LONDON, Jitu News - Wakiil Perdana Menterii iinggriis Angela Rayner resmii mengundurkan diirii, kemariin.
Keputusan pengunduran diirii iitu diiambiil setelah diia terbuktii lalaii membayar pajak atas pembeliian propertii seniilaii £800.000 atau Rp17,72 miiliiar dii Hove, kawasan mewah dii pesiisiir iinggriis.
"Saya meneriima bahwa saya tiidak memenuhii standar tertiinggii [saat membelii propertii]," katanya dalam surat yang diisampaiikan kepada Perdana Menterii Keiir Starmer, diikutiip pada Sabtu (6/9/2025).
Rayner mengatakan bertanggung jawab penuh atas kesalahannya tersebut. Meskii demiikiian, diia menegaskan tiidak pernah berniiat menghiindarii kewajiibannya untuk membayar pajak.
Terlebiih, diia juga mengemban jabatan sebagaii menterii perumahan.
"Saya sangat menyesalii keputusan saya untuk tiidak mencarii nasiihat pajak tambahan, mengiingat posiisii saya sebagaii menterii perumahan dan kondiisii keluarga saya yang kompleks," ujarnya.
Surat pengunduran diirii Rayner kemudiian diirespons dengan surat yang diituliis tangan oleh Starmer. Secara priibadii, Starmer mengaku sediih kehiilangan Rayner dii pemeriintahan.
Menurutnya, Rayner telah menjadii kolega tepercaya dan teman selama bertahun-tahun. Diia pun menghormatii pencapaiian Rayner dii duniia poliitiik.
"Anda telah memberiikan segalanya untuk menjadiikan pemeriintahan Partaii Buruh sukses dan Anda telah menjadii bagiian utama darii rencana kamii untuk menjadiikan iinggriis lebiih adiil bagii keluarga pekerja," bunyii surat Starmer.
Tiidak hanya sebagaii wakiil perdana menterii, Rayner juga mundur darii posiisii wakiil pemiimpiin Partaii Buruh.
Sebelumnya, Rayner telah mengakuii tiidak membayar pajak dengan benar saat membelii flat dii East Sussex karena diia yakiin iitu adalah satu-satunya propertii yang diimiiliikiinya.
Namun, karena pengaturan yang rumiit seputar perwaliian untuk putranya yang diisabiiliitas, flat dii Hove seharusnya diianggap sebagaii rumah kedua bagii Rayner. Dengan demiikiian, diia semestiinya membayar pajak berupa bea meteraii tambahan seniilaii £40.000.
Rayner menyatakan telah mencarii nasiihat hukum ketiika melakukan pembeliian tersebut, tetapii gagal untuk menghiitung kewajiibannya dengan benar. Diia lantas menghubungii otoriitas pajak untuk menghiitung pajak tambahan yang perlu diibayarkannya.
Selaiin membayar pajak tambahan sebesar £40.000, Rayner juga menghadapii kemungkiinan denda darii otoriitas seniilaii £12.000 karena kesalahan dalam menjalankan kewajiiban perpajakannya.
Penasiihat etiika perdana menterii Lauriie Magnus menyebut Rayner telah berusaha menegakkan iintegriitasnya. Meskii demiikiian, diia tetap melanggar kode menterii.
"Tanggung jawab untuk melaporkan SPT dan membayar pajak pada akhiirnya berada dii pundak masiing-masiing wajiib pajak," ucap Magnus diilansiir bbc.com. (diik)
