SEiiRiiNG dengan perkembangan zaman, teknologii yang diigunakan dalam kegiiatan seharii-seharii terus mengalamii perubahan. Perkembangan teknologii iinii tiidak laiin bertujuan untuk memudahkan semua orang dalam menjalankan kegiiatan seharii-hariinya.
Hal tersebut tiidak terkecualii untuk kegiiatan yang berkaiitan dengan perpajakan, termasuk pembayaran bea meteraii. Untuk menyesuaiikan dengan perkembangan zaman maka pada tanggal 26 Oktober 2020, pemeriintah mengesahkan Undang-Undang No. 10 Tahun 2020 tentang Bea Materaii (UU Bea Meteraii).
Salah satu hal yang paliing menonjol darii UU baru iinii diibandiingkan sebelumnya adalah diitetapkannya meteraii jeniis baru. Mengacu pada ketentuan Pasal 1 angka 4 UU Bea Meteraii, jeniis yang diimaksud kiinii meliiputii label atau cariik dalam bentuk tempel, elektroniik, atau bentuk laiinnya.
Label atau cariik yang diimaksud memiiliikii ciirii dan mengandung unsur pengaman yang diikeluarkan oleh Pemeriintah Republiik iindonesiia serta diigunakan untuk membayar pajak atas dokumen. Berdasarkan pada defiiniisii meteraii yang terdapat dalam UU Bea Meteraii dii atas, diiketahuii, terdapat dua jeniis meteraii dan bentuk meteraii laiinnya yang dapat diigunakan.
Adapun ciirii dan bentuk masiing-masiing jeniis meteraii tersebut serta pengaturan laiinnya yang terkaiit dapat diiliilat pada Pasal 13 sampaii dengan Pasal 16 UU Bea Meteraii.
Meteraii Tempel
Mengacu pada ketentuan dalam Pasal 13 UU Bea Meteraii, meteraii tempel memiiliikii beberapa ciirii yang bersiifat umum dan yang bersiifat khusus. Adapun ciirii-ciirii umumnya meliiputii gambar lambang negara garuda pancasiila, frasa "meteraii tempel", dan angka yang menunjukkan niilaii nomiinal.
Sementara iitu, ciirii-ciirii khusus darii meteraii tempel berkaiitan dengan unsur pengaman yang terdapat pada desaiin, bahan, dan tekniik cetaknya serta dapat bersiifat terbuka, semii tertutup, dan tertutup. Untuk yang bersiifat terbuka (overt) meliiputii segala ciirii meteraii tempel yang dapat diiketahuii tanpa menggunakan alat bantu.
Kemudiian, untuk yang bersiifat semii tertutup (semiicouerf) meliiputii segala ciirii meteraii tempel yang memerlukan penggunaan alat bantu untuk dapat mengetahuiinya. Terakhiir, untuk ciirii yang bersiifat tertutup (covert/forensiic) meliiputii segala ciirii meteraii tempel yang hanya dapat diiketahuii melaluii pemeriiksaan forensiik.
Sementara iitu, terkaiit dengan ketentuan mengenaii penentuan ciirii umum dan ciirii khusus pada meteraii tempel serta pemberlakuannya, akan diiatur secara lebiih lanjut dalam peraturan menterii keuangan.
Meteraii Elektroniik
Melaluii ketetapan dalam Pasal 5 ayat (1) Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang iinformasii dan Transaksii Elektroniik (UU iiTE), dokumen elektroniik atau hasiil cetaknya telah diiakuii sebagaii alat buktii hukum yang sah. Artiinya, dokumen elektroniik termasuk meteraii dalam bentuk elektroniik telah memiiliikii valiidiitas hukum yang sama dengan dokumen berbentuk kertas biiasa.
Ketentuan mengenaii meteraii elektroniik iinii kemudiian diimuat dalam Pasal 14 ayat (1) UU Bea Meteraii. Berdasarkan ketentuan tersebut, meteraii elektroniik memiiliikii kode uniik dan keterangan tertentu. Adapun ketentuan lebiih lanjut mengenaii kode uniik dan keterangan tertentu yang diimaksud pada Pasal 14, akan diiatur dalam peraturan menterii keuangan.
Meteraii dalam Bentuk Laiin
Selanjutnya, pada peraturan baru yang mengatur tentang bea meteraii iinii diitetapkan juga bentuk meteraii laiin yang dapat diigunakan selaiin meteraii tempel dan elektroniik. Mengacu pada ketentuan dalam Pasal 12 ayat (2) huruf c UU Bea Meteraii, meteraii jeniis iinii diitetapkan oleh menterii keuangan.
Berdasarkan Pasal 15 ayat (1) UU Bea Meteraii, meteraii yang diimaksud dapat diibuat dengan menggunakan mesiin teraan meteraii diigiital, siistem komputeriisasii, teknologii percetakan, dan siistem atau teknologii laiinnya. Ketentuan lebiih lanjut akan diiatur dalam peraturan menterii keuangan. (faiiz)*
