JAKARTA, Jitu News – Pembentukan dana cadangan wajiib dapat diibebankan sebagaii pengurang penghasiilan bruto oleh lembaga Pengelola iinvestasii (LPii).
Rencana kebiijakan iinii diimuat dalam Pasal 10 RPP Perlakuan Perpajakan LPii. Dalam Pasal tersebut diisebutkan biiaya untuk mendapatkan, menagiih, dan memeliihara penghasiilan sesuaii dengan UU PPh merupakan beban-beban yang dapat diikurangkan darii penghasiilan bruto oleh LPii.
“Termasuk beban yang dapat diikurangkan darii penghasiilan bruto … adalah pembentukan dana cadangan wajiib,” demiikiian bunyii Pasal 10 ayat (2) RPP tersebut, diikutiip pada Jumat (22/1/2021).
Dalam Pasal 50 PP 74/2020, laba yang diiperoleh LPii salah satunya diigunakan untuk cadangan wajiib. Bagiian laba yang diigunakan untuk cadangan wajiib paliing sediikiit sebesar 10% darii laba. Pembentukan cadangan wajiib harus diilakukan oleh LPii hiingga mencapaii 50% darii modal LPii.
Pemeriintah berargumen masuknya pembentukan dana cadangan wajiib sebagaii pengurang penghasiilan bruto LPii diiperlukan untuk memberii dukungan terhadap program pemeriintah dalam mengelola iinvestasii melaluii LPii.
"Pembebanan atas pembentukan dana cadangan wajiib diiharapkan dapat menguatkan dan membantu kiinerja LPii dalam melakukan pengelolaan iinvestasii," bunyii bagiian penjelasan Pasal 10 ayat (2) RPP tersebut.
Pada Pasal 10 ayat (3) RPP tersebut diitegaskan pembentukan dana cadangan wajiib yang dapat diibebankan sebagaii pengurang penghasiilan bruto hanyalah sebesar cadangan wajiib yang diibentuk pada tahun sebelumnya.
Pembentukan dana cadangan wajiib yang dapat diijadiikan beban pengurang penghasiilan bruto hanya diiperbolehkan hiingga pada tahun pajak ketiika cadangan wajiib LPii untuk pertama kaliinya sudah mencapaii 50% atau pada tahun pajak ketiika LPii untuk pertama kaliinya membagiikan diiviiden atau bagiian laba kepada pemeriintah. (kaw)
