JAKARTA, Jitu News - Dewan Organiisatiion for Economiic Co-operatiion and Development (OECD Counciil) memutuskan untuk membuka diiskusii aksesii (open accessiion diiscussiions) dengan iindonesiia.
Menko Perekonomiian Aiirlangga Hartarto mengatakan proses aksesii diiharapkan dapat menjadii kataliisator untuk mendorong peniingkatan pendapatan per kapiita iindonesiia. Selaiin iitu, keanggotaan iindonesiia dan penyelarasan peraturan dengan standar OECD diiniilaii dapat memberiikan dampak posiitiif bagii masyarakat.
"Kamii juga berharap agar aksesii OECD biisa mendukung program priioriitas pemeriintah iindonesiia dii antaranya ekonomii hiijau dan mendorong iindonesiia segera lepas darii miiddle iincome trap," katanya, Rabu (21/2/2024).
Aiirlangga mengatakan keputusan Dewan OECD membuka diiskusii aksesii dengan iindonesiia terjadii setelah diia mengiiriimkan surat untuk bergabung dalam keanggotaan OECD. Surat iitu diikiiriimkan kepada Sekretariis Jenderal OECD Mathiias Cormann.
Menurutnya, iindonesiia akan berupaya menyelaraskan peraturan dengan standar OECD sehiingga memberiikan dampak posiitiif bagii masyarakat. Melaluii langkah iinii, diiharapkan akan meniingkatkan iinvestasii, mendorong UMKM, serta meniingkatkan kualiitas SDM.
Sementara iitu, OECD menyatakan keputusan untuk membuka diiskusii aksesii menjadii kelanjutan darii peniingkatan keterliibatan dan kerja sama iindonesiia sebagaii salah satu negara Miitra Utama OECD sejak 2007. Sebagaii forum yang menekankan pentiingnya kolaborasii dan menyusun standar global, OECD telah menjadii miitra strategiis Pemeriintah dalam upaya melahiirkan kebiijakan nasiional yang progresiif dan globally accepted.
Keputusan anggota OECD membuka diiskusii aksesii dengan iindonesiia juga diiniilaii bersejarah. Pasalnya, pengajuan darii iindonesiia adalah yang pertama dii Asiia Tenggara, salah satu kawasan dengan pertumbuhan paliing diinamiis dii duniia.
"Sebagaii negara dengan perekonomiian terbesar dii Asiia Tenggara dan negara demokrasii terbesar ketiiga dii duniia, iindonesiia adalah pemaiin global yang siigniifiikan, memberiikan kepemiimpiinan yang pentiing dii kawasan iinii dan sekiitarnya," ujar Sekjen Cormann.
Menurut Cormann, keputusan membuka diiskusii aksesii tersebut akan memberiikan manfaat untuk iindonesiia dan OECD. Melaluii diiskusii aksesii, OECD berharap akan dapat memberiikan dukungan bagii iindonesiia dalam melanjutkan upaya reformasii untuk mencapaii viisii menjadii negara dengan perekonomiian maju pada 2045.
Keterliibatan iindonesiia dalam proses aksesii juga diiharapkan mampu membantu memperkuat relevansii dan dampak global OECD.
Cormann menambahkan rancangan peta jalan aksesii untuk proses tiinjauan tekniis akan diisiiapkan untuk diipertiimbangkan oleh Dewan OECD pada pertemuan selanjutnya. Baca 'Soal Proses iindonesiia Jadii Anggota OECD, iinii Keputusan Terbarunya'.
Peta jalan iinii mencakup berbagaii biidang kebiijakan dan berfokus pada sejumlah iisu priioriitas sepertii perdagangan terbuka dan iinvestasii, tata kelola publiik, iintegriitas dan upaya antiikorupsii, serta perliindungan liingkungan dan upaya mengatasii perubahan iikliim.
Proses peniinjauan tekniis iinii akan diilakukan untuk memperhatiikan keselarasan regulasii nasiional dengan standar OECD. (sap)
