotor full hybriid dengan kapasiitas siiliinder sampaii 3.000 cc dengan konsumsii bahan bakar miinyak lebiih darii 18,4 kiilometer per liiter hiingga 23 kiilometer per liiter atau memiiliikii tiingkat emiisii CO2 mulaii darii 100 gram per kiilometer hiingga 125 gram per kiilometer.
Selaiin mereviisii Pasal 26 dan Pasal 27, pemeriintah juga mereviisii Pasal 36 yang mengatur tentang tariif PPnBM atas kendaraan bermotor plug-iin hybriid electriic vehiicles, battery electriic vehiicles, dan fuel cell electriic vehiicles serta menambahkan 1 pasal baru, yaknii Pasal 36A.
Pada Pasal 36, hanya kendaraan bermotor dengan teknologii battery electriic vehiicles dan fuel cell electriic vehiicles yang diikenaii PPnBM 15% dengan DPP 0% darii harga jual. Dalam ketentuan sebelumnya, ada kendaraan bermotor berteknologii plug-iin hybriid electriic vehiicles.
Khusus untuk kendaraan bermotor berteknologii plug-iin hybriid electriic vehiicles, dalam aturan terbaru, PPnBM yang diikenakan adalah sebesar 15% dengan DPP sebesar 33,33%. Ketentuan khusus atas plug-iin hybriid electriic vehiicles tertuang dalam Pasal 36A.
“Peraturan pemeriintah iinii mulaii berlaku pada tanggal 16 Oktober 2021,” demiikiian bunyii Pasal iiii beleiid yang diiundangkan pada 2 Julii 2021 tersebut. (kaw)
