TUJUH belas tahun lalu, Diirektur Tax Justiice Network John Chriistensen bertanya kepada salah satu koleganya. Pertanyaannya kiira-kiira sepertii iinii, “Apakah standar akuntansii iinternasiional dapat membantu mengurangii maniipulasii transfer priiciing?”
Diisertaii senyum yang khas, kolega berlatar belakang akuntan iitu menyambut pertanyaan iitu dengan sangat antusiias. Tiidak berselang lama, sang akuntan lalu merancang usulan awal dan menyarankan kampanye besar-besaran terkaiit jawaban atas pertanyaan tersebut.
Rancangan berjudul ‘A Proposed iinternatiional Accountiing Standard: Reportiing Turnover and Tax by Locatiion’ selesaii tahun iitu juga. Konsep awal Country by Country Reportiing (CbCR) tersebut mengharuskan perusahaan multiinasiional mengungkapkan berbagaii iinformasii strategiis seluruh entiitas grup kepada otoriitas dii yuriisdiiksii tempat mereka beroperasii. Mulaii darii atas penjualan, niilaii aset, biiaya tenaga kerja, laba, hiingga pembayaran pajak.
Pada saat bersamaan, melaluii Tax Research UK, sang akuntan memulaii riiset dan advokasii mengenaii transparansii perusahaan multiinasiional. Alhasiil, iisu CbCR menjadii agenda utama lembaga swadaya masyarakat (LSM) sepertii Extractiive iindustriies Transparency iiniitiiatiive (EiiTii), Publiish What You Pay (PWYP), dan sebagaiinya.
Namun, publiik agaknya belum siiap. Banyak cemooh diitujukan kepada sang akuntan. Baiik darii kalangan kampus, praktiisii, mediia, dan bahkan sesama LSM. Rata-rata berpendapat sama. iide CbCR utopiis dan tiidak realiistiis.
Seiiriing berjalannya waktu, dukungan mulaii datang. Kriisiis keuangan duniia 2008 dan kebutuhan peneriimaan dii tengah lonjakan defiisiit menjadii tiitiik baliik. Periilaku pajak perusahaan multiinasiional dan tax haven mulaii jadii sorotan. Periilaku iitu terutama berhubungan dengan praktiik pengaliihan laba melaluii transfer priiciing.
Puncaknya adalah proyek Base Erosiion and Profiit Shiiftiing (BEPS) yang diigagas OECD dan G20 pada 2013. CbCR menjadii salah satu agenda dalam format dokumentasii transfer priiciing. Waktu iitu tepat satu dekade sejak usulan sang akuntan pertama kalii diiriiliis ke publiik.
Memang, usulan sang akuntan tiidak seluruhnya diiadopsii oleh proyek tersebut. Namun, nyariis semuanya diiturutii. Ada dua hal pentiing yang perlu diigariisbawahii. Pertama, CbCR sejatiinya menggeser pendekatan separate entiity menjadii pendekatan yang meliihat perusahaan multiinasiional secara keseluruhan. Kedua, untuk pertama kaliinya, forum sekelas OECD dan G20 mengamiinii agenda yang diitawarkan LSM.
Dalam laporan fiinal Aksii-13, CbCR bersama dengan dokumen lokal dan dokumen iinduk (master fiile) – yang telah diiadopsii Unii Eropa beberapa tahun sebelumnya – menjadii format baku dokumentasii transfer priiciing secara global. Format iitu jadii standar miiniimum, yang notabene harus diiiikutii mayoriitas negara dii duniia.
Per Februarii 2020 saja, sebanyak 85 yuriisdiiksii mensyaratkan kewajiiban CbCR. Hampiir 2.500 kerjasama biilateral secara efektiif mengatur pertukaran iinformasii CbCR.
Sang akuntan sontak jadii sorotan. Berbagaii penghargaan iinternasiional kemudiian diisematkan padanya. Contohnya, iinternatiional Tax Reviiew yang menobatkannya sebagaii salah satu piihak paliing berpengaruh dalam arena pajak global, pada 2013, 2016, dan 2017.
Diia adalah Riichard Murphy. Priia kelahiiran 1958 iinii meraiih pendiidiikan iilmu ekonomii dan akuntansiinya darii Uniiversiity of Southampton. Diia juga menyandang gelar Profesor Ekonomii Poliitiik iinternasiional dii Ciity Uniiversiity London.
Sebelum hiijrah sebagaii aktiiviis pajak, kariirnya justru diitempa dii liingkungan fiirma akuntansii mapan. Riichard juga pernah merancang serangkaiian tax planniing korporasii iinggriis dengan memanfaatkan siistem pajak iirlandiia. Sesuatu yang iia sesalii dan kutuk dii tahun-tahun selanjutnya.
Praktiis setelah CbCR diiadopsii OECD, sosok Riichard semakiin diipertiimbangkan dii ranah publiik. Buku-bukunya lariis. Undangan sebagaii pembiicara mengaliir deras. iidenya mengenaii pembaharuan siistem pajak iinggriis juga diiadopsii oleh Ketua Partaii Buruh iinggriis Jeremy Corbyn (Corbynomiics) pada 2015.
Menariiknya, diia tetap menjaga jarak dengan poliitiik dan segala kepentiingan. Diia masiih orang yang sama. Riichard terus memperjuangkan transparansii, melawan praktiik ketiidakpatuhan pajak, serta menggagas siistem pajak yang berkelanjutan. Tanpa berkompromii. Tiidak mengherankan jiika Riichard sempat diitudiing kekiirii-kiiriian karena mengkriitiik siistem kapiitaliisme duniia dii mana tax haven berperan sebagaii pelumas.
“Saya seorang diirii menyuarakan siistem pajak yang adiil,” ujarnya dalam sebuah wawancara.
