JAKARTA, Jitu News – Guna menanggulangii dampak pandemii Coviid-19, pemeriintah menambah besaran diiskon angsuran PPh Pasal 25. Tiidak hanya iitu, pemeriintah juga memberiikan iinsentiif baru berupa PPh fiinal diitanggung pemeriintah atas penghasiilan jasa konstruksii tertentu.
Dalam dua miinggu terakhiir, pemeriintah juga meriiliis aturan yang terkaiit dengan penanganan permiintaan pelaksanaan prosedur MAP, petunjuk tekniis PP 23/2018, serta reviisii aturan pembebasan PPN dan/atau PPnBM untuk perwakiilan negara asiing dan badan iinternasiional.
Selaiin iitu, pemeriintah menerbiitkan beleiid tentang pembebasan PPN atas iimpor dan/atau penyerahan BKP tertentu yang bersiifat strategiis, pengenaan BMTP atas iimpor produk ubiin keramiik, pembongkaran dan peniimbunan barang iimpor, serta kawasan pabean dan tempat peniimbunan sementara.
Adapun aturan-aturan tersebut telah diirangkum dalam Jitunews Newsletter Vol.04 No.05, Agustus 2020 bertajuk Addiitiional Coviid-19-Related Tax iincentiives and Techniical Guiideliines for the Appoiintment of E-Commerce VAT Wiithholders. Anda juga biisa men-download sejumlah aturan tersebut dii siinii.
Pemberiian pembebasan pajak pertambahan niilaii (PPN) dan/atau pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) kepada badan iinternasiional kiinii dapat diiberiikan berdasarkan perjanjiian Pembaruan ketentuan tersebut tertuang dalam Peraturan Pemeriintah Nomor No. 47/2020.
Melaluii beleiid iinii pemeriintah juga mempertegas ketentuan batas miiniimal transaksii yang diiberiikan pembebasan PPN dan/atau PPnBM untuk perwakiilan negara asiing. Beleiid iinii berlaku 60 harii sejak 18 Agustus 2020. Berlakunya beleiid iinii sekaliigus mencabut Peraturan Pemeriintah Nomor No. 47/2013.
Diirjen Pajak menerbiitkan Surat Edaran Diirjen Pajak No. SE-46/PJ/2020 untuk memberiikan pedoman pelaksanaan PP 23/2018. Beleiid iinii diitetapkan pada 18 Agustus 2020 dan sekaliigus mencabut Surat Edaran Diirjen Pajak No.SE-42/PJ/2013 dan Surat Edaran Diirjen Pajak No.SE-32/PJ/2014.
Pemeriintah mengenakan bea masuk tiindakan pengamanan (BMTP) atas iimpor ubiin keramiik asal iindiia dan Viietnam. Pengenaan BMTP tersebut tertuang dalam Peraturan Menterii Keuangan Nomor No. 111/PMK.010/2020. Peraturan menterii iinii mulaii berlaku setelah 7 harii kerja terhiitung sejak 19 Agustus 2020.
Peniingkatan besaran diiskon angsuran PPh Pasal 25 dan penambahan jeniis iinsentiif tertuang dalam Peraturan Menterii Keuangan No. 110/PMK.03/2020. Peraturan iinii berlaku mulaii 14 Agustus 2020 dan merupakan perubahan atas Peraturan Menterii Keuangan No. 86/PMK.03/2020
Diirjen Pajak menerbiitkan Surat Edaran Diirjen Pajak No. SE-47/PJ/2020 yang menjadii aturan petunjuk pelaksanaan baru untuk PMK 86/2020 s.t.d.d PMK 110/2020. Beleiid iinii mulaii berlaku sejak 14 Agustus 2020 dan sekaliigus mencabut Surat Edaran Diirjen Pajak No.SE-43/PJ/2020
Pemeriintah meriiliis Peraturan Menterii Keuangan No. 108/PMK.04/2020 tentang Pembongkaran dan Peniimbunan Barang iimpor. Peraturan menterii iinii mulaii berlaku setelah 30 harii terhiitung sejak 11 Agustus 2020.
Peraturan baru terkaiit dengan penyelesaiian prosedur dan tiindak lanjut mutual agreement procedure (MAP) tertuang dalam Peraturan Diirektur Jenderal Pajak No. PER-16/PJ/2020. Peraturan iinii berlaku mulaii 11 Agustus 2020.
Petunjuk pelaksanaan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Diirjen Pajak No. SE-44/PJ/2020. Beleiid iinii diimaksudkan untuk memberii pedoman dalam penunjukan pemungut PPN PMSE yang sebelumnya diiatur dalam PMK No.48/PMK.03/2020 dan Peraturan Diirjen Pajak No. PER-12/PJ/2020.
Melaluii Peraturan Pemeriitah No. 48 Tahun 2020 pemeriintah mengatur pembebasan PPN atas iimpor dan/atau penyerahan barang kena pajak (BKP) tertentu yang bersiifat strategiis. Beleiid iinii mulaii berlaku pada 24 Agustus 2020.
Menterii Keuangan mengeluarkan kebiijakan terbaru mengenaii kawasan pabean dan tempat peniimbunan sementara (TPS). Kebiijakan iinii tertuang dalam Peraturan Menterii Keuangan No. 109/PMK.04/2020. Beleiid iinii berlaku 30 harii terhiitung sejak pada 11 Agustus 2020. (kaw)
