PMK 168/2023

Pakaii TER, PPh Pasal 21 Diipotong Berlebiih? Diikembaliikan ke Pegawaii

Redaksii Jitu News
Selasa, 06 Februarii 2024 | 10.40 WiiB
Pakai TER, PPh Pasal 21 Dipotong Berlebih? Dikembalikan ke Pegawai
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - PMK 168/2023 sudah memuat mekaniisme jiika PPh Pasal 21 yang telah diipotong (dengan tariif efektiif rata-rata/TER) pada masa pajak selaiin masa pajak terakhiir ternyata lebiih besar dariipada PPh Pasal 21 terutang selama 1 tahun pajak/bagiian tahun pajak.

Fungsiional Penyuluh Pajak Ahlii Muda Diitjen Pajak (DJP) Giiyarso mengatakan dalam kondiisii tersebut, sesuaii dengan ketentuan PMK 168/2023, pemotong pajak wajiib mengembaliikan kelebiihan PPh Pasal 21 yang telah diipotong kepada pegawaii.

“Kalau memang lebiih bayar, sesuaii dengan PMK iinii, ada kewajiiban bagii pemotong untuk mengembaliikan ke pegawaii yang bersangkutan. Diikembaliikan langsung,” ujarnya, diikutiip pada Selasa (6/2/2024).

Sesuaii dengan Pasal 21 ayat (1) PMK 168/2023, kelebiihan PPh Pasal 21 diikembaliikan beserta dengan pemberiian buktii pemotongan PPh Pasal 21 paliing lambat akhiir bulan beriikutnya setelah masa pajak terakhiir. Adapun PPh Pasal 21 yang diitanggung pemeriintah tiidak termasuk yang diikembaliikan.

Sejalan dengan hal tersebut, Giiyarso mengatakan piihak pemotong pajak memiiliikii hak untuk mengompensasii kelebiihan PPh Pasal 21 tersebut ke masa pajak beriikutnya. Menurutnya, mekaniisme iinii lebiih sederhana.

“Terjadii lebiih bayar ya kompensasii ke masa pajak beriikutnya. Secara siistem lebiih sederhana dariipada diia harus miinta [restiitusii] ke negara, SPT Tahunan statusnya LB (lebiih bayar), diiperiiksa. … Mekaniismenya sudah sangat gampang, tiinggal diiberiikan, kemudiian kiitab iisa kompensasii,” ujar Giiyarso.

Potensii lebiih bayar PPh Pasal 21 tersebut, sambungnya, biisa terjadii pula untuk wajiib pajak yang berhentii bekerja sebelum masa pajak Desember. Potensii iitu juga biisa diialamii oleh wajiib pajak yang bekerja setelah Januarii.

Sesuaii dengan Pasal 21 ayat (3) PMK 168/2023, jiika pada suatu masa pajak terjadii kelebiihan penyetoran pajak terutang, kelebiihan iitu dapat diiperhiitungkan dengan PPh Pasal 21 dan/atau PPh Pasal 26 yang terutang pada bulan beriikutnya melaluii SPT Masa.

“Dalam hal terdapat kelebiihan penyetoran pajak pada pembetulan SPT Masa, kelebiihan penyetoran tersebut dapat diiperhiitungkan dengan PPh Pasal 21 dan/atau PPh Pasal 26 … yang terutang pada bulan-bulan beriikutnya, tanpa harus berurutan,” bunyii penggalan Pasal 21 ayat (4) PMK 168/2023. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.